G-Pro Bersetara di Panggung IIMF dengan Lagu-lagu Klasik Rock dan Oldies

 G-Pro Bersetara di Panggung IIMF dengan Lagu-lagu Klasik Rock dan Oldies

Para pengunjung  Pekan Raya Indonesia di ICE, BSD City, Tangerang Selatan, Banten  hingga Minggu (7/10/2018) dihibur oleh penyelenggaraan International Indie Music Festival (IIMF) sejak sore hingga malam yang menampilkan Mocca, Padi, Foxtails Brigade, The Shapers, Ari Lasso, Fourtwnty dan banyak lagi.

Namun juga layak dicatat tentang performa G-Pro di IIMF yang personelnya didominasi dedengkot-dedengkotnya anak band  1980-an, dimana awal pekan ini merekapun tidak menyangka-nyangka memperoleh sambutan publik penonton yang melegakan.

“Sambutan para penonton ternyata oke. Cukup ramai penontonnya. Padahal kami sempet ragu, karena ketika datang dari sore melihat suasana pertunjukan band lainnya padahal bagus tapi sepi. Syukurlah, ketika ternyata kemudian kami tampil dan mendapatkan antusias dari penonton. Lega, lagu-lagu klasik rock dan oldies yang kita nyanyikan ternyata dipahami. Sampe ada pula penonton yang request lagu,” komentar Amir Roes, penyanyi lawas yang kini jadi frontman G-Pro, saat ditemui dalam rutinitas pentas tiap Jumat malam di Melody Music Bar & Lounge, Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan.

Penyanyi asal Solo, Jawa Tengah penyuka band rock Trenchem di masa bocahnya dan mulai dikenal masyarakat sejak suara berlevelnya mengisi original soundtrack film Catatan Si Boy itu, mengingatkan bahwa G-Pro bakal muncul lagi  di pentas International Indie Music Festival hari Minggu (7/10/2018), serta janjinya bakal memilih lagu-lagu yang lebih familiar melegenda,

“Seperti diantaranya, Dust In The Wind dimana lagu-lagu semacam itu dulunya sering diputar oleh bapak-bapak dan ibu-ibu di rumah dan ikut didengerin anak-anaknya,” ungkap Amir.

Diakuinya, G-Pro memang berkarya bukan melulu buat menciptakan lagu sendiri karena kan berkreasi musik dengan bagus juga artinya berkarya.

Apalagi, tambahnya, dilakukan dengan suka hati tanpa paksaan dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan seangkatan (antara lain kibordis Najib Oesman, Maxie Pandelaki; gitaris Masrie Pilliang dan bassis Harry Minggoes) yang terus terjaga dengan baik.

“Sampe performance juga lebih friendly jadinya, dan menyanyikan lagu-lagu cover version ada pasarnya. Apalagi, saya dari dulu juga pelakunya bersama Johan Untung. Ikut meramaikan dengan tetep bergaya classic rock. Sampe lagunya Boyz II Men, I’ll Make Love To You belum dikenal disini malah duluan dikenal cover version yang saya nyanyikan,” kenang Amir. ***john js

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *