Connect with us

Kabar

Debat Paslon Wali Kota Bogor belum Bicara Atasi Kemiskinan, PAD, Air Bersih

Published

on

Debat Paslon Pilwalkot Bogor 2024, Sabtu (5/10/2024)/Foto: istimewa

BOGOR, JAYAKARTA NEWS— Debat Pasangan Calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diprakasai oleh Forum Radar Bogor, Sabtu (5/10.2024) di Aula Universitas Ibnu Khaldun Bogor belum menyentuh hal-hal atasi kemiskinan, air bersih, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk menjadikan Kota Hujan sebagai Kota Internasional secara substansial.

Pembahas debat terdiri dari 3 Rektor Perguruan Tinggi ternama di kota ini yaitu tuan rumah dari UIKA Prof Dr HE Mujahidin MSi, dari Universitas Pakuan Prof Dr Ir. H. Didik Notosudjono MSi serta IPB University adalah Prof Dr Ir. H. Arif Satria MSi. Mereka lebih banyak mengulik soal pendidikan, kesehatan dan Lingkungan.

Ikut membahas juga Direktur Radar Bogor Nihrawati AS dan dari pengamat Perkotaan Dr Yayat Supriatna jang mempertanyakan soal kemampuan daerah dianggap belum mampu mengelola sarana transportasi secara mandiri.

Kelima paslon yang hadir sebagai panelis adalah pasangan nomor urut 1 Sendi Fardiansyah dan Melly Darsah, paslon 2 Atang Trisnanto dan Annida Allivia, paslon 3 Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, paslon 4 hadir hanya paslon Wakil Walikota Teddy Risandi serta paslon 5 adalah pasangan dokter Rayendra dan Eka Maulana. Sementara, calon Walikota nomor urut 4 Rena da Frina, mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor yang dikonfirmasi akan menyusul hadir, hingga acara berakhir tidak tampak ada di lokasi acara.

Kelima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor dalam acara yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan para pendukung, lebih memberi aksentuasi secara umum pada program umum dan prioritas saja.

Tampak Hadir mantan Walikota Bogor H Diani Budiarto (no.2 dari kanan)

Sementara calon incumbent Dedie Rachim mengangkat soal keberhasilannya bersama Walikota Bima Arya membangun Bogor, terutama memberi dukungan penuh pada program-program strategis nasional yang ada di Kota Bogor.

Sementara Sendi yang tampil dengan penuh percaya diri sempat ditanya soal prospek pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Sementara Atang lebih banyak mengajak semua pihak termasuk komponen masyarakat untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kota dalam membangun Bogor lebih nyaman dan sejahtera.

Tampak hadir beberapa pejabat diantaranya Ketua DPRD Dr Adityawarman Adil MSi, Dandim 0606 Bogor Kol Inf. Fikri Ferdian, Kapolresta Bogor Kombespol Dr Bismo Teguh Prakoso, mantan Walikota Bogor Diani Budiarto, mantan Rektor UIKA Dr. KH. Ending Bahrudin, Ketua KNPI Kota Bogor Sapta Alfaraby dan beberapa pimpinan Partai Politik pengusung dan pendukung paslon Walikota.

Selama sesi debat berlangsung, terlihat moderator berkali-kali berusaha menenangkan para pendukung yang meneriakkan yel-yel kepada dukungan calon mereka, walau bukan pada saat yang disediakan oleh moderator.

Suasana tambah ramai dengan balas berbalas teriakan pendukung, terutama ketika topik Paslon 3 yang diwakili Jenal Mutaqin mempertanyakan skema anggaran untuk menaikkan insentif RW dari 500 ribu hingga menjadi Rp1,5 juta. Ini program dari paslon 4 Rena dan Teddy.

Tampak wajah terkejut dari Teddy karena harus menjawab dengan data akurat secara matematik anggaran sesuai pertanyaan paslon 3. Apalagi ditambah pasangannya calon Walikota Rena Da Frina tidak hadir. Audiensi pendukung tambah ramai, namun acara tetap terkendali dan berlangsung dengan damai.

Pada kesempatan paslon 4 dan 5 berdebat soal fasilitas pelayanan kesehatan 24 jam di Puskesmas, bahkan perlu ditambah dengan fasilitas rawat inap, riuh pendukung semakin ramai. Di luar gedung, terlihat ada gerakan penambahan personil kepolisian. Tampaknya sebagai antisipasi dukungan terhadap pengaman dalam kampus UIKA yang sudah ditambah puluhan personil Satpol PP.

Isu-isu debat masih dominan pembahasannya soal pendidikan dan kesehatan. Subtansi persoalan masyarakat Bogor dengan kemiskinan makin tinggi, lapangan kerja, air dan kali bersih hingga isu mendapatkan nilai tambah pendapatan daerah dari upaya mengubah Kota Bogor tidak sekadar Kota yang nyaman tapi menjadi Kota Internasional yang diminati wisatawan tematik, belum menjadi tema khusus menarik khususnya bagi para calon Pimpinan Daerah yang menjadi panelis dalam acara debat pilkada Kota Bogor. (Gus/nat)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement