• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Gunungan Wayang Purwa: Simbol Kehidupan dan Tata Semesta

Gunungan Wayang Purwa: Simbol Kehidupan dan Tata Semesta

December 28, 2025
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

October 23, 2026
Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

Warga Makassar Padati Lokasi Gerakan Pangan Murah, BULOG Salurkan 1,5 Ton Beras

October 22, 2026
Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

Rehabilitasi Irigasi di Bangli Berikan Manfaat bagi Petani, Perbaikan Saluran Terus Dioptimalkan

October 22, 2026
Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

Ketika Para Penjaga Nurani Bangsa Mendesak Gibran Mundur sebagai Wakil Presiden

October 22, 2026
Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

Letjen Iwan Setiawan, Dari Everest ke Kostrad”

October 22, 2026
Empat Tahun Berperang Rusia Kehilangan 350.000 Tentaranya, Putin: ‘Kemenangan akan Selalu Milik Kita!

Jalan Perdamaian Terbuka? Presiden Putin Setuju Perundingan Damai dengan AS dan Ukraina

October 22, 2026
Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

Puisi-puisi Visual Yusuf Susilo Hartono

October 22, 2026
Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar dalam Kasus PT Dana Syariah Indonesia

October 22, 2026
BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

BP3MI DIY Latih 80 Calon Pekerja Migran Indonesia Siap Tembus Pasar Kerja Global

October 22, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 23, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Gunungan Wayang Purwa: Simbol Kehidupan dan Tata Semesta

by admin
December 28, 2025
in Kolom
0
Gunungan Wayang Purwa: Simbol Kehidupan dan Tata Semesta
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Dalam setiap pertunjukan wayang kulit purwa, terdapat satu elemen yang selalu hadir sejak awal hingga akhir pementasan, namun bukan tokoh pewayangan dalam pengertian konvensional. Elemen tersebut adalah Gunungan atau Kayon, sebuah wayang berbentuk gunung yang menyimpan makna filosofis mendalam tentang kehidupan, alam semesta, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Gunungan merupakan unsur penting dalam pergelaran wayang kulit purwa yang bentuknya menyerupai gunung. Meski tidak mewakili tokoh seperti wayang lainnya, Gunungan memiliki posisi sentral karena mengandung simbolisme yang sangat kaya dan multidimensional.

Asal-Usul dan Jenis Gunungan

Sejarah Penciptaan

Gunungan Blumbangan diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada era Kerajaan Demak, kemudian pada era Kartasura diciptakan kembali Gunungan Gapuran.

Dua Jenis Gunungan

Ada dua jenis gunungan yang dikenal dalam tradisi wayang purwa:

1. Gunungan Blumbangan (Kayon Wadon/Perempuan)

Kayon blumbangan diciptakan oleh Sunan Kalijaga pada zaman Kerajaan Demak dan di dalamnya terdapat ragam motif kolam berisi air dan ikannya. Sebagai simpingan, kayon blumbangan biasanya diletakkan di sisi kiri layar.

2. Gunungan Gapuran (Kayon Lanang/Laki-laki)

Kayon gapuran diciptakan oleh Pakubuwono II di era Keraton Kartasura, awalnya untuk wayang klithik, kemudian dipinjam untuk wayang purwa dan sampai sekarang tetap dipakai.

Fungsi Gunungan dalam Pertunjukan

Gunungan memiliki beragam fungsi penting dalam pagelaran wayang kulit:

1. Penanda Awal dan Akhir Pertunjukan

Sebelum pertunjukan dimulai, gunungan ditancapkan di tengah layar dengan condong ke kanan, menandakan dunia yang belum diceritakan. Setelah pertunjukan selesai, gunungan kembali ditancapkan di tengah layar sebagai tanda berakhirnya cerita.

2. Pergantian Adegan

Gunungan berfungsi sebagai pembuka dan penutup pertunjukan, juga sebagai tanda pergantian jejeran atau adegan. Saat pergantian adegan, gunungan ditancapkan di tengah dengan condong ke kiri.

3. Simbol Elemen Alam

Gunungan digunakan untuk menyimbolkan api atau angin dengan cara membalik sisinya yang berwarna merah, warna yang melambangkan api. Gunungan juga dapat mewakili daratan, hutan, jalan, dan elemen alam lainnya sesuai dialog dalang.

Struktur dan Simbolisme Gunungan

Gunungan memiliki struktur tiga lapis yang mencerminkan konsep Tribuwana (tiga dunia) dalam kosmologi Jawa:

Dunia Bawah (Palemahan)

Dunia bawah atau Palemahan digambarkan berupa garis tipis memanjang berwarna merah di bagian bawah gunungan, tanpa hiasan atau simbol. Ini melambangkan dunia tempat manusia hidup, yang jika hanya berhenti di tahap ini, berarti manusia hanya menjalani kehidupan duniawi dan ragawi tanpa mengembangkan aspek rohani.

Dunia Tengah (Genukan dan Lengkeh)

Di dunia tengah terdapat rumah (gedong) yang tertutup pintunya rapat, dan di kedua sisi atap gedong terdapat gambar kepala raksasa bersayap sebagai simbol perpindahan dari dunia tengah ke dunia atas.

Bangunan Rumah (Gedong): Melambangkan tempat tinggal manusia yang menyatu dengan alam.

Dua Raksasa Penjaga: Cingkarabala dan Balaupata adalah saudara kembar berwujud raksasa yang ditugasi Bathara Guru untuk menjaga Selamatangkep, gerbang masuk menuju Kahyangan Suralaya. Meski bentuknya menyeramkan, mereka bertabiat jujur dan baik hati, dan hanya yang berniat baik yang dapat melewati mereka.

Burung Setengah Naga dan Hewan Lainnya: Dalam gunungan terdapat berbagai binatang seperti harimau, banteng, monyet, ayam hutan, dan burung, yang masing-masing melambangkan sifat dan karakter manusia.

Ular Melilit Pohon: Simbol godaan dan cobaan yang menghadang manusia dalam perjalanan hidupnya.

Dunia Atas (Pucuk)

Dunia atas atau Pucuk digambarkan sebatang pohon yang menjulang sampai ke puncak gunungan, disebut pohon hayat. Pohon kehidupan ini menjadi simbol sentral yang memberikan kehidupan bagi seluruh makhluk.

Pohon Hayat (Tree of Life): Gunungan sebagai simbol kayon (pohon kehidupan) memberi kehidupan bagi makhluk hidup.

Banaspati (Kepala Raksasa di Puncak): Melambangkan godaan, cobaan, tantangan, dan bahaya yang setiap saat mengancam keselamatan manusia.

Bunga-bunga di Puncak: Melambangkan kesempurnaan spiritual yang menjadi tujuan akhir perjalanan hidup manusia.

Makna Filosofis

Konsep Manunggaling Kawula Gusti

Secara filosofis, gunungan menjadi ungkapan persatuan manusia dengan Tuhan (manunggaling kawula Gusti). Bentuk segitiga yang mengerucut ke atas melambangkan perjalanan hidup manusia menuju kesempurnaan spiritual dan penyatuan dengan Sang Pencipta.

Trilogi Kehidupan

Gunungan mengandung konsep trilogi yang terungkap dalam penancapan gunungan (pathet nem, pathet sanga, pathet manyura), gambaran siklus kehidupan manusia dari anak-dewasa-tua.

Pathet Nem: Melambangkan masa kanak-kanak dan remaja (jam 19.00-24.00)

Pathet Sanga: Melambangkan masa dewasa dan puncak kehidupan (jam 24.00-03.00)

Pathet Manyura: Melambangkan masa tua dan persiapan kembali ke alam baka (jam 03.00-selesai)

Empat Dimensi Relasi

Secara antropologis, gunungan mengandung makna relasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam, manusia dengan sesama, dan manusia dengan dirinya sendiri. Relasi ini mengantar manusia untuk senantiasa mengarahkan hati kepada Tuhan.

Panca Dharma

Gunungan menjadi panca dharma (lima prinsip) bagi kehidupan orang Jawa dan memberikan pendidikan moral serta spiritual. Lima ajaran kebijaksanaan yang terkandung dalam gunungan mencakup:

1. Keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat

2. Harmoni antara manusia dengan alam

3. Keadilan dalam hubungan sesama manusia

4. Pengendalian nafsu dan sifat buruk

5. Pencapaian kesempurnaan spiritual

Simbolisme Warna dan Bentuk

Bentuk Segitiga/Segi Lima: Bentuk segi lima melambangkan lima waktu yang harus dilakukan dalam agama, adapun bentuk meruncing ke atas melambangkan bahwa kehidupan manusia menuju yang di atas yaitu Allah SWT.

Kombinasi Warna: Penggunaan warna emas, merah, hitam, dan hijau memiliki makna tersendiri. Merah melambangkan semangat dan api kehidupan, hitam melambangkan kebijaksanaan dan misteri, hijau melambangkan kesuburan dan kehidupan, sementara emas melambangkan kesucian dan kemurnian.

Gunungan sebagai Makrokosmos

Gunungan melambangkan makrokosmos dan fondasi spiritual dari materi, dengan Pohon Kahuripan atau Pohon Kehidupan Jawa sebagai figur sentralnya. Pohon ini didukung oleh sayap yang menandakan sifatnya yang mistis dan transenden.

Dimensi Pendidikan dan Moral

Gunungan mengandung ajaran filosofis tinggi, yaitu ajaran kebijaksanaan, yang mengimplikasikan bahwa pertunjukan wayang mengandung pelajaran bernilai tinggi.

Melalui simbol-simbol dalam gunungan, masyarakat Jawa diajari tentang:

– Kebijaksanaan hidup: Bagaimana menjalani kehidupan dengan seimbang

– Pengendalian diri: Menghadapi godaan dan nafsu seperti yang disimbolkan oleh berbagai binatang

– Tujuan hidup: Mencapai kesempurnaan spiritual yang dilambangkan oleh puncak gunung

– Harmoni kosmis: Keselarasan antara mikrokosmos (diri manusia) dengan makrokosmos (alam semesta)

Gunungan dalam Konteks Kontemporer

Nilai-nilai yang terkandung dalam Gunungan masih sangat relevan di era modern:

1. Keseimbangan Ekologis: Gunungan mengajarkan harmoni manusia dengan alam

2. Spiritualitas: Pentingnya menjaga hubungan vertikal dengan Sang Pencipta

3. Etika Sosial: Hubungan horizontal yang baik dengan sesama

4. Pengembangan Diri: Perjalanan spiritual menuju kesempurnaan

Gunungan bahkan digunakan sebagai logo resmi untuk KTT G20 Bali 2022, menunjukkan pengakuan global terhadap nilai filosofisnya.

Catatan Akhir

Gunungan identik dengan gunung sehingga menggambarkan tata semesta, dan unsur-unsurnya menunjukkan kedekatan orang Jawa dengan Sang Pencipta dan alam.

Gunungan bukan sekadar properti dalam pertunjukan wayang, melainkan representasi visual dari worldview Jawa yang holistik. Ia menjadi jembatan antara dunia nyata dan spiritual, antara manusia dan Tuhan, serta antara individu dan alam semesta.

Relasi gunungan dengan orang Jawa tidak terpisahkan, gunungan menjadi identitas khas milik orang Jawa. Memahami gunungan berarti memahami filosofi hidup Jawa yang menekankan keseimbangan, harmoni, dan pencarian makna spiritual dalam setiap aspek kehidupan.

Melalui simbolisme yang kaya dan mendalam, Gunungan mengajarkan bahwa kehidupan adalah perjalanan bertingkat dari yang material menuju spiritual, dari yang profan menuju sakral, dan dari ketidaksempurnaan menuju kesempurnaan. Inilah warisan kebijaksanaan leluhur yang tetap relevan dan perlu dilestarikan untuk generasi mendatang. (*)

Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

Kardinal Suharyo Sapa Polda Kaltim, Teguhkan Iman dan Integritas Polisi

October 23, 2026
Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

Pastikan Kelancaran Distribusi Jagung SPHP, Dirut BULOG  Tinjau Langsung Pengapalan di Makassar

October 23, 2026
Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

Dubes Agus Priono Ungkap Banyak Pekerja Migran Indonesia di Suriname Datang secara Perseorangan

October 23, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version