Bangun Warehouse, Dorong Milenial Bertani

 Bangun Warehouse, Dorong Milenial Bertani
Warehouse UPJA yang dibangun di Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban – Jawa Timur. (foto: ist)

Jayakarta News – Secercah harapan terpancar dari wajah-wajah petani Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban – Jawa Timur. Sebuah warehouse UPJA  sudah selesai dibangun, dan diresmikan langsung oleh Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, Sabtu (15/9).

Sarwo Edhy mengatakan, Kementan mendukung penuh pengembangan Pertanian Korporasi Berbasis Mekanisasi (PKBM) yang bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan) melalui usaha pelayanan jasa Alsintan (UPJA). Muaranya bisa menurunkan biaya produksi usahatani, meningkatkan produksi dan pendapatan petani serta meningkatkan minat kaum milenial bertani. “Ke depan, kita harapkan ada kemandirian pemanfaatan alsin dan manajemen UPJA dengan bisnis modern,” ujarnya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian, Dr Sarwo Edhy, SP, MM mencoba alat mesin pertanian (Alsintan) di Tuban. (foto: ist)

Kementan juga sudah mengadakan kegiatan percontohan di lima lokasi yang ditetapkan berdasarkan SK Dirjen PSP No 07.1/2019. Salah satu lokasi tersebut berada di Desa Karangtinoto  Kecamatan  Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. “Ini Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri luar biasa. Bangunan yang sudah kita programkan tahun ini, hasilnya cukup bagus, berkat swadaya masyarakat tani. Jadi, kita bantu dengan dana Rp 560 juta dan swadaya tani Rp 120 juta,” ujar Sarwo Edhy.

Warehouse UPJA yang baru saja diresmikan ini, akan jadi percontohan untuk desa-desa dan kecamatan lain di Kabupaten Tuban. Bahkan, setiap warehouse yang dibangun di tiap titik di kabupaten seluruh Indonesia, menjadi proyek percontohan di kabupaten tersebut.

“Di sini ada ruang pertemuan dan tempat pelatihan. Ini selaras dengan fokus pembangunan SDM yang dicanangkan Presiden tahun ini. Terlebih di sini, ada tempat gabah, di sebelahnya dibangun dryer untuk pengering, nanti sebelahnya lagi kita bangun Rice Miling unit,” tambahnya.

Dirjen PSP Kementan, Dr Sarwo Edhy, SP, MM memberi keterangan pers usai meresmikan Warehouse UPJA di Kabupaten Tuban. (foto: ist)

Dengan warehouse yang dibangun, maka kelompok tani bisa mempunyai brand beras sendiri. Dengan begitu, dari hulu sampai hilir didapat. Mulai dari penanaman, pengolahan, kemudian panen mendapat gabah langsung digiling menjadi beras, dan di-branding sendiri.

“Di sini sudah terpadu, sudah ada kios Saprodinya, ada layanan bengkel alsintan, ada unit pengelolaan Alsintan, tempat cuci alsintan, gudang, kantor UPJA dan ruang pertemuan. Pendek kata, semua proses agribisnis mulai tanam sampai pasca panen akan dilaksanakan kelompok UPJA ini,” papar doktor lulusan UNJ tahun 2005 itu.

Dirjen PSP Kementan, Dr Sarwo Edhy, SP, MM bersama para petani Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban – Jawa Timur. (foto: ist)

Kemudian, lanjut Sarwo Edhy, Kementan bekerjasama dengan BPH Migas juga berupaya akan  memberikan layanan BBM Pertamini untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar baik solar maupun bensin bagi para petani yang ada disekitarnya. “Semua dalam rangka pengelolaan alat mesin pertanian. Dalam bingkai global, ini termasuk upaya mengubah mindset dari pola budidaya tradisional ke pola modern melalui sistem mekanisasi,” kata pria kelahiran Brebes, 22 Maret 1962 itu.

Sarwo Edhy menambahkan, pengelolaan alsintan oleh UPJA/Poktan/Gapoktan ke depan diarahkan secara bisnis. Untuk itu harus ada pengurus dalam UPJA/Poktan/gapoktan yang mau dan mampu mengelola pelayanan jasa alsintan secara profesional. “Sekali lagi saya berharap dengan adanya Bengkel Alsintan yang dikelola bersama oleh UPJA Tani Karya Mandiri dapat membantu meningkatkan produksi dan usaha tani warga sekitar,” pungkasnya. (*/rr)

Dirjen Sarwo Edhy berfoto bersama Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri, dan stakeholder pertanian Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. (foto: ist)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *