Ajak Millennials Terapkan Branderpreneurship dan Kreasi Konten Sosmed Jadi Wirausahawan

 Ajak Millennials Terapkan Branderpreneurship dan Kreasi Konten Sosmed Jadi Wirausahawan

Menyadari pentingnya meningkatkan kompetensi siswa dalam kewirausahaan di era revolusi 4.0 saat ini, Universitas Mercu Buana dan SMK PGRI 3 Marunda, bidang keahlian Bisnis dan Manajemen menyelenggarakan kegiatan Branderpreneurship Meets Content Creation – “Penerapan Strategi Kewirausahaan Berbasis Pengembangan Merek melalui Komunikasi Kreatif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah” pada November 2018 lalu di SMK PGRI 3, Marunda, Jakarta Utara. Sebagai perwakilan penyelenggara kegiatan, Ruang KreAsix dari Universitas Mercu Buana memandang generasi millennial perlu mengetahui kiat-kiat menerapkan strategi kewirausahaan berbasis pengembangan merek sejak dini melalui kreasi konten di media sosial agar sukses berwirausaha. Dengan menghadirkan pembicara praktisi Arif Nurohman selaku Social Media Manager dari Oldo Digital, dalam acara tersebut ia mengungkap hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang konten kreatif untuk mengembangkan nilai merek pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah melalui media sosial Instagram kepada 22 siswa peserta terpilih dari kelas XII Akuntansi dan Administrasi Perkantoran.

Sebagai bagian dari peringatan Hari Guru Nasional, 25 November 2018, penyelengaraan kegiatan merupakan langkah Universitas Mercu Buana, Jakarta dan SMK PGRI 3 Marunda bersama berkolaborasi untuk memacu para siswa kejuruan memiliki sikap mental kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dapat selalu beradaptasi dengan perubahan global, dan memiliki kompetensi dalam membangun dan mengembangkan nilai merek melalui kreasi konten untuk UMKM industri kreatif. Selaras dengan program Kuliah Peduli Negeri gagasan Universitas Mercu Buana, pelaksanaan acara bertema Kewirausahaan Kreatif merupakan bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kepada siswa peserta di Kelurahan Marunda, Jakarta Utara. Sebanyak 22 siswa terpilih mengikuti kegiatan yang memaparkan dan melakukan praktek kreasi lukis boneka kayu peg doll, kemudian menangkap gambar (memotret) boneka hasil kreasi lukisnya menggunakan smartphone, merancang dan menulis konten kreatif lalu mem-posting di Instagram

Metode praktek dilakukan supaya dengan cara yang menyenangkan, para siswa bisa mendapat gambaran langsung dan memahami materi terkait pengembangan nilai merek melalui kreasi konten di Instagram. Dengan demikian diharapkan UMKM industri kreatif mendapat kepercayaan konsumen, mereknya berada pada benak dan perasaan konsumen sehingga eksistensinya bertahan dan bisa memasuki pasar mancanegara. Pemilihan tema acara mengacu pada keterangan resmi Direktur Pengembangan Produk Ekspor dan Ekonomi Kreatif Kementerian Perdagangan (Kemendag), Dody Edward, dalam acara program terpadu pengembangan merek produk, tahun 2017 lalu. “Produk dengan merek yang direncanakan dengan baik, didesain secara menarik, dan dikomunikasikan secara tepat, akan lebih mudah masuk di pasar mancanegara dan bersaing dengan produk-produk negara lain,” ungkap Dody. (nanang s)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *