Connect with us

Ekonomi & Bisnis

Dirut BULOG: Pencapaian Swasembada Pangan tak Lepas Kerja Keras Petani, Nelayan dan Para Pelaku Pangan

Published

on

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani/Foto: bulog.co.id

JAYAKARTA NEWS— Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen perusahaan mengawal swasembada pangan yang berkelanjutan melalui penguatan penyerapan hasil panen, stabilisasi pasokan, dan keberpihakan kepada petani dan nelayan.

“BULOG berkomitmen untuk terus hadir mendukung petani, nelayan, dan seluruh pelaku pangan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Rizal di Jakarta, Senin.

Dia menyampaikan komitmen sebelumnya juga disampaikan dalam agenda Temu Wicara Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo yang diikuti lebih dari 370 petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, baru-baru ini.

Dikutip dari Antara, Rizal menyampaikan pencapaian swasembada pangan tidak dapat dilepaskan dari kerja keras para petani, nelayan, dan pelaku pangan di seluruh nusantara.

Ia mengatakan BULOG sebagai badan usaha milik negara (BUMN) sektor pangan akan terus memperkuat sebagai stabilisator pangan sekaligus mitra strategi bagi petani dengan memastikan hasil panen terserap pada harga yang adil.

Menurut Rizal, petani dan nelayan merupakan pahlawan pangan bangsa yang memiliki peran besar dalam menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga harus mendapat dukungan yang berkelanjutan.

Dia menegaskan ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan stok, tetapi juga tentang keberpihakan kepada petani, nelayan, dan seluruh pelaku pangan yang menjadi ujung tombak produksi nasional.

Oleh karena itu, BULOG akan terus hadir sebagai mitra strategi melalui penyerapan hasil panen, penguatan cadangan pangan, serta stabilisasi pasokan dan harga guna mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Sebagai salah satu langkah konkret, BULOG terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, khususnya gabah kering panen (GKP) sesuai harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Berdasarkan data per 19 Juni 2026, lanjut Rizal, realisasi pengadaan beras Perum Bulog telah mencapai 3.151.332 ton atau 78,55 persen dari target pengadaan tahun 2026 yang diproyeksikan sebesar kurang lebih 4 juta ton.

Selain pengadaan, perusahaan itu juga menjalankan fungsi stabilisasi hilir melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) serta bantuan pangan yang menyasar 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini, stok beras yang dikelola BULOG tercatat mencapai 5,19 juta ton, menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Melalui SPHP, BULOG telah menyalurkan lebih dari 357 ribu ton beras ke pasar rakyat, ritel modern, Gerakan Pangan Murah (HPM), dan Rumah Pangan Kita (RPK). (Antara)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement