Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Film Yo Wis Ben Gunakan Bahasa Jawa Dialek Jawa Timuran - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Entertainment

Film Yo Wis Ben Gunakan Bahasa Jawa Dialek Jawa Timuran

Published

on

Film Yo Wis Ben

Para pemeran film Yowis Ben mempromosikan film mereka di Kota Malang, baru-baru ini. Film Yowis Ben ini dibintangi oleh Bayu Skak sebagai tokoh utama, kemudian ada Cut Meyriska, Brandon Salim, Joshua Suherman, Glence Chysara, Aliyah Faizah dan Tutus Thomson.

Film itu sendiri sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dalam dialognya.

Bayu Skak, penulis skenario dalam film ini mengatakan, penggunaan bahasa Jawa dalam film ini mencakup 80 persen.

Menurutnya, dengan menggunakan bahasa Jawa, ia bisa menunjukkan keragaman yang ada di Indonesia.

“Saya lahir di Malang. Besar di Malang. Jadi saya ingin berkarya sesuatu hal tentang tanah kelahiran saya,” ujar Bayu.

Bayu sendiri mengaku sempat memendam kegeraman pasca triller film ini dipublikasikan. Pasalnya, banyak yang berkomentar negatif karena film ini menggunakan bahasa Jawa.

“Saya tidak masalah dianggap goblok, tapi jangan Jawa. Jawa itu banyak. Itu komentar yang sangat tidak baik,” paparnya.

Butuh waktu bagi Bayu untuk membalas komentar-komentar pedas netizen. Sebulan setelah ia mengetahui adanya komentar negatif seperti itu, ia pun menggugah videonya di YouTube dan menjelaskan alasannya menggunakan bahasa Jawa.

“Karena itu saya bikin video khusus. Intinya di video itu saya mengimbau, budaya jangan dilupakan,” tegasnya. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement