Connect with us

Feature

“Aku Melangkah Lagi” | TUTUP TAHUN SEKOLAH TALENT SCHOOL

Published

on

Dari kiri: Thomas, Quinncy, Yohana. Dua siswa yg telah lulus. (foto: ernaningtyas)

JAYAKARTA NEWS – Bagi para siswa yang telah lulus sekolah menengah, menentukan pilihan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukan perkara mudah.  Namun tidak demikian dengan murid  Talent School. 

Dua siswa yang baru lulus dari sekolah alam yang berada di Pakem, Sleman, Yogyakarta ini telah mantap dengan pilihan masing-masing. Quinncy Rahma Allam, lulus dari jenjang SMP dan akan melanjutkan ke SMK jurusan tata busana (batik dan tekstil).  Sementara Yohana Easter Agaviera de Fretes yang lulus SMA telah mantap melanjutkan kuliah di Universitas Terbuka (UT) jurusan Bahasa Inggris.

Thomas Hartanto Wahjusuprobo, Kepala Sekolah Talent School menyatakan, tema tutup tahun 2024 ini adalah “Aku Melangkah Lagi”. Seperti judul lagu yang pernah dinyanyikan Vina Panduwinata. “Tentunya melangkah lagi dengan pasti,” tegas Thomas pada acara tutup tahun 2023-2024 di Omah Daren Coffee n Resto di Turi, Sleman, Sabtu (15/6).

Thomas, demikian ia akrab disapa, menjelaskan bahwa setelah selesai satu jenjang, banyak anak acapkali dibuat bingung mau melanjutkan ke mana. “Saya berharap, setelah menyelesaikan satu jenjang pendidikan, murid Talent School bisa melangkah dengan pasti,” tandasnya.

Thomas (kiri) Elda Christie (guru pandaping, paling kanan) bersama murid Talent School. (foto: ernaningtyas)

Analisis Sidik Jari

Siswa-siswi Talent School tidak akan ragu melangkah. Sebab, di sekolah alam ini bakat dan minat anak dideteksi sejak mereka pertama kali masuk sekolah. Metode yang digunakan adalah dengan analisis sidik jari. “Di Talent School, potensi dan minat anak telah diketahui, maka setiap anak akan dibimbing dan didampingi sesuai minat dan bakatnya. Selanjutnya mereka bisa menentukan pilihan dengan mantap,” kata Thomas.       

Quinncy, sapaan akrab Quinncy Rahma Allam dan kakak Yo, nama panggilan Yohana Easter Agaviera de Fretes, adalah dua contoh nyata. Keduanya telah mantap dengan pilihan masing-masing. Quinncy ingin menjadi ahli tata busana sementara Yohana ingin fokus belajar Bahasa Inggris. Kedua siswa ini beruntung bisa menjadi bagian dari sekolah alam Talent School. 

Quinncy memiliki keterbatasan. Di sekolah yang terketak di kawasan kaki Merapi ini para guru mendampingi setiap siswa agar mampu tumbuh dan berkembang maksimal.   “Saya mau sekolah di Talent karena tempat ini menyenangkan,” tutur Quinncy. 

Kiri: Triwik Andriyani, ibunda Quinncy Rahma Allam. Kanan: Antonio de Fretes, papa Yohana. (foto: Ernaningtyas)

Ramah Anak

Sementara, ibunda Quinncy yakni Triwik Andriyani menyatakan, sekolah yang baik adalah sekolah yang sesuai dengan kondisi anak. Di samping, membuat siswa nyaman dan bersemangat belajar di sekolah. “Terima kasih, sekolah ini telah melakukan pendekatan yang ramah anak,” tuturnya.

Triwik mengakui bahwa pendidikan karakter yang didapat Quinncy di sekolah bisa menjadi bekal untuk menapaki perjalanan selanjutnya. Rasa terima kasih juga disampaikan Antonio de Fretes, orang tua dari Yohana. Menurutnya, Talent School telah memberi bekal yang cukup untuk anak-anak melangkah di jenjang selanjutnya.

Yohana adalah siswa Talent yang memilih online.  Ia tinggal di Jakarta. Selama menyelesaikan pendidikan SMA-nya di Talent School, kakak Yo adalah penari balet yang juga menjadi pengajar balet. Dua kegiatan ini bisa ia lakukan karena Talent School memang mendorong siswa untuk berkembang di luar kegiatan belajarnya. (Ernaningtyas)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *