Riset
BRIN dan UGM Kembangkan Ekosistem Energi Masa Depan Berbasis NRHES
JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di bidang pengembangan sistem energi listrik dan hidrogen berbasis Nuclear Renewable Hybrid Energy System (NRHES), Badan Riset dan Inovasi Nasional melalui Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir (PRTRN), Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pusat Studi Energi (PSE) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada, Selasa (12/5).
Kolaborasi ini berfokus pada riset pengembangan sistem energi listrik dan hidrogen berbasis NRHES dengan mempertimbangkan emisi CO2 dan pasokan air bersih. “Pengembangan IKN yang berkonsep bersih, modern, dan maju menuntut adanya dukungan pasokan energi yang andal dan bersih serta tidak mengesampingkan faktor keekonomiannya,” terang Rizki Firmansyah Setya Budi, Periset PRTRN BRIN
Lebih lanjut ia menjelaskan, NRHES merupakan sistem energi terintegrasi yang menggabungkan tenaga nuklir, energi terbarukan, serta komponen pemanfaatan energi lainnya dalam satu kesatuan pengelolaan energi.
“Penggunaan Small Modular Reactor (SMR) memiliki banyak keungggulan diantaranya memiliki ukuran yang lebih kecil dan modular. Selain itu juga dapat digunakan untuk kogenerasi maka SMR dapat menjadi opsi dalam pengembangan energi di IKN,” ungkap Rizki.
Terkait dengan kerja sama riset, Rizki menjelaskan, PSE UGM merupakan pusat studi yang telah mempunyai pengalaman dalam perencanaan di bidang energi. Ia berharap kolaborasi riset ini mampu mendukung terciptanya pasokan energi yang bersih, andal, ekonomis melalui pengembangan NRHES.
“Selain terciptanya pasokan energi yang bersih, andal, serta ekonomis, melalui kolaborasi riset ini diharapkan mampu menghasilkan pertukaran ilmu dan keahlian antara PRTRN sebagai ahli kenukliran dengan PSE sebagai ahli perencanaan energi,” ujar Rizki.
Sementara itu, Kepala PSE UGM Prof. Sarjiya menyampaikan, isu energi khususnya PLTN tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknis. Di samping itu juga dipengaruhi oleh penerimaan masyarakat, aspek sosial politik, serta regulasi yang mendukung implementasinya.
“UGM melalui kelompok riset di bidang sistem tenaga dan perencanaan energi juga membuka peluang kolaborasi bagi peneliti BRIN. Termasuk pengembangan topik penelitian untuk program magister dan doktoral. Fokus riset mencakup perencanaan energi jangka panjang, integrasi PLTN SMR, hingga aspek operasional, dan keselamatan sistem energi masa depan,” ungkapnya.
Kolaborasi riset direncanakan berlangsung selama tiga tahun dan dilaksanakan di kawasan PRTRN BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie Tangerang Selatan, PSE UGM Yogyakarta, serta wilayah Balikpapan dan kawasan IKN di Kalimantan Timur.
Melalui kolaborasi ini, BRIN dan UGM diharapkan dapat memperkuat kapasitas nasional dalam perencanaan sistem energi terintegrasi. Mendukung target transisi energi nasional dan pengembangan energi bersih di Indonesia.***/mel
