Kang Emil, Wilujeng Sumping di Gedung Sate

 Kang Emil, Wilujeng Sumping di Gedung Sate
Ridwan Kamil, pemenang Pilkada Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat, versi hitung cepat.

SEPERTI ditulis Jayakartanews 4 Januari 2018, bahwa Kang Emil (Ridwan Kamil) yang waktu itu baru balon Gubernur Jabar dan belum dipasangkan dengan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum (wakil Gubernur) merupakan balon kuat yang bakal memenagkan Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Barat.

Terbukti berdasarkan hasil hitung cepat berbagai lembaga survei, pasangan “Rindu” mengungguli tiga pasangan lain dengan perolehan suara di kisaran 33% sampai 34%. Kemenangan Kang Emil – Uu sekaligus menjungkalkan “rezim” Gubernur Aher yang didukung Gerindra-PKS-PAN yakni pasangan Sudradjat-Syaikhu (asyik) yang mendapat suara sekitar 28%-29% versi hitung cepat.

Kang Emil dalam sambutan kemenangan di Posko Papandayan menyebutkan, kemenangan ini merupakan kemenangan sementara. Bisa dikatakan baru 50%. Alasannya, belum disahkan KPU. Meski begitu, kemenangan pasca pengumuman resmi KPU dianalogikan sebagai 50% sisanya, sebagai bagian dari pengabdian dan pembuktian janji kampanye. Oleh karena itu minta dikawal dan diawasi. Emil pun bersumpah di hadapan rakyat Jabar, bahwa dia akan bertindak sebagai gubernur bagi seluruh rakyat Jabar. Baik rakyat yang mendukung atau yang tidak memilihnya, akan tetap dilayani dan diayomi agar semua rakyat Jabar Gemah Ripah Repeh Rapih subur makmur,

Ridwan Kamil yang blak-balakan sebagai orang independen, tidak mau masuk partai politik tertentu, dalam pencalonannya didukung dan direstui seratus persen oleh sesepuh Jabar Solihin GP. Kata Mang Ihin sebutan Solihin GP (mantan Gubernur Jabar era 70-an) sosok Ridwan Kamil adalah sosok muda urang Sunda harapaan masa depan Indonesia yang profesional. Ia dinilai bisa membangun dan tidak korup, bisa bekerja keras mengayomi semua golongan, kata Mang Ihin.

Ada beberapa catatan penting, selama perjalanan Pilkada Jabar, Ridwan Kamil difitnah dan dideru isu negatif yang tidak benar. Semisal seorang Ridwan Kamil di dunia maya, oleh kaum heters disebut sebagai golongan Islam “Syi’ah” dan Pro LGBT. Padahal bukti “kalawannyata” kakeknya tokoh NU Subang Sumedang yang banyak pesantrennya.

Menanggapi soal fitnah dan tudingan keji, Ridwan kamil dalam pernyataannya usai menyaksikan hitung cepat mengatakan, “Sudah memaafkan kaum atau golongan pemfitah. Yang terpenting ke depan adalah menatap dan berbuat kebaikan. Mari bangun Jabar supaya Jabar jembar dan berkibar,” ujarnya.

Sementara sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) di Gedung Sate, pusat pemerintahan Pemprov Jabar, sebagian besar menyambut hangat kemenangan Ridwan Kamil – Uu. Mereka menyambut, “wilujeng sumping Kang Emil semoga lebih baik.”

Ada sebuah harapan dari sejumlah ASN di lingkungan Gedung Sate yang perlu digarisbawahi. Ada sejumlah catatan buruk di era “rezim Aher” yang harus dibenahi Ridwan Kamil sebagai Gubernur. Di antaranya, harus menata ASN ke dalam agar bebas, netral dan tidak dijadikan tangan partai terselubung.

Selain itu agar lebih profesional dalam job dan penempatan ASN. Selama ini terkesan “kumaha Gubernur” dan melanggar prosedur. Terkait pembangunan insfrastruktur diharapkan tidak seperti di era Aher. Tidak hanya mengurus jalan raya kebinamargaan kimrung saja, sementara pembangunan pengairan irigasi/sumber daya air hanya alakadarnya. Padahal Jabar daearah lumbung padi. Dan yang  terpenting ASN harus professional, tidak digerus oknum-oknum partai.

Di era Aher, bukan rahasia lagi kabar beredar, bahwa tidak akan naik pangkat kalau tidak dekan dengan golongan partai tertentu yang dekat dengan gubernur yang berkuasa. Selain itu, isu negatif soal “jual-beli” jabatan di Gedung Sate harus dikikis oleh Gubernur baru.

Selamat bertugas Kang Emil. Punten benahi ASN Jabar supados jembar dan supaya tidak liar sapertos ular. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *