Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Bu Hebring Rajin ke Lab - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Feature

Bu Hebring Rajin ke Lab

Published

on

SUNGGUH tepat julukan Bu Hebring bagi artis senior Connie Sutedja. Jalannya masih sigap, wajahnya juga masih terlihat segar. Di usianya yang sudah 72 tahun, Connie masih “bekerja” dari Senin hingga Jumat. “Seperti orang kantoran saja, saya masih ada syuting dari hari Senin sampai Jumat, Sabtu Minggu baru libur”, ujar nenek cantik kelahiran 10 November 1944 di sela-sela kesibukan belanja di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Sampai sekarang pemeran Bu Hebring dalam serial Pondokan ini, masih bermain film dan sinetron, meski diakuinya dia lebih banyak sebagai peran pendukung. Ada beberapa film dimana Connie bermain sebagai pemeran utama, di antaranya yang terkenal sebagai Mirah dalam ‘Singa Betina dari Marunda’ (71).

Diungkapnya, ibu satu putera dan nenek satu cucu ini, setiap hari ke Cibubur tempat syuting sinetron Orang-orang Kampung Duku (OOKD). “Saya tiap hari dianter ke Cibubur. Dengan adanya kegiatan, tubuh kita malah tetap segar,” ujar Connie yang tinggal di Cilandak.

Dengan ramahnya Connie semangat ngobrol tentang awal dia berkiprah di kancah perfilman Indonesia akhir tahun 1960 an. Film-film awal Connie antara lain Maju Tak Gentar, Deru Campur Debu, dll.

Film besar pertamanya Ratu Amplop, yang pembuatannya tahun 1974 bersama Ida Kusuma, Benyamin, Ratmi B -29, Rahayu Efendi dan Ida Royani. Beberapa film yang dibintanginya, mendapat sambutan positif penonton film di Tanah Air. Di antaarnya Si Pitung, Dibalik Cahaya Gemperlapan, Benyamin Tukang Ngibul, Guna-guna Istri Muda, Seruling Sakti.

Dalam hal menjaga kesehatannya, pemeran sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini, rajin memeriksakan diri ke laboratorium terutama untuk kandungan gula darah, kolesterol asam urat dan tekanan darah. “Alhamdulilah kondisi kesehatan saya baik, hari Sabtu lalu saya baru periksa di lab BPJS yang baru di TB Simatupang. Tempatnya bagus, bersih,” ujarnya memuji sembari mengutarakan bahwa dirinya ikut peserta BPJS kelas satu. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement