Mata-mata yang Kembali Cerah

 Mata-mata yang Kembali Cerah

Danrem 162/WB, Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani berbincang dengan salah satu pasien operasi katarak di Lombok. (foto: Pen Koram 162/WB)

Jayakarta News – Anda tahu katarak? Singkatnya, katarak adalah kondisi mata setengah buta. Bahasa medisnya, katarak adalah kondisi mata di mana lensa mata menjadi keruh dan berawan. Penderita katarak akan merasa seperti melihat jendela berasap.

Sebagian besar katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun lama kelamaan, katarak akan mengganggu penglihatan dan membuat pasien sulit menyetir, membaca, dan melakukan aktivitas rutinnya. Terbayang, betapa sengsaranya penderita katarak.

Adalah Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani yang menginisiasi upaya mencerahkan kembali mata-mata yang keruh dan berawan tadi. Bak gayung bersambut, bakti sosial itu mendapat dukungan dari Walubi (New Vision) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur.

Danrem Ahmad Rizal Ramdhani (kedua dari kiri) menyaksikan pelaksanaan operasi katarak di Lombok Timur. (foto: Pen Korem 162/WB)

Syahdan, tergelarlah baksos operasi katarak yang didedikasikan bagi masyarakat se-wilayah Lombok. “Kegiatan ini untuk menyambut Hari Juang Kartika dan peringatan Hari Pahlawan,” ujar Danrem Rizal, kemarin (11/11).

Pelaksanaan operasi katarak dilangsungkan di RSUD Labuhan Haji, Lombok Timur. “Tahap persiapan dan koordinasi kami lakukan tanggal 27 Oktober. Selama tiga hari, koordinasi itu melahirkan kesepakatan kerjasama dengan Walubi dan Pemda Lotim,” ujarnya.

Ditambahkan, minggu pertama November 2019 panitia baksos operasi katarak melakukan sejumlah kegiatan penting. Di antaranya pendataan calon pasien yang dilakukan oleh seluruh Babinsa yang ada di Lombok. Terdatalah angka 1.252 pasien.

Langkah berikutnya adalah menyiapkan akomodasi bagi tim medis yang dari luar Lombok maupun tenaga medis lokal. Tim ini memulai mendata Puskesmas-Puskesmas yang akan digunakan untuk tahap screening, sebelum akhirnya memilih rumah sakit yang digunakan untuk operasi. “Pelaksanaan screening dilakukan di lima Puskesmas Lombok. Hasilnya, terdata 576 pasien katarak se-Lombok,” ujar Danrem Rizal.

Danrem 162/WB, Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani (ketiga dari kiri), bersama para pasien yang selesai menjalani operasi katarak di Lombok Timur. (foto: Pen Korem 162/WB)

Jadwal operasi katarak pun dilangsungkan bertahap. Operasi pertama, berlangsung Jumat (8/11). Sebanyak 81 bola mata dari 79 pasien, berhasil dioperasi. “Saya mengapresiasi tim medis yang dengan tekun membebaskan mata-mata katarak warga Lombok. Bayangkan, dari jam setengah dua siang, operasi hari pertama baru selesai jam sembilan malam,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung keesokan harinya, dengan jumlah pasien lebih banyak. Tak kurang dari 289 bola mata dari 253 pasien, berhasil dicerahkan kembali. Dengan jumlah pasien sebanyak itu, jadwal operasi sudah dimulai pukul 09.00 pagi, dan baru berakhir pukul 21.00 WITA.

Operasi hari ketiga berlangsung Minggu tanggal 10 November 2019. Di hari pahlawan itu, berhasil dioperasi 391 bola mata katarak, milik 244 pasien. Pelaksanaannya lebih lama dari hari-hari sebelumnya, yakni mulai pukul 08.00 dan selesai pukul 22.00 WITA.

“Jadi kalau dirinci,  total pasien menjadi 576 orang, dan total mata katarak yang dioperasi sebanyak 761 bola mata. Sebab, tidak semua pasien terserang katarak di kedua matanya,” imbuh Danrem Ahmad Rizal Ramdhani. Kemarin (11/11), tim medis yang didatangkan dari Jakarta, sudah kembali ke Ibu Kota. (roso daras)

Kolonel (Czi) Ahmad Rizal Ramdhani (ketiga dari kiri) bersama tim medis dan para pasien yang usai menjalani operasi katarak. Di antaranya terdapat anak-anak. (foto: Pen Korem 162/WB)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *