Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

 Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi
Kiri: Azki bersama Ida Farida Natalia, mamanya. Kanan: Azki bersama Kepala Sekolah Pasireurih 1, Kusnadi. Foto: Andang S

PRESTASI seperti melekat dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pasireurih 1, Desa Pasireurih, Cipeucang, Pandeglang. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa, sekolah ini banyak melahirkan siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan. Untung tingkat kecamatan, nyaris langganan juara.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, saat salah satu siswanya, Azki (10), meraih juara pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipeucang untuk cabang bulutangkis. Siswa kelas 5 SDN Pasireurih 1 itu mengalahkan rival-rivalnya dari sekolah lain, melalui perjuangan yang ketat.

Ditemui Jayakartanews di kediamannya, Sabtu (14/4), Azki mengaku awalnya tidak pernah menyangka bakal juara. Alasannya, selain porsi latihan yang ia rasa masih kurang, juga karena tingkat persaingan yang ketat di kelompok usianya. Rasa pesimisme itu ia tutup dengan bermain ngotot pantang menyerah. Ibarat, ke mana bola terarah, ia akan berjibaku menyabetnya.

“Yang paling seru saat di final melawan siswa dari SD Palanyar 1. Set terakhir sempat deuce di angka 20-20, namun akhirnya saya bisa menutup set penentuan itu. Kemenangan ini tidak luput dari peran pembimbing dan para guru SD Pasireurih 1,” ujar Azky

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Pasireurih 1 Kecamatan Cipeucang, Kusnadi saat dihubungi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya, juara di O2SN tingkat Kecamatan tahun 2018 ini. “Ini prestasi Azki. Berkat prestasinya, nama sekolah pun terangkat. Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada Azki dan semua pihak yang telah membantu serta men-support sehingga satu cabang olahraga di 02SN SD Pasireurih meraih gelar juara,” ujar Kusnadi

Hal senada dikatakan Ida Farida Natalia sebagai orang tua Azki. Ia merasa senang melihat anaknya meraih prestasi. Atas prestasi Azki, Ida berkeinginan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan lebih tinggi lagi. “Saya percaya, talenta Azki adalah anugerah Tuhan, maka sebagai orangtua saya tidak boleh mengabaikannya,” ujar Ida pula.

Langkah pertama orangtua adalah mengirimkan Azki ke PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kabupaten Pandeglang, agar mendapat pembinaan dan pengarahan lebih baik. “Semoga, Azki bisa menjadi pebulutangkis nasional yang mengharumkan Indonesia dan Pandeglang, khususnya. Itu harapan saya,” harap Ida. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *