Abdi Masyarakat Sugeng Santoso Berpulang

 Abdi Masyarakat Sugeng Santoso Berpulang

Suasana pemakaman almarhum Sugeng Santoso di TPU Malaka. (foto: nanang)

Jayakarta News – Warga Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi bersedih atas wafatnya Sugeng Santoso. Ia adalah sosok Ketua RT yang dicintai sekaligus dihormati warga RT 05/04 Kelurahan Jatibening Baru. Filosofi kepemimpinannya adalah “pemimpin adalah abdi masyarakat yang harus melayani, bukan minta dilayani.”

Almarhum Drs Sugeng Santoso, MM wafat dalam usia 57 tahun pada hari Minggu (31/5/2020) di RS Awal Bros Bekasi karena sakit. Warga mengiringi prosesi pemakaman sejak dari rumah duka hingga ke TPU Malaka, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Almarhum meinggalkan seorang istri dan dua anak.

Almarhum merupakan sosok pemimpin yang  memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap warga, terutama selama pandemi covid-19. Ia aktif bersama warga melakukan upaya pencegahan penularan virus corona dengan melakukan penyemprotan disinfektan dan edukasi-edukasi lain. Di samping, menggalang bantuan sembako kepada warganya yang terkena dampak secara ekonomi. “Saya banyak berkomunikasi dengan almarhum melalui handphone,” ujar Kemad Sadeli, Ketua RW 04, yang tampak hadir di pemakaman.

Almarhum juga dikenal santun dalam berdemokrasi. Meski dua kali gagal dalam pemilihan Ketua RW 04 (tahun 2016 dan 2019) tetapi bersikap legowo. Dalam pemilihan RW langsung yang diadakan secara demokratis, disikapi sebagai sebuah kontestasi. Kalah dan menang adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima oleh semua yang ikut berkontes.

“Saya turut mendoakan semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya dan di terima segala amal baiknya, dan mudah-mudahan anak-anak yang ditinggalkan akan selalu mendoakan orang tuanya,” imbuhnya, usai menaburkan bunga di atas pusaran sebagai bentuk peghormatan terakhir.

Rasa duka yang dalam juga ditunjukkan oleh Suharto (Pak Bro), Sekretaris RT 05. “Saya mengenal almarhum sudah cukup lama. Banyak kegiatan sosial yang ia lakukan selama menjadi Ketua RT di sini meskipun baru beberapa bulan menjabat. Ia orangnya baik kepada siapa pun, banyak berbagi kepada siapa pun, tanpa melihat latar belakangnya. Setiap berbagi, ia tidak pernah mau disebut namanya. Saya sangat merasa kehilangan seorang partner dalam mengelola lingkungan di sini. Ia adalah sosok pemimpin yang sangat peduli. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya dan diterima segala amal baiknya,” ujar Suharto yang tentunya akan melanjutkan tongkat kepemimpinan  Ketua RT 05/04 hingga akhir masa jabatan.

Sementara itu, salah seorang warga bernama Suryadi tak kurang sedinya, ditinggal wafat “Pak RT”. “Almarhum adalah seorang pemimpin warga yang luar biasa, baik di lingkungan sosial maupun di lingkungan keluarga. Saat ngobrol, setiap ucapannya memiliki sifat yang mendidik dan berpikiran maju. Saya juga merasa sedih dan sangat kehilangan sosok seperti beliau. Inspirasinya mengenai masalah sosial selalu mengena pada sasaran yang selalu mengajarkan kepada kita bahwa di saat tangan kanan memberi, tangan kiri kita jangan sampai tahu,” ujar Suryadi. (nanang)

Karangan bunga tanda turut duka cita atas wafatnya Sugeng Santoso. (foto: nanang)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *