• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Membedah Profil Suku Betawi di Jakarta, Tamu di Rumah Sendiri

Membedah Profil Suku Betawi di Jakarta, Tamu di Rumah Sendiri

March 6, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

Presiden Instruksikan Usut Tuntas Keterlibatan Manusia dan Korporasi dalam Karhutla

October 21, 2026
Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

Film Laut Bercerita: Tentang Keberanian, Persahabatan dan Kehilangan

October 21, 2026
Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

Tinjau Penanganan Karhutla Tahura R Soerjo, Khofifah Tekankan  Keselamatan Petugas dan Relawan

October 21, 2026
Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

Dari Batas Sungai Mississippi, Amerika “Menggambar Garis”

October 21, 2026
Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

Jagung SPHP Rp5.000 per Kilogram di Gudang, BULOG Perkuat Dukungan bagi Peternak

October 21, 2026
Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

Usung Filosofi Keluarga Indonesia Sejahtera, BULOG Luncurkan ‘Beras Kita Medium’

October 20, 2026
Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

Bantuan Beras Tahap III 2026, Bulog Siapkan 15,68 Juta Kilogram untuk Warga DIY

October 20, 2026
Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

October 20, 2026
Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

Kardinal Suharyo Sambangi IKN, Romo Yos Tegaskan Peran Gereja dalam Masa Depan Bangsa

October 20, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 22, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Membedah Profil Suku Betawi di Jakarta, Tamu di Rumah Sendiri

by admin
March 6, 2026
in Feature
0
Membedah Profil Suku Betawi di Jakarta, Tamu di Rumah Sendiri
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Di kota yang namanya mereka sendiri yang beri — Betawi, dari Batavia — orang Betawi kini menjadi minoritas. Angka sensus berbicara tanpa basa-basi: dari mayoritas mutlak, mereka tinggal bayangan.

Suku yang Lahir dari Pertemuan

Betawi bukan suku dalam pengertian konvensional. Mereka tidak turun dari satu nenek moyang, tidak berbicara dalam satu bahasa purba, tidak memiliki kerajaan tunggal. Suku ini terbentuk melalui proses asimilasi dari berbagai budaya — Sunda, Jawa, Melayu, Bugis, Arab, Tionghoa, India, Portugis, hingga Belanda — menciptakan identitas yang benar-benar unik. Mereka adalah produk dari apa yang para sosiolog sebut creolization: percampuran yang menghasilkan identitas baru, bukan sekadar campuran lama. Disahkan sebagai kategori ‘suku’ dalam sensus penduduk pada tahun 1930, orang Betawi adalah suku yang paling Jakarta dari semua suku — lahir dari kota, bukan dari desa atau dataran tinggi.

Nama Betawi sendiri berasal dari kata Batavia yang dipelintir lidah pribumi. Sebuah kata Belanda yang menjadi nama identitas jutaan orang. Ada sesuatu yang sangat Jakarta dalam proses itu. Peneliti Australia Lance Castles, dalam jurnal Indonesia terbitan Cornell University (1967), menyimpulkan bahwa etnis Betawi terbentuk dari proses peleburan berbagai kelompok etnis di Batavia. Sementara Dr. Yasmine Zaki Shahab (UI) memperkirakan etnis Betawi baru terbentuk antara 1815 hingga 1893, berdasarkan studi sejarah demografi penduduk Jakarta.

Dari Mayoritas ke Pinggiran

Berdasarkan sensus penduduk 1930, jumlah orang Betawi mencapai 778.953 jiwa — mayoritas mutlak Batavia. Lalu datanglah kemerdekaan. Dan bersamanya, gelombang yang tak pernah surut. Pada 1961, suku Betawi mencakup hanya 22,9 persen dari 2,9 juta penduduk Jakarta. Dalam tiga dekade, mereka turun dari mayoritas menjadi kurang dari seperempat penduduk.

Pembangunan Jakarta yang pesat sejak awal 1970-an mengubah segalanya. Kawasan-kawasan yang dulu kampung Betawi — Cengkareng, Kebon Jeruk, Pasar Minggu, Pulo Gadung — kini adalah pusat bisnis dan perumahan elit. Orang Betawi sudah lama pergi. Ke mana? Urbanisasi dan tekanan ekonomi membuat mereka pindah ke Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mereka tidak merantau. Mereka digeser. Sensus BPS 2010 mencatat 6,8 juta jiwa orang Betawi se-Indonesia, tersebar jauh melampaui batas administratif Jakarta — radius yang menggambarkan seberapa jauh mereka telah didorong pergi.

Tradisi yang Masih Berdetak

Namun ada yang bertahan. Dan itu bukan sekadar pajangan.

Di sebuah gang sempit Jakarta Timur pada pagi Oktober, terdengar tabuhan rebana dan suara pantun bersahutan. Ini Palang Pintu — ritual paling dramatis dalam pernikahan adat Betawi yang masih hidup hingga kini. Tradisi ini menggabungkan seni bela diri pencak silat, sastra pantun, dan lantunan shalawat. Maknanya jauh lebih dalam dari sekadar tontonan: beradu pantun bermakna suami kelak mampu membahagiakan keluarganya; beradu silat bermakna laki-laki harus bisa membela kehormatan. Kini Palang Pintu tak hanya hadir di pernikahan Betawi, tapi juga untuk menyambut tamu pejabat dan acara-acara kenegaraan. Ia keluar dari kampung, masuk ke protokol negara.

Tradisi Nyorog — ritual menjelang Ramadan di mana anggota keluarga yang lebih muda membawa bingkisan sembako kepada yang lebih tua — masih dijaga dengan serius, biasanya sepekan sebelum puasa. Di sisi lain, upacara sunatan Betawi adalah festival tersendiri: anak laki-laki yang akan dikhitan didandani bak pengantin, diarak mengelilingi kampung dengan kuda atau tandu, diiringi barisan rebana dan pencak silat. Sebuah siklus — anak masuk ke fase dewasa bukan dengan sunyi, tapi dengan pesta dan keberanian. Ada pula Bikin Rume, upacara syukuran saat hendak membangun rumah, karena bagi masyarakat Betawi membangun rumah adalah kegiatan sakral yang melibatkan perhitungan hari baik, pantangan, dan doa keselamatan.

Bahasa yang Menang, Penutur yang Kalah

Ada paradoks indah sekaligus getir di sini. Bahasa Betawi adalah bahasa paling berpengaruh di Indonesia kontemporer. Hampir seluruh kosakata gaul nasional berasal darinya — bokap, nyokap, gue, lo, bete, ogah. Sinetron, podcast, konten kreator dari Sabang sampai Merauke berbicara dengan aksen yang bersumber dari Jakarta. Bahasa Betawi menjadi de facto bahasa informal nasional. Namun penutur aslinya justru semakin sedikit yang mewariskannya. Sebuah kemenangan yang kosong: bahasanya hidup, tapi identitasnya layu.

Meja Makan sebagai Peta Sejarah

Jika ada satu tempat di mana identitas Betawi paling jujur terbaca, itu adalah dapur mereka. Hidangan Betawi dipengaruhi oleh masakan Melayu, Arab, India, Tionghoa, dan Eropa — terutama Belanda dan Portugis — juga Sunda, Jawa, dan Minangkabau. Setiap piring adalah dokumen sejarah.

Ambil Soto Betawi sebagai contoh. Menurut peneliti kuliner dari Universitas Padjadjaran, Fadly Rahman, soto Betawi berakar dari tradisi Tiongkok (Caudo), dengan pengaruh Arab dan India pada penggunaan minyak ghee dan rempah kapulaga. Kuahnya yang kental dari campuran santan dan susu, berisi daging sapi atau jeroan, adalah cermin dari kota pelabuhan yang menerima siapa saja. “Artinya ada keharmonisan yang kokoh dalam masyarakat Betawi dari semangkuk soto,” katanya.

Hidangan Asinan Betawi dengan Bir Pletok.

Bir Pletok adalah paradoks lain. Namanya ‘bir’, tapi tidak mengandung setetes alkohol pun. Terbuat dari jahe, kayu secang, kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan serai — minuman rempah yang kaya khasiat, konon lahir karena orang Betawi ingin minuman yang meriah tapi tetap halal. Ini Betawi: mengambil nama asing, memberinya jiwa lokal, lalu meminumnya hangat-hangat.

Asinan Betawi berakar dari zaman kolonial, dipengaruhi masakan Tionghoa dan Arab — sayuran diasinkan dengan cuka dan garam, disajikan dengan bumbu kacang asam-pedas-gurih. Sementara Roti Buaya — roti berbentuk buaya sepanjang lima puluh sentimeter yang dibawa mempelai pria — menyimpan filosofi paling puitis: buaya dipilih karena dipercaya hanya kawin sekali seumur hidup. Ini adalah bahasa simbolis dari suku yang tak pernah punya aksara sendiri.

Namun banyak dari hidangan ini sedang dalam perjalanan menghilang. Sayur Babanci — ketupat berkuah santan dengan lebih dari dua puluh rempah, namanya dari kolaborasi Baba (Betawi) dan Enci (Tionghoa) — kini nyaris mustahil ditemukan di pasar biasa. Gabus Pucung, ikan gabus dalam bumbu kluwek hitam pekat, semakin menghilang seperti metafora yang terlalu sempurna: semakin tua, semakin tidak terlihat. Kuliner Betawi kini semakin jarang diminati generasi muda. Memasak makanan Betawi membutuhkan waktu lama — tidak sesuai ritme Jakarta yang serba cepat.

Ornamen atau Identitas?

Pemerintah DKI tidak tinggal diam. Festival budaya digelar, Setu Babakan ditetapkan sebagai kawasan pelestarian, nama-nama jalan diganti menjadi nama tokoh Betawi. Tapi pelestarian budaya tanpa pemberdayaan ekonomi adalah teatrikal. Selama orang Betawi masih terdesak ke pinggiran, selama tanah warisan terus berpindah tangan kepada mereka yang lebih kuat secara kapital — maka ondel-ondel di depan mal, palang pintu di acara pejabat, dan kerak telor di festival hanyalah pertunjukan nostalgia.

Para pelestari muda mulai bergerak. Sanggar-sanggar di pelosok Jakarta Timur dan Jakarta Selatan terus melatih anak-anak memainkan palang pintu dan berpantun. Mereka sadar: mengajak generasi muda itu susah-susah gampang, tapi kalau tidak dilakukan dari sekarang, semua ini bisa punah.

Malam itu, di depan pusat perbelanjaan di Sudirman, seorang bapak tua berambut putih berdiri di pinggir keramaian. Di tangannya, sebotol bir pletok — merah mencolok, harum rempah. Ia minum perlahan, memandangi ondel-ondel yang bergoyang diiringi musik dari speaker portable. Mungkin ia ingat kampungnya yang kini sudah jadi jalan tol. Mungkin ia ingat semangkuk soto yang dimasak ibunya dengan ghee dan kapulaga, dan bagaimana tidak ada yang mewarisi resep itu. Ondel-ondel itu terus bergoyang. Tersenyum ke semua arah, tidak membeda-bedakan siapa yang memandang. Dan di tangannya, bir pletok itu tinggal seteguk — sisa dari yang pernah ada. (*)

____

Referensi: Lance Castles, The Ethnic Profile of Jakarta, Cornell University Indonesia Journal, April 1967; BPS, Sensus Penduduk 1930, 2010, Long Form SP2020; Dr. Yasmine Zaki Shahab (UI); Fadly Rahman, Universitas Padjadjaran; Pusat Kajian Gastronomi UGM, Seri Gastronomi Kelir Betawi, 2021.

Tags: betawi menjadi minoritas di jakartamembedan profil suku betawiprofil suku betawi di jakarta
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version