Membaik, tapi Jauh dari Harapan

 Membaik, tapi Jauh dari Harapan

Kapolda Jatim Irjen Pol Dr M Fdil Imran, MSi.

Jayakarta News – Kapolda Jatim Irjen Pol Dr M Fadil Imran, MSi prihatin dengan kondisi Mojokerto Raya. Mesi secara umum tingkat kedisiplinan masyarakat mulai membaik, tetapi masih jauh dari harapan. Ia melihat masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Yang paling banyak dijumpai adalah tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak,” ujar Kapolda Fadil dalam arahannya kepada jajaran Bhabinkamtibmas di wilayah hukum Mojokerto Raya, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Fadil mengajak Bhabinkamtibmas dan seluruh jajaran Polres Mojokerto Raya untuk bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk menuntaskan penyebaran Covid-19. “Bahkan masih ada pihak-pihak yang menganggap bahwa ini adalah rekayasa dan konspirasi. Hal ini akan memperberat tugas kita untuk menanggulangi Covid-19. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang utuh dan benar tentang Covi19,” tegas lelaki kelahiran Makassar, 51 tahun lalu itu.

Ditegaskan, strategi melawan Covid-19 dibagi ke dalam dua kegiatan pokok, yakni upaya medis kuratif (20 persen) dan upaya pencegahan preventig (80 persen). Dalam implementasi, pihaknya menekankan pentingnya metode pentahelix berbasis komunitas.

Yang pertama, melakukan edukasi, sosialisasi, dan mitigasi. Kedua, dilakukan bersama-sama tokoh masyarakat, agama, partai politik hingga tingkat RT dan RW. Pelibatan pakar sosial, serta mengedepankan kearifan lokal. “Yang tak kalah penting adalah media yang berperan besar dalam sosialisasi, dengan persentase 63 persen,” tambahya.

Bhabinkamtibmas mengembang tugas mulia. Mereka terjun langsung di tengah masyarakat. Karenanya, Kapolda Jatim wanti-wanti agar tetap menjaga keselamatan diri dan selalu memperhatikan protokol kesehatan dalam melaksanakan tugas.

“Jangan ragu dalam melakukan pengawasan dan pendisiplinan terhadap masyarakat di ruang publik untuk mematuhi protokol kesehatan,” tegas Kapolda Fadil.

Hal penting lain adalah membentuk jejaring dengan komunitas-komunitas informal. Gunanya, untuk lebih menggaungkan materi sosialisasi. Selain itu, mereka akan sangat membantu mengaplikasikan langkah-langkah yang telah dirumuskan untuk menanggulangi penyebaran Covid-19 di lingkungan atau komunitasnya.

“Budayakan komunikasi, dialog, dan cangkrukan. Tapi bukan cangkruk sembarang cangkruk, melainkan cangkrukan untuk menyelesaikan masalah,” pesan Fadil pula.

Di bidang kuratif, Bhabinkamtibmas juga berperan penting dalam memastikan pelaksanaan 3T (testing, tracing, treatment) yang tepat sasaran. Ada obat yang selama ini dibagikan kepada masyarakat. Obat Cina merek Lianhua qingwen kapsul pinyin (lianhua qingwen jiaonang). Kandungan aktif (setiap kapsul mengandung setara dengan jumlah ramuan herbal mentah).

Shijiazhuang Yiling Pharmaceutical Co.Ltd sebagai produsen itu, mencantumkan kandungan obat herbal itu terdiri atas: Forsyhiae fructus 224 mg, ephedrae herba (honey-fired) 85 mg, lonicerae japonicae flos 225 mg, isatidis radix 224 mg, dryopteridis crassirhizomais rhizoma 225 mg, pogostermonis herba 85 mg, dan rhodiolae crenulatae radix et rhizoma 85 mg, dan lain-lain.

Fungsi dan indikasi obat ini, meredakan panas dan detoksifikasi. Digunakan dalam mengobati tosin panas yang menyerang paru-paru saat influenza yang ditandai dengan demam, badan terasa dingin, batuk-pilek, hidung tersumbat, nyeri otot, sakit kepala, tenggorokan kering dan sakit, lidah kemerahan atau terdapat lapisan berlendir. Aturan minum, 4 kapsul sekali minum, 3 kali per hari (selma 6 hari).

Obat ini tidak mengobati masuk angin. Hindari makanan pedas dan berminyak saat mengonsumsi obat ini. Produk ini tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang dan harus digunakan sesuai petunjuk dokter. Selama ini, pendistribusian obat melali Polres dan Jajaran Polda Jatim, 28.177 untuk 38 jajaran Polres yang ada di wilayah Jawa Timur. TNI 6.000 pak.

Kampung Tangguh

Ihwal kampung tangguh, Wilayah Hukum Polres Mojokerto Kota memiliki bianaan 40 kampung tangguh semeru. Sedangkan di wilayah hukum Polres Mojokerto (Kabupaten), terdapat 45 45 kampung tangguh semeru.

Kapolda minta agar jajarannya mengoptimalkan peran dan fungsi kampung tangguh yang sudah terbentuk dan menjadikan masyarakat aman dari Covid-19, dan tetap produktif.

“Harus ada proses pengawasan dan evaluasi dalam pelaksanaan langkah-langkah memerangi Covid-19, agar testing, tracing, dan treatment bisa tepat sesuai dengan konsep yang disepakati,” ujar Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Dr M. Fadil Imran, MSi.

Optimalisasi kampung tangguh dengan memperkuat penjagaan, monitoring kejadian, deteki gesekan yang berpotensi konflik. “Lakukan pengawasan secara melekat terhadap pendistribusian logistik bansos serta BLT dari pemerintah kepada masyarakat agar tepat sasaran,” tegasnya.

Modal dasar melawan Covid-19 adalah komunikasi, koordinasi, dan kebersamaan antar elemen. Dalam hal ini TNI, Polri, Pemda, akademisi, media, dan relawan.

Polda Jatim tidak hanya membantu mengatasi kesehatan, namun juga mempertimbangkan aspek ekonomi. Teutama perusahaan manufaktur, industri, dan UMKM yang menjadi penopang di bidang ekonomi. Kami juga mengunjungi pabrik-pabrik dan perusahaan yang menjadi tulang punggung komoditi ekspor, untuk menjamin berputarnya roda ekonomi sekaligus untuk menjamin pelaksanaan protokol kesehatan.

“Untuk memerangi Covid-19, frekuensi kita harus sama. Perasaan kita harus sama. Buang jauh-jauh kepentingan lokal. Mari kita terobos sekat-sekat untuk membentuk teamwork agar konsep yang dirumuskan bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolda Fadil Imran. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *