Fajar/Rian Runner-up Singapore Open

JAYAKARTA NEWS— Pasangan ganda Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akhirnya harus puas ditempat kedua setelah ditumbangkan pasangan China, He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China, 19-21, 14-21 di Singapore Indoor Stadium, Minggu (2/6/2024).

Kesuksesan di ganda putra ini membuat China semakin mantap dengan gelar juara umum Singapore Open dengan menyapu empat dari lima gelar yang ada. Satu-satunya gelar yang lolos dari Timnas China hanya lah Tunggal putri yang diraih An Se-young dari Korea Selatan.

“Kami memang belum bisa juara tapi kami tetap bersyukur bisa melaju ke final Singapore Open ini. Lawan bermain luar biasa, kami tidak bisa mengimbangi speed dan power mereka. Sebagai pasangan baru mereka bermain percaya diri dan nothing to lose,” ujar Muhammad Rian Ardianto, dilansir PBSI.

Fajar Alfian menyampaikan hal senada. Ia memuji He/Ren. “Servis mereka sangat baik. Sangat tipis yang membuat kami kesulitan untuk membalikkannya. Bisa, tapi kadang-kadang tanggung, ” ucap Fajar.

Memang, lanjutnya, sangat disayangkan di gim pertama saat sudah mengejar tapi tidak bisa mendapatkan satu poin lagi untuk memaksakan setting. “Pertahanan mereka cukup rapat, beberapa kali kami gagal menembus oleh serangan kami,” tambahnya.

“Kami menganggap Singapore Open dan Indonesia Open pekan depan sebagai ajang simulasi menuju Olimpiade. Walau begitu, kami tetap punya target. Semoga kami bisa menampilkan yang lebih baik di hadapan publik sendiri,” tutup Fajar.***

Dikandaskan China, Indonesia Raih Runner-up Piala Uber

JAYAKARTA NEWS— Mimpi Tim Uber Indonesia bisa tampil cemerlang di partai final akhirnya pupus. Bahkan di dua partai pertama China kurang mendapat perlawanan yang berarti, mereka menang dua game langsung.

Hanya di partai ketiga, yang memberi perlawanan cukup keras sehingga He Bing Jiao harus memenangkan partai tersebut dalam tiga game melawan Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Tim China berhasil mengandaskan Indonesia dengan 3-0, sehingga dua partai lainnya tidak dimainkan.

Berikut score partai final:

WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs  Chen Yu Fei 7-21, 16-21
WD1: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Chen Qing Chen/Jia Yi Fan 11-21, 8-21
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs He Bing Jiao 21-10, 15-21, 17-21
WD2: Lanny Tria Mayasari/Rachel Allessya Rose vs Liu Sheng Shu/Zhang Shu Xian Tidak Dimainkan
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Han Yue Tidak Dimainkan

Gregoria Mariska Tunjung meminta maaf pada timnya karena tidak menunjukkan permainan yang bagus.

“Pertama saya mau meminta maaf kepada semua tim karena saya tidak menujukkan permainan yang bagus hari ini. Bisa dilihat gim pertama sangat tidak nyaman dan tidak yakin dengan apa yang mau saya tampilkan,” ujar Gregoria sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI, Minggu (5/5/2024).

“Saya sudah mencoba yang terbaik di gim kedua tapi itu tidak bisa bikin saya menang. Sedih dan kecewanya rasanya karena sebenarnya momen final Piala Uber adalah salah satu yang saya nantikan.

Kemarin bisa dibilang saya bermain cukup bagus, hal itu membuat saya punya ekspektasi untuk bermain bagus juga hari ini. Tapi itu malah jadi kesulitan sendiri, secara fisik saya tidak lelah tapi mungkin di pikirannya jadi berat. Sebaliknya lawan malah bisa bermain sangat bagus dengan tekanan sebagai tuan rumah.

Di luar itu, saya mau ucap syukur untuk tim Uber tahun ini. Saya berada di tim yang kompak, yang bisa membangun kerjasama yang bagus. Saya yakin kekompakan itu yang membuat kami hari ini ada di sini. Di final Piala Uber 2024,” paparnya.

Berikut ini komentar lengkap para pemain sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

Ribka Sugiarto: “Sudah diskusi dengan pelatih dan diputuskan saya dan Fadia yang turun sebagai ganda pertama. Lawan memang tidak mudah tapi kami ingin coba dulu. Hasilnya belum sesuai yang diinginkan tapi kami tetap bersyukur karena menurut kami, tim Uber tampil di final saja sudah bangga sekali.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: “Tadi sempat ingat momen pasangan sama Ribka di Piala Uber tahun 2021 di Aarhus. Saat itu kami masih pasangan dan bisa menyumbang poin saat lawan Thailand. Sayang, tim kita kalah tipis 2-3 dari mereka di perempatfinal.

Tidak menyangka bisa main di final Uber bareng Ribka lagi. Perjuangan sama-sama dari kecil, dari klub sampai sekarang mencetak sejarah bareng-bareng.

Chen/Jia sangat tough, secara pengalaman dan mentalitas mereka sangat baik. Apalagi mereka sudah sering berada di final beregu sementara kami baru pertama kali. Ini pelajaran berharga buat kami.”

Ester Nurumi Tri Wardoyo:”Tadi walaupun belum berhasil, saya merasa permainan saya sudah cukup baik. He Bing Jiao juga lawan yang tidak mudah, dia sangat berpengalaman. Dari kemarin sudah diskusi dengan pelatih tentang bagaimana cara bermain melawannya dan tadi Puji Tuhan bisa menerapkan apa hasil diskusi itu.

Tim sudah tertinggal 0-2 dan saya merasa tegang saat masuk lapangan. Tapi berbarengan dengan tegang, saya merasa excited ingin membukitkan kalau kita masih bisa.

Saya belajar banyak di turnamen ini, bagaimana mengatasi situasi di poin-poin kritis, cara bermain dan mental saya juga harus ditingkatkan.

Tiga tahun lalu, saya ada mendukung tim berlaga di final Piala Thomas di Aarhus, saat itu terbayang ingin rasanya berlaga di final sebesar Piala Thomas dan Uber dan bersyukur di tahun 2024 ini kami tim Uber Indonesia bisa merasakan itu. Rasanya senang dan bangga.” ***

Luar Biasa! Tim Uber Indonesia Melesat ke Semifinal

JAYAKARTA NEWS— Manajer Tim Ricky Soebagdja menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Tim Uber Indonesia melaju ke semifinal setelah menggusur Thailand 3-0 di babak perempat final.

“Luar biasa penampilan tim Uber Indonesia. Secara keseluruhan sangat membanggakan bagaimana Gregoria, Apri/Fadia dan Ester jatuh bangun berjuang di lapangan,” ujar Ricky sebagaimana dikutip dari laman resmi PBSI.

Gregoria menjadi kunci sebagai pembuka jalan. Apri/Fadia menunjukkan kesiapannya dalam bertanding. Dan Ester dengan mental yang benar-benar kuat, ketika stamina sudah terkuras, tinggal bergelut dengan dirinya sendiri dan itu bisa ia lewati.

Tim ini, ujarnya, memang gabungan dari senior dan junior, tidak diperhitungkan tapi dari situ mereka menjadi termotivasi dan terpacu. Secara tim begitu solid dan kompak. Ini mereka buktikan semua. Dengan keinginan kuat dari dalam diri.

“Terima kasih kepada para atlet, pelatih dan tim pendukung. Apresiasi setinggi-tingginya tapi tugas belum selesai. Masih ada babak semifinal besok melawan Korea. Sekarang kami fokus ke pemulihan, saya berharap yang tadi bermain bisa cepat recoverynya. Lalu siap untuk kembali diturunkan besok,” ujarnya.

Berikut adalah komentar para pemain:

Gregoria Mariska Tunjung: “Bersyukur karena pertandingan hari ini bisa lewat dengan baik. Saya berpikir kemenangan tadi untuk diriku dulu karena selama tur internasional belum sekalipun saya menang atas Intanon. Senang juga dengan dukungan tim di belakang yang membuat saya lebih percaya diri dan melepaskan ketegangan.

Saya menyiapkan kekuatan karena dia adalah pemain yang mempunyai teknik yang bagus, tidak mudah mengimbangi pukulan-pukulannya. Saya juga mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri karena poinnya ketat dan kejar-kejaran.

Lawan Intanon tidak bisa satu dua pukulan dapat poin, saya harus tahan dulu dengan polanya dia. Walaupun kecepatan bisa dibilang menurun tapi dia bisa menutupi dengan teknik yang sangat bagus.

Kemenangan atas Akane cukup menambah kepercayaan diri saya tapi saya selalu berpikir apapun bisa terjadi di lapangan. Jadi tadi saya me-reset pikiran saya untuk fokus dan lebih rileks untuk pertandingan tadi.”

Apriyani Rahayu: “Awal masuk sampai poin 15 gim pertama saya merasakan tegang dan coba melepaskan itu dengan meyakinkan diri sendiri, dibantu Fadia juga untuk setiap pukulan tidak harus memikirkan kaki saya.

Semua sudah ok, saya sejujurnya sudah tidak terlalu (memikirkan cedera), hanya memang Fadia dan pelatih hanya mengingatkan dan itu cukup membuat percaya diri naik.

Selebrasi tadi saya memang semangat sekali, saya mau sampaikan pesan ke tim, kalau kami di tim Uber itu juga bisa.”

Siti Fadia Silva Ramadhanti: ” Secara permainan, pola kami tidak jauh berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya. Kami sudah sama-sama tahu jadi tadi di lapangan kami benar-benar siap, benar-benar in dan tahu mau melakukan apa di lapangan. Lebih yakin.

Ester Nurumi Tri Wardoyo: “Puji Tuhan sangat senang bisa menang dan menjadi penentu tim Uber Indonesia ke semifinal. Masuk lapangan sempat tegang tapi karena tim sudah unggul 2-0 jadi tadi bukan menjadikan beban untuk saya tapi motivasi supaya saya bisa bermain lebih tenang dan lebih baik lagi.

Lawan Katethong saya sudah kalah 0-3 sebelumnya tapi saya mencoba untuk bermain maksimal, tidak mengingat hasil-hasil kemarin. Secara permainan dia kan tipenya menyerang, saya coba meladeni kecepatan dia tapi juga dengan kesabaran, tidak terburu-buru.

Di tiga poin terakhir tadi saya menanamkan untuk tidak mau kalah, ini belum selesai. Dari pelatih dan tim di belakang juga tidak henti menyemangati. Dari situ saya menemukan energi untuk memenangkan pertandingan.

Kemarin ada kak Greysia (Polii) datang, di tim juga ada ci Shendy (Puspa Irawati), mereka bilang sudah 14 tahun tim Uber tidak ke semifinal tapi kami tidak perlu terlalu memikirkan itu. Yang penting bermain maksimal, berjuang mati-matian di lapangan.

Indonesia 3-0 Thailand
WS1: Gregoria Mariska Tunjung vs Ratchanok Intanon 22-20, 21-18
WD1: Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai 21-17, 21-14
WS2: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Supanida Katethong 19-21, 21-19, 21-19
WD2: Ribka Sugiarto/Lanny Tria Mayasari vs Nuntakarn Aimsaard/Phataimas Muenwong Tidak Dimainkan
WS3: Komang Ayu Cahya Dewi vs Busanan Ongbamrungphan, tidak dimainkan.***/din

PBSI Naikkan Target SEA Games Kamboja Jadi 4 Emas

JAYAKARTA NEWS— PBSI menaikkan target Timnas Bulutangkis SEA Games Kamboja menjadi 4 emas. Target cukup berat ini membuat Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky berpikir keras dalam menentukan tim yang akan diturunkan nantinya.

Pada SEA Games Vietnam tahun lalu, target yang dibebankan pada Tim adalah 3 emas. Namun itu pun tak terpenuhi. Hasil Tim Bulutangkis Indonesia kala itu meraih 6 medali dari perorangan – yakni 2 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Sedang 2 medali dari beregu yakni 1 perak dan 1 perunggu.

Medali emas SEA Games 2021 bulu tangkis disumbangkan oleh pasangan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva dan pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Dikutip dari laman pbsi.id, Rionny dan tim pelatih memutuskan menggabungkan kekuatan senior dan junior untuk memenuhi target tersebut. Selain itu, kekuatan tim juga terbagi dengan turnamen Piala Sudirman 2023 yang hampir berbarengan.

SEA Games ke-32 akan digelar pada 5-17 Mei di Phnom Penh, Kamboja, bulutangkis sendiri dihelat pada 8-16 Mei di Badminton Hall Morodok Techo. Sementara, Piala Sudirman 2023 berlangsung pada 14-21 Mei di Suzhou, China.

Chico Aura Dwi Wardoyo dan Shesar Hiren Rhustavito akan menjadi ujung tombak di tunggal putra, ditemani Christian Adinata dan runner up Osaka International Challenge 2023, Alwi Farhan. Di sektor tunggal putri, kuartet Komang Ayu Cahya Dewi, Ester Nurumi Tri Wardoyo, Stephanie Widjaja, dan Mutiara Ayu Puspitasari menjadi andalan.

Di ganda putra, duet Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan dipercaya untuk mendulang medali emas, baik di kategori beregu putra maupun perorangan. Sementara di ganda putri, dipilih Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan ‘rising star’ Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari.

Untuk ganda campuran, Merah-Putih dapat berharap pada pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati dan Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela.

“Dengan target empat medali emas, saya rasa ini adalah tim yang kuat karena beberapa dari mereka akhir-akhir ini menampilkan prestasi yang cukup baik,” kata Rionny.

“Kami memang membagi kekuatan dengan tim ke Piala Sudirman. Memang di Piala Sudirman kami turunkan pemain utama tapi yang ini juga tidak kalah, levelnya sudah sama, prestasinya juga sudah mendekati,” lanjut Rionny.

Dengan kekuatan ini dan persiapan yang cukup, membuat Rionny optimistis.

“Memang ini levelnya hanya SEA Games tapi pengalaman dari tahun lalu di Vietnam, kami tidak boleh anggap enteng. Bukan hanya Thailand atau Malaysia, tapi ada Singapura juga yang harus diwaspadai. Hanya selama persiapan bagus dan cukup, kami rasa tidak ada masalah,” tutur Rionny.

“Semua pemain ini sudah punya performa, kualitas dan level yang baik, tinggal bagaimana nanti saya dan tim pelatih memberikan keyakinan agar mereka lebih percaya diri. Saya harap tim bisa menyiapkan diri sebaik-baiknya dan sampai jangan terlena karena ini levelnya SEA Games, kelihatannya kecil tapi tekanannya sebenarnya besar jadi jangan sampai tertekan,” pesannya.

Berikut Skuad Indonesia di SEA Games 2023:

Tunggal Putra:
1. Chico Aura Dwi Wardoyo
2. Shesar Hiren Rhustavito
3. Christian Adinata
4. Alwi Farhan

Tunggal Putri:
1. Komang Ayu Cahya Dewi
2. Ester Nurumi Tri Wardoyo
3. Stephanie Widjaja
4. Mutiara Ayu Puspitasari

Ganda Putra:
1. Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri
2. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Ganda Putri:
1. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi
2. Rachel Allessya Rose/Meilysa Trias Puspitasari

Ganda Campuran:
1. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati
2. Zachariah Josiahno Sumanti/Hediana Julimarbela.***/din

Pelatih Ganda Putra Ungkap Kunci Ciptakan All Indonesian Final

JAYAKARTA NEWS— Tim bulutangkis Indonesia meriah satu gelar dari ajang All England 2023. Gelar itu dipersembahkan sektor ganda putra lewat capaian all Indonesian final yang mempertemukan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Ini menjadi back-to-back all Indonesian final sektor ganda putra di All England setelah tahun lalu Merah-Putih juga mencatatkan hal serupa. Lalu, apa kunci kesuksesan ganda putra mendulang sukses di ajang bulutangkis tertua di dunia ini?

Berikut ini petikan wawancara dengan  pelatih Herry Iman Pierngadi dan Aryono Miranat sebagaimana dikutip dari laman pbsi.id

Coach, selamat atas capaian prestast di All England 2023. Apa perasaan anda ketika kembali ciptakan All Indonesian Final di All England secara beruntun?

Herry IP: Pastinya lega, yang diharapkan bisa berhasil, gembira rasanya. Happy lah.
Aryono: Puji Tuhan kami bisa menciptakan All Indonesian Final, rasanya plong dan lega banget. Kemarin saya sempat teriak kencang untuk melepaskan ketegangan. Terima kasih untuk semua tim support, masyakarat Indonesia yang ada di Birmingham khususnya Pak Dubes yang terus mendukung juga buat para pemain yang sudah berjuang.

Sebelum menciptakan All Indonesian Final, setegang apa anda saat memulai pertandingan demi pertandingan di All England?

Herry IP: Kalau masalah tegang, tidak terlalu ya karena sudah terbiasa, pekerjaan ini juga sudah puluhan tahun saya geluti jadi ketegangan pasti ada tapi kami sudah tahu cara mengatasinya. Yang penting jangan terlihat tegang oleh pemain, ini bisa berpengaruh kepada mereka juga.

Persiapan apa yang paling difokuskan menjelang All England 2023?

Herry IP: Memang kan All England kan target ya, jadi kami sudah punya rencana termasuk dengan absen di German Open untuk fokus persiapan benar-benar di sini. Satu minggu terakhir, kami berlatih dengan shuttlecock yang digunakan khusus pertandingan agar anak-anak terbiasa. Bersyukur bisa berhasil kembali mengulang pencapaian tahun lalu.

Saat melihat undian, seyakin apa sebenarnya ganda putra bisa ciptakan All Indonesian Final?

Herry IP: Jujur, kalau lihat dari undian berat. Babak pertama Fajar/Rian sudah bertemu Korea (Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae), walau pertemuan terakhir menang tapi rekornya masih menang-kalah. Lalu Leo/Daniel bertemu Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) rekor pertemuannya 0-4 sementara Ahsan/Hendra langsung bertemu Pramudya/Yeremia. Kalau menurut saya berat tapi saya cukup terkejut bisa mempertahankan gelar bahkan menciptakan All Indonesian Final. Saya selalu bilang ke anak-anak sebelum memulai latihan di Cipayung, siapapun yang mau juara silahkan, yang penting Indonesia.

Apa yang anda tanamkan ke benak anak-anak asuh anda sehingga mereka selalu tampil all out?

Herry IP: Saya selalu bilang, apa yang akan terjadi di nasib dan karir kamu, kamu tentukan sendiri. Menjadi atlet sudah tugas dan tanggung jawab masing-masing, kamu sudah totalitas di bulutangkis, jangan tanggung, jangan setengah-setengah. Terutama pesan ini saya sampaikan ke pemain-pemain muda. Contohlah seperti Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus yang hitungannya sudah sukses. Sekarang regenerasi ada di kalian.

Aryono: Kami di latihan selalu menanamkan rasa tidak mau kalahnya harus muncul jadi latihan kami cukup kompetitif, itu terbawa ke pertandingan. Di pertandingan juga fighting spirit-nya bagus sekali. Saya selalu katakan ini adalah pekerjaan mereka, profesi mereka jadi curahkan semua pikiran dan kemampuan saat itu.

Bagaimana anda bisa membaca pola permainan lawan dengan cepat lalu memberikan instruksi-instruksi detail saat interval atau jeda antar gim?

Aryono: Sebelum pertandingan pastinya kami menganalisa dulu permainan lawan lewat rekaman video. Nanti itu kadang-kadang berubah saat jalannya pertandingan, di sinilah kami harus jeli melihat perubahan-perubahan itu. Sebenarnya yang harus fokus itu bukan hanya pemain tapi kami juga. Jadi tidak boleh tegang, kalau tegang biasanya tidak bisa berpikir jernih.

Ahsan/Hendra ke final All England dua tahun berturut-turut, menurut anda apa kunci mereka tetap bisa di level atas hingga saat ini?

Herry IP: Menurut saya, mereka sudah mapan, sudah matang dalam segala hal. Tanggung jawab sebagai seorang ayah kepada keluarga, itu yang lebih kuat. Bagaimana mereka harus menafkahi keluarga dan memikul tanggung jawab besarnya itu yang membuat mereka bisa sampai sekarang masih konsisten.

Saya sama mereka sekarang sudah seperti saya berbicara ke adik, tidak selalu bicara teknis. Surprise melihat mereka bisa ke final lagi apalagi di perempatfinal dan semifinal pertandingan hidup-mati mereka, bisa lolos itu luar biasa banget.

Aryono: Ahsan/Hendra sangat berpengalaman dan luar biasa saya melihatnya mereka bisa kembali ke final. Pengalaman itu membuat mereka bisa melakukan apa saja dalam satu pertandingan. Ketenangan, fokus dan determinasinya juga masih prima.

Fajar/Rian tahun lalu terhenti di babak 32 besar, tahun ini progress sampai final. Apa perkembangan paling pesat dari Fajar/Rian sejauh ini?

Herry IP: Kalau dari teknis, Fajar/Rian lebih matang dan safe. Penempatan bola dan lain sebagainya. Dulu kan terkenal sering melakukan kesalahan sendiri baik Fajar maupun Rian juga. Kalau dari mental, ya mereka kelihatan lebih percaya diri. Di All England ini kelihatan sedikit goyah saat babak pertama tapi mereka bisa keluar dari tekanan. Dan saya melihat sudah mulai konsisten, dari tahun lalu ke tahun ini walau dikasih tanggung jawab sebagai ujung tombak Indonesia dan pemain ranking satu dunia tapi mereka bisa lepas dari tekanan. Itu perubahan signfikan dari mereka.

Aryono: Fajar itu tipikal pemain yang semuanya dibawa enjoy tapi jiwa tidak mau kalahnya besar. Saat juara di Malaysia Open dan menjadi pemain nomor satu dunia, kepercayaan dirinya naik dan pintar menganalisa permainan. Untuk Rian sekarang dia mulai bisa konsisten permainannya.

Sinergitas Herry IP dengan Aryono Miranat seperti apa? Hingga bisa membawa ganda putra ke kejayaan?

Herry IP: Saya sama Aryono sudah cukup lama bersama, dari tahun 2001 kalau tidak salah. Sempat pisah sebentar terus balik lagi. Kerjanya sudah kompak, sudah saling percaya. Karakternya juga saya klop, saya senang dengan dia. Aryono bisa mengisi kekurangan saya dan begitu juga sebaliknya.

Aryono: Herry sebagai Head Coach, saya sebagai asisten secara pekerjaan sudah mengerti masing-masing. Kami banyak diskusi dan menganalisa permainan dan nyambung. Kami juga sudah berteman lama jadi sudah klik saja begitu.

All England sudah, tapi di depan mata sudah menanti Race to Olympic, apa pesan anda untuk anak-anak ganda putra menuju ke sana?

Herry IP: Sama-sama kami tanggung bersama. Jangan semua dibebankan ke pemain. Saya, Aryono dan pelatih fisik Yansen (Alpine) juga harus kerja lebih berat lagi untuk mewujudkan target yang lebih berat yang sudah menunggu di depan mata. Fisik dan teknik tidak bisa jalan sendiri-sendiri, harus bersinergi jadi suasana latihan tidak terpaksa. Bebannya bukan beban individu tapi beban bersama, beban tim ganda putra. ***

Fajar/Rian Juara Ganda All England 2023

JAYAKARTA NEWS— Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil menjadi juara ganda putra All England setelah menumbangkan rekan senegaranya, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dalam pertarungan dua gim, 21-17, 21-14.

Pertandingan yang awalnya berlangsung sengit di gim pertama sebelum akhirnya dimenangkan Fajar/Rian, di gim kedua menjadi melemah lantaran Ahsan mengalami cedera. Walhasil, pasangan Ahsan/Hendra tak bisa memberi perlawanan maksimal. Yang hebatnya, meski cedera, Ahsan tetap berjuang melanjutkan pertandingan hingga gim kedua ditutup dengan kemenangan Fajar/Rian 21-14.

Fajar/Rian melaju ke final setelah mengalahkan pasangan ganda China He Ji Ting/Zhou Hao Dong (China) 21-19, 21-17. “Setelah berhasil menang di gim pertama, kami lebih enjoy di gim kedua. Lebih rileks, pukulan-pukulan pun lebih taktis. Secara permainan pun lebih percaya diri. Tapi di poin-poin akhir kami ingin buru-buru menyelesaikan pertandingan tapi malah bumerang buat kami. Beruntung tadi bisa menemukan lagi fokusnya dan pelatih juga selalu mengatakan untuk tidak lengah berapapun poin kami unggul,” kata Fajar saat mengomentari keberhasilannya mengalahkan pasangan China di semifinal. ***/din

Tumbangkan Pemain Malaysia, Syabda Buktikan tak Terpengaruh Kekalahan Rekannya

JAYAKARTA NEWS— Pebulutangkis tunggal putra Syabda Perkasa Belawa terus menjaga asa dengan melaju ke babak ketiga turnamen bulutangkis Mansion Sport Malang Indonesia International Challenge 2022. Dia tidak terpengaruh dengan hasil negatif rekannya sesama penghuni Pelatnas Cipayung.

Bertarung di Platinum Arena, Malang, Jawa Timur, Rabu (12/10), Syabda bermain solid. Menghadapi Cheam June Wei asal Malaysia, salah satu andalan tuan rumah ini bermain apik. Meski tidak mudah, dia pun akhirnya menang lewat pertarungan tiga gim, 21-16, 17-21, 21-7 atas unggulan keempat itu.

“Setelah menang di gim pertama, dan kalah di gim kedua, di gim ketiga saya kembali fokus ke permainan saya sendiri. Ingin menerapkan strategi seperti di gim awal. Yaitu, tidak memberi kesempatan lawan untuk menekan lebih dulu. Saya pun bisa mengontrol permainan depan dan menghindari lawan menyerang. Ternyata berhasil,” kata Syabda kepada Tim Humas dan Media PBSI.

Dengan hasil itu, selain Syabda, Bobby Setiabudi dan Tegar Sulistio juga terus melaju. Bobby berhasil mengatasi perlawanan Woraphop Chuenkha (Thailand), 21-14, 21-11. Sementara Tegar menjungkalkan unggulan ke-16 asal Malaysia, Lim Chong King, 21-12, 21-8.

Sayang kemenangan Syabda tidak diikuti rekan-rekannya. Alvi Wijaya Chairullah takluk kepada Sun Fei Xiang dari China, 21-11, 16-21, 11-21. Sedangkan Christian Adinata, unggulan ke-12, pun kalah di tangan Lee Shun Yang asal Malaysia dengan 13-21, 9-21. Sehari sebelumnya, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay juga sudah tersisih di babak pertama.

“Mengenai kekalahan hari ini, saya merasa tidak dalam performa terbaik. Di sisi lain lawan juga bermain lebih siap. Kegagalan saya dalam dua turnamen di Yogyakarta lalu cukup berpengaruh terhadap penampilan saya pada hari ini. Saya merasa kepercayaan diri saya menurun dan seperti tidak mengenal diri sendiri,” kata Christian.

Kendati rekan-rekannya sudah tersisih, Syabda menyebut dirinya tidak mau terpengaruh. Dia hanya ingin fokus kepada performa diri sendiri.

“Ya disayangkan, teman-teman ada yang sudah kalah. Tetapi saya tidak mau terpengaruh. Saya hanya ingin fokus kepada diri sendiri untuk selalu tampil terbaik setiap turun bertanding,” tegas Syabda. “Setelah kalah, saya berharap, teman-teman bisa tampil maksimal di babak selanjutnya dan diberikan kelancaran dan kemudahan,” harap Christian. (ctr)

Sektor Ganda Putra Kembali Solid

JAYAKARTA NEWS— Permasalahan antara pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi dan sang anak buah, Kevin Sanjaya Sukamuljo yang sempat mencuat ke publik berakhir bahagia. Mereka sepakat untuk mengakhirinya dengan damai setelah mendapat mediasi dan konsultasi dari PP PBSI.

Hal ini disampaikan langsung Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (30/9) siang.

“PBSI punya komitmen yang sangat kuat untuk membangun suasana kepelatihan yang kondusif, dengan disiplin yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan kebersamaan,” ucap Agung.

“Saya ingin mengatakan gesekan-gesekan dalam organisasi itu biasa terjadi. Kevin dengan usianya masih muda dan Pak Herry IP yang sudah senior pasti terjadi gesekan. Namun karena hubungan mereka sangat baik seperti hubungan orang tua dan anak, maka kita juga menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan. Kita amati apa masalahnya, lalu kita panggil, bicara dari hati ke hati dan akhirnya selesai. Jadi saya ingin menyampaikan bahwa masalah ini sudah selesai,” jelas Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan bahwa saat ini PBSI sedang fokus menyiapkan program menuju kualifikasi Olimpiade Paris 2024 yang akan dimulai pada 1 Mei 2023. Sehingga PBSI tidak ingin hal-hal seperti ini menganggu fokus persiapan.

“Dalam kesempatan ini perkenankan saya juga mengucapkan terima kasih karena masalah seperti ini diangkat. Ini menggambarkan kecintaan dan kepedulian masyarakat terhadap olahraga bulutangkis sangat besar,” tutur Agung.

“Tapi penting juga dipahami bahwa pada saat ini PBSI sedang dalam proses persiapan untuk memulai Olimpiade Paris 2024 dimana kick off penghitungan kualifikasinya akan dimulai tahun depan atau tepatnya pada 1 Mei 2023. Dan oleh karena itu kita sangat fokus dan tidak mau ada hal-hal yang mengganggu. Ini masalah kecil tapi kalau kemudian tidak ada hal-hal yang kita lakukan secara betul maka masalah ini akan berkepanjangan,” tegas Agung.

Dalam kesempatan yang sama, baik Herry maupun Kevin menyampaikan permohonan maaf atas apa yang telah terjadi di belakang. Mereka sepakat untuk saling memaafkan.

“Pertama saya mengucapkan terima kasih sudah dimediasi oleh Ketua Umum, Pak Agung Firman dan Ketua Harian, Pak Alex (Tirta). Saya dan Kevin sudah lama, saya sudah anggap dia seperti anak. Kalau saya ada salah, saya meminta maaf. Kita juga sudah ketemu bersama tim ganda putra yang lain dan semua sudah clear. Tadi pagi kita juga sudah latihan bersama semua,” ungkap Herry.

“Saya meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi. Kita sudah bertemu, sudah ngobrol satu sama lain untuk menyelesaikan masalah ini,” sambung Kevin.

Selanjutnya, Kevin bersama pasangannya Marcus Fernaldi Gideon dan beberapa tim ganda putra lainnya akan langsung fokus ke tiga turnamen di Eropa bulan Oktober mendatang. (ctr)

PBSI Gelar Piala Presiden 2022

JAYAKARTA NEWS— Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memastikan gelaran Piala Presiden 2022 yang pertama kalinya sepanjang sejarah bulutangkis Indonesia siap dihelat. Ajang turnamen bulutangkis tingkat nasional ini bergulir pada 1-6 Agustus di Gedung Olahraga Nanggala, Cijantung, Jakarta Timur.

GOR Nanggala yang berada di dalam kompleks Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu juga terus bersolek. Persiapan sudah mencapai 95%.

“Sejak hari Jumat (29/7) lalu, Gedung Olahraga Nanggala sedang kami sulap untuk siap menggelar Piala Presiden untuk pertama kalinya sepanjang sejarah,” ujar Broto Happy, Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI.

“Karena memerlukan enam lapangan, kami memasang tiga lapangan masing-masing berhadapan,” sambung Broto.

Selain itu, PP PBSI sebagai panitia pelaksana juga menggelar tradisi potong nasi tumpeng dan doa bersama agar turnamen dapat berjalan dengan lancar. Acara ini dipimpin langsung Ketua Umum Agung Firman Sampurna di GOR Nanggala, Minggu (31/7) sore.

“Setelah tertunda beberapa bulan, akhirnya Insya Allah besok kita akan menggelar turnamen Piala Presiden. Ini merupakan sejarah baru, jadi tidak ada kata yang paling tepat selain mengucap syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Agung.

“Semoga turnamen Piala Presiden 2022 berjalan sukses dan lancar hingga penutupan nanti. Dan semua yang terlibat, baik atlet, pelatih, ofisial, panitia dan lainnya selalu diberikan kesehatan dan menampilkan kemampuan terbaik,” tambahnya.

Sementara terkait peserta, Broto mengatakan ada perubahan setelah pertemuan para manajer tim yang diadakan Minggu (31/7).

“Setelah pertemuan manajer hari ini dapat kami update bahwa total atlet yang akan mengikuti Piala Presiden 2022 berjumlah 606 atlet dari 30 provinsi,” jelas Broto.

“Besok pertandingan di hari pertama akan dimulai pukul 09.00 WIB, tapi sebelum itu akan terlebih dahulu diadakan acara pembukaan,” terang Broto.

Acara pembukaan Piala Presiden 2022 sendiri akan dilaksanakan Senin (1/8) pagi mulai pukul 08.00 WIB. Saat ini, panitia masih menunggu konfirmasi kehadiran dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

“Kami berharap Bapak Presiden Jokowi dapat hadir di acara pembukaan dan penutupan. Saat ini posisi kami masih menunggu arahan dan konfirmasi,” ucap Broto.

Bagi rekan-rekan media yang mau meliput acara pembukaan sekaligus pertandingan Piala Presiden 2022 pada Senin (1/8) esok, silahkan mengonfirmasi diri ke Sdr. Deri Destan (082126349786) untuk pendataan dan tata cara peliputan.***/ebn

Ini Daftar Sementara Pemain Indonesia yang Menerima Undangan ke Kejuaraan Dunia 2022

JAYAKARTA NEWS— Satu lagi wakil Indonesia diundang Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) untuk ikut dalam ajang Kejuaraan Dunia 2022. Dia adalah pasangan ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi.

Ana/Tiwi dipastikan tampil di turnamen yang akan dihelat pada 22-28 Agustus mendatang di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, setelah PBSI mengonfirmasi keikutsertaannya.

“Kami menerima kabar baik dari BWF, yaitu Indonesia mendapat tambahan satu wakil lagi di Kejuaraan Dunia 2022 atas nama Febriana/Amalia dari ganda putri,” tutur Broto Happy, Kepala Bidang Humas dan Media PP PBSI.

“Tentunya kami mengonfirmasi keikutsertaan Ana/Tiwi. Ini menjadi senjata tambahan di sektor ganda putri setelah Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Nita Violina Marwah/Putri Syaikah,” tambah Broto.

Sebelumnya, Indonesia sudah mendapat tambahan wakil lewat Putri Kusuma Wardani di tunggal putri dan juga sudah dikonfirmasi. Hanya, saat ini Putri sedang menjalani pendidikan Polisi Wanita. PBSI pun terus berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar atlet kelahiran Tangerang, 20 Juli 2002 itu dapat tampil di Kejuaraan Dunia 2022.

“Kami terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait agar Putri bisa terlibat di Kejuaraan Dunia 2022. Sejatinya, turnamen ini akan sangat penting untuk pengalaman Putri ke depan,” ucap Broto.

Berikut daftar sementara nama-nama pemain Indonesia yang menerima undangan tampil di Kejuaraan Dunia 2022

Tunggal Putra

  1. Anthony Sinisuka Ginting
  2. Jonatan Christie
  3. Shesar Hiren Rhustavito
  4. Tommy Sugiarto

Tunggal Putri

  1. Gregoria Mariska Tunjung
  2. Putri Kusuma Wardani

Ganda Putra

  1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
  2. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
  3. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
  4. Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri

Ganda Putri

  1. Ribka Sugiarto/Siti Fadia Silva Ramadhanti
  2. Nita Violina Marwah/Putri Syaikah
  3. Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi

Ganda Campuran

  1. Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari
  2. Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso
  3. Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. ***/azh