Gerakan “Gue Alumni Unas” Berbagi

 Gerakan “Gue Alumni Unas” Berbagi

Salah seorang penyadang disabilitas menerima bingkisan. (ist)

Jayakarta News – Sejak diterapkan status PSBB (Pembatan Sosial Berskala Besar) tanggal 10 April 2020, banyak warga Jakarta kehilangan mata pencaharian.  Demikian pula daerah-daerah lain yang kemudian juga menerapkan status yang sama seperti, Bogor, Tangerang, Bekasi dan berbagai daerah lain di Indonesia.

Sejumlah pekerjaan yang sangat terimbas dlm kondisi saat ini adalah masyarakat dari kalangan bawah, khususnya para pekerja harian seperti ojol, supir angkot, taksi, pedagang kaki lima, pemulung dan sebagainya.

Melihat kondisi itu, sekelompok anggota group WhatsApp “Gue Alumni Unas” ((Universitas Nasional), bergerak untuk berbagi kepada masyarakat yang terkena imbas. Annggota grup WA tadi kemudian membuka rekening untuk penyaluran donasi, serta menetapkan posko di Jalan Daksa 1, dan Komplek Depdikbud, blok, B1 No. 3 Pejaten Barat, Jaksel.

“Tujuannya untuk meringankan beban masyarakat di kalangan ekonomi bawah dengan menggelar aksi sosial di sekitaran Jalan Daksa 1 sampai ke Jalan Brawijaya, lalu kita keliling ke Kemang, Jakarta Selatan. Kami membagi-bagikan 100 kotak makanan siap saji secara gratis kepada masyarakat yang penghasilannya menurun atau bahkan tidak dapat sama-sama sekali penghasilan dikarenakan wabah covid-19,” ujar Ical selaku penggerak kegiatan ini.

Paket makanan siap saji dibagikan dua kali, Sabtu – Selasa (11 – 13 /4). Dan ini dibagi kepada para terdampak covid-19, dengan harapan akan dapat sedikit meringankan beban, karena minimnya aktivitas bekerja di luar yang membatasi mata pencariannya, walaupun hanya sekedar 100 nasi kotak saat itu yang dibagi.

Aktivitas pembagian bingkisan makanan dari “Gue Alumni Unas” bagi sebagian warga Jakarta yang terkena dampak PSBB. (ist)

Ical dan beberapa teman lainnya, seperti Putut, Deky ketua kegiatan ini, Topan, Paul dan koordinator untuk buat nasi kotak Ari. Ari menjelaskan paket makanan siap saji yang dibagikan ini sudah disiapkan dengan kondisi yang baik, kami tetap mengutamakan dari segi kesehatan, higienis (kebersihan) dan keamanan baik kepada penerima paket nasi kotak.

Gerakan kepedulian dan kesadaran antar sesama ini sangat dibutuhkan. Ukuran kepedulian untuk membantu bukan hanya dilihat dari ukuran besar kecilnya, melainkan lebih kepada kepedulian. Sebab bagi yang lagi membutuhkan bantuan, ketika diberikan itu sudah sangat membantu.

“Melalui aksi ini kita mengingatkan untuk mari bersama-sama untuk mengulurkan tangan agar memulihkan beban rintangan ini, percayalah akan ada senyum indah dibalik rintangan ini,” kata Ical.

Dan kegiatan ini di gelar sebagai upaya mengetuk kepedulian para ‘Gue Alumni Unas’ untuk membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah yang terdampak ekonominya akibat penyebaran virus corona (covid-19). (Nurdin)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *