Kampus Harus Aktif Cegah Radikalisme

 Kampus Harus Aktif Cegah Radikalisme

KALANGAN perguruan tinggi perlu mewaspadai terhadap usaha-usaha menyusupkan paham radikalisme dengan menyasar kaum terpelajar (intelektual). Hal itu disampaikan Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (UBJ), Irjen Pol (Purn) Bambang Karsono, dalam rangkaian Commencement (wisuda) Sekolah Keamanan Nasional Angkatan II yang dibarengi dengan seminar bertema Perkembangan Terorisme dan Kontra Terorisme di Indonesia, Rabu (10/5/2017).

Bambang mengungkapkan ada kecenderungan menyebarkan paham radikal ke kalangan kampus antara lain dengan mencampur-adukkan mengenai politik dan berita bohong. Rektor menyambut baik ajakan Menteri Riset-Dikti Muhammad Nasir, agar dunia kampus ikut memainkan peran penting dalam mencegah berkembangnya paham radikal di kampus,.

Menurut Bambang, seminer bertema terorisme yang diselenggarakan UBJ, antara lain sebagai respon positif atas apa yang diingatkan oleh Menristekdikti.

 

Rektor UBJ Irjen Pol (Purn) Bambang Karsono

Koordinator Kopertis III, Dr Illah Sailah, menggarisbawahi pentinnya peran kampus dalam mencegah berkembangnya radikalisme. Kampus juga perlu membumikan dan menghidupkan Pancasila dalam perilaku sehari-hari.

Menurutnya, upaya meningkatkan pemahaman Pancasila dan pengamalannya, memang tidak harus secara khusus diakomodasi dalam bentuk mata kuliah. Apabila setiap dosen bisa menyampaikan 4-5 menit dalam setiap perkuliahnnya mengenai Pancasila, maka kepahaman akan Pancasila untuk generasi mendatang, akan terjaga.

“Selain itu, kita punya budaya gotong royong yang sekarang ini makin hilang di masyarakat yang diikuti dengan munculnya persaingan. Iklim persaingan ini juga terjadi di kalangan perguruan tinggi,” katanya. Dia yakin, jika para dosen ikut memperhatikan hal ini, maka gotong royong bisa dihidupkan kembali dalam dunia kampus dan masyarakat luas.

Rektor UBJ mengungkapkan, untuk menjaga dan menumbuhkembangkan rasa kebangsaan di kalangan civitas akademika di lingkungannya, pihaknya secara rutin menyelanggarakan upacara bendera menanamkan wawasan mahasiswa, setiap tanggal 17 tiap bulannya, UBJ melaksanakan upacara bendera.

National Security Studies Sekolah Kamnas Angkatan II UBJ, pada kesempatan acara commencement (wisuda) kali ini melepas 31 peserta  yang telah menyelesaikan program. Para peserta berasal dari berbagai kalangan, seperti dari BNN, Kementrian Dalam Negeri, Pertamina, Polri dll, dengan latar pendidikan rata S2 dan S3. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *