25 Merek Beras Fortifikasi tak Sesuai Standar, Dirut BULOG: Bahan Evaluasi Perkuat Pengawasan

JAYAKARTA NEWS— Terungkap 25 merek beras yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi diduga tidak sesuai dengan standar dan kandungan yang tercantum pada label. Persyaratan yang dimaksud mengacu pada SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Adapun merek beras yang diduga melakukan pelanggaran adalah WFO, TKS, IMF, NUR, TKL, HOK, BRV, IMR, IHJ, IAK, PBK, GNB, DTR, TKR, WJK, PLK, MKY, IMC, PTK, ARP, ARN, SKM, GNM, TAR, dan CMS.

“Bagi saya, hasil pemeriksaan dan temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi BULOG untuk terus memperkuat tata kelola, pengawasan, dan kualitas beras.”

“Kami berkomitmen memastikan pangan yang dikelola BULOG memenuhi standar yang ditetapkan dan memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat, ujar Dirut Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, Rabu (16/9/2026), yang juga hadir dalam ekspos hasil pemeriksaan dan temuan beras fortifikasi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, kemarin.

Atas temuan tersebut, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memerintahkan penarikan produk dari peredaran, mencabut izin, serta memproses pihak-pihak yang diduga terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menteri Pertanian (Mentan) yang juga selaku Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman yang menyampaikan temuan tersebut mengatakan, hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah karena beras merupakan pangan strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Pemerintah tidak hanya memastikan ketersediaan beras, tetapi juga memastikan kualitas dan keamanan produk yang dikonsumsi masyarakat. “Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” tegasnya, dilansir InfoPublik.

Kronologi

Ia menjelaskan bahwa temuan tersebut berawal dari pemeriksaan terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi. Berdasarkan hasil pengujian di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), dan Eurofins Angler Biochemlab yang telah bersertifikat, ditemukan produk yang diduga tidak memenuhi kandungan fortifikasi sebagaimana yang tercantum pada label.

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” ujar Mentan Amran.

Pemerintah mencatat, terdapat 25 merek diduga melakukan penipuan ketidaksesuaian kandungan. Padahal, lanjut Mentan Amran, beras fortifikasi memiliki tujuan khusus untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi kelompok masyarakat rentan, antara lain masyarakat miskin, ibu hamil dan menyusui, balita, serta kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran,” kata Mentan.

Kerugian Konsumen Rp89 Triliun

Selain persoalan kandungan, pemerintah menemukan adanya disparitas harga yang sangat tinggi. Produk yang seharusnya berada pada kisaran harga sekitar Rp13.000-Rp13.500 per kilogram ditemukan dipasarkan hingga Rp57.000 per kilogram.

Menurut Mentan Amran, selisih harga tersebut sangat merugikan masyarakat apabila produk yang dibeli ternyata tidak memberikan kandungan fortifikasi sebagaimana yang dijanjikan. “Yang tertinggi dijual Rp57.000. Seharusnya sekitar Rp13.500. Selisihnya bisa mencapai Rp44.100 per kilogram. Ini sangat merugikan konsumen,” ujarnya.

Pemerintah memperkirakan nilai kerugian konsumen akibat dugaan praktik tersebut dapat mencapai sekitar Rp89 triliun. Angka tersebut merupakan estimasi dan masih menjadi bagian dari pendalaman bersama aparat penegak hukum.

Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan adanya pihak yang mengambil keuntungan dengan mengorbankan masyarakat, terlebih produk tersebut berkaitan dengan kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan gizi. “Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil,” tegas Andi Amran Sulaiman. (*/di)

BULOG Gelontorkan Lebih 1,8 Juta Kilogram Beras untuk Korban Bencana NTT

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG terus memperkuat dukungan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui percepatan penyaluran bantuan pangan. Berdasarkan data, hingga 13 September 2026, BULOG telah menyalurkan 1.735.985 kilogram Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 104.500 kilogram beras melalui CPPD/KLDI.

Total bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 1.840.485 kilogram. BULOG juga telah merealisasikan 7.000 liter minyak goreng untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak.

Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers di Ruang Supply Chain Command Tower (SCCT) Perum BULOG Kantor Pusat, Jakarta, Senin (14/9/2026), bersama Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini, jajaran Wakil Ketua dan Anggota Komisi VI DPR RI, serta manajemen Perum BULOG.

Penyaluran bantuan menjangkau wilayah terdampak di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Manggarai Barat, serta Kota Kupang, sebagai bagian dari upaya memastikan dukungan pangan tersedia di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Berdasarkan perkembangan realisasi penyaluran, pagu CBP bencana alam di Kabupaten Ende, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, dan Manggarai Barat telah terealisasi 100 persen, sedangkan penyaluran di Kabupaten Ngada telah mencapai 77,52 persen.

BULOG terus mempercepat penyelesaian penyaluran di wilayah tersebut sekaligus memastikan ketersediaan stok yang memadai agar kebutuhan pemerintah daerah dan masyarakat dapat dipenuhi dengan cepat sesuai penugasan.

Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini mengapresiasi respons cepat BULOG dalam mendukung penanganan bencana sekaligus menjaga ketersediaan pangan di NTT.

“Kami mengapresiasi langkah BULOG yang bergerak cepat memastikan beras tersedia dan dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dalam kondisi bencana, kecepatan respons dan kesiapan stok menjadi sangat penting. Di saat yang sama, BULOG juga harus terus menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah tetap terpenuhi,” ujar Anggia.

Memperkuat Stok Pangan

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, BULOG tidak hanya fokus pada percepatan distribusi bantuan, tetapi juga telah menyiapkan penguatan stok untuk menjamin keberlanjutan pasokan di NTT.

“Saat ini stok beras yang tersedia di Kanwil BULOG NTT sebesar 26,336 juta kilogram. Untuk semakin memperkuat kesiapan, kami juga akan menambah pasokan sekitar 67,466 juta kilogram dari Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Barat, serta Nusa Tenggara Barat. Dengan penguatan tersebut, stok ke depan diproyeksikan mencapai sekitar 93,782 juta kilogram,” jelasnya.

Ahmad Rizal menambahkan, ketersediaan stok yang kuat menjadi fondasi penting agar BULOG dapat merespons setiap kebutuhan dengan cepat, baik untuk penanganan bencana maupun pelaksanaan program pangan pemerintah lainnya.

“BULOG siap menjalankan setiap penugasan pemerintah. Setelah penyaluran CBP bencana alam dan CPPD/KLDI, kami juga akan melanjutkan penyaluran Bantuan Pangan ke seluruh wilayah Provinsi NTT. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh dukungan pangan secara tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu,” tambahnya.

Sebagai pengelola cadangan pangan pemerintah, BULOG memiliki peran strategis untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dalam berbagai kondisi. Ketika terjadi bencana, jaringan gudang dan infrastruktur distribusi BULOG menjadi bagian penting dalam mempercepat mobilisasi stok ke wilayah terdampak. Pada saat yang sama, stok yang tersedia tetap dijaga untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta pelaksanaan berbagai penugasan pemerintah di bidang pangan.

BULOG juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan agar penanganan pangan pascabencana berjalan berkelanjutan.

Selain melalui CBP bencana alam dan CPPD/KLDI, penyaluran Bantuan Pangan di seluruh Provinsi NTT akan menjadi langkah lanjutan untuk memperluas dukungan kepada masyarakat, sejalan dengan peran BULOG dalam menjaga ketahanan pangan, menjamin ketersediaan stok, serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di berbagai wilayah Indonesia. (*/di)

Beras Premium Mulai Langka di Ritel, Bulog Gelontorkan 75.000 Ton Stok Pemerintah

JAYAKARTA NEWS— Perum Bulog mulai menyalurkan persediaan beras premium milik pemerintah ke pasar sebagai upaya mengatasi kelangkaan beras yang terjadi di sejumlah jaringan ritel modern.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa Bulog telah mengundang dan mengumpulkan 12 perusahaan ritel besar di Indonesia. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendorong penyerapan beras premium yang saat ini tersedia di Bulog.

Dalam tahap awal, Bulog menyiapkan sebanyak 75.000 ton beras premium untuk disalurkan melalui ritel modern maupun pasar dalam beberapa waktu mendatang.

“Jadi kemarin, hari Jumat sore, kami sudah mengumpulkan 12 ritel besar di Indonesia untuk menyerap 75.000 ton beras premium produk Bulog. Saat ini proses pendistribusiannya sedang berjalan,” ujar Rizal kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Rizal menjelaskan bahwa penyaluran stok tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi agar Bulog segera melakukan operasi pasar guna menjaga ketersediaan beras di masyarakat.

Setelah menerima perintah dari Menteri Dalam Negeri pada Jumat, jajaran Bulog di seluruh Indonesia langsung bergerak. Mulai Sabtu pagi, petugas Bulog di berbagai daerah diterjunkan untuk menyalurkan stok beras yang tersedia.

“Begitu kami mendapatkan perintah dari Pak Mendagri pada hari Jumat, sejak Sabtu pagi kami bersama teman-teman Bulog di seluruh tanah air langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan operasi pasar,” katanya.

Sementara itu, proses distribusi 75.000 ton beras premium menuju jaringan ritel masih berlangsung. Bulog menargetkan stok tersebut dapat segera tersedia di berbagai ritel modern dalam beberapa pekan ke depan.

“Harapannya dalam minggu-minggu ini seluruhnya sudah masuk ke ritel modern, termasuk ke pasar-pasar SP2KP kalau ada,” tutur Rizal. (*/di)

BULOG Pastikan Ketersediaan Beras dan Kelancaran Distribusi Pangan di NTT

LABUAN BAJO, JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG memastikan ketersediaan beras dan kelancaran distribusi pangan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mendukung berbagai penugasan pemerintah.

BULOG melakukan monitoring langsung proses pembongkaran beras mobilisasi nasional (Movenas) di Pelabuhan Labuan Bajo Jumat (21/8). Hingga saat ini, sebanyak 150 ton beras telah dibongkar di Pelabuhan Labuan Bajo.

Monitoring dilakukan untuk memastikan proses bongkar muat berjalan dengan baik, sekaligus menjaga kualitas beras sebelum selanjutnya didistribusikan sesuai kebutuhan di lapangan.

Mengutip keterangan Humas BULOG, Direktur Operasi Andi Afdal bersama Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, serta jajaran terkait yang terdiri atas Kepala Divisi Manajemen Logistik (Manlog), Kepala Divisi Umum, Kepala Divisi Pengadaan dan Pengelolaan Pangan (PPP), serta Pimpinan Cabang BULOG Ruteng, turut melakukan peninjauan langsung di lokasi.

“Kami memastikan proses mobilisasi dan pembongkaran beras berjalan dengan baik. Beras yang masuk akan kami kelola dan distribusikan sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan pangan masyarakat di NTT tetap terjaga,” ujar Andi Afdal.

Ia menambahkan, stok beras yang tersedia akan dioptimalkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pangan masyarakat dan penugasan pemerintah, termasuk Bantuan Pangan, penanganan masyarakat terdampak bencana alam, serta pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Foto: Humas BULOG

Kelancaran Distribusi Pangan

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan bahwa BULOG terus memastikan kelancaran distribusi pangan hingga ke wilayah yang membutuhkan.

“Kami terus melakukan koordinasi dan monitoring di lapangan agar beras yang tersedia dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan. Dalam kondisi bencana, tentunya distribusi menjadi salah satu perhatian utama agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat,” kata Rahmanto.

Untuk memperkuat ketersediaan pangan di wilayah NTT, BULOG memastikan stok beras saat ini mencapai sekitar 35 ribu ton. Selain itu, BULOG juga menyiapkan tambahan stok sekitar 40 ribu ton yang akan dimobilisasi secara bertahap dari sejumlah wilayah, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.

Penguatan stok tersebut merupakan langkah antisipatif BULOG untuk menjaga kecukupan pasokan sekaligus memberikan fleksibilitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan pangan masyarakat dan penugasan pemerintah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, BULOG akan memperkuat ketersediaan beras di NTT melalui tambahan pasokan yang dimobilisasi dari sejumlah wilayah.

Dalam mendukung penanganan bencana di NTT, BULOG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan bantuan pangan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama BULOG telah meninjau langsung kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa bumi Flores di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Rabu (19/8).

Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, BULOG telah merealisasikan penyaluran sebanyak 207 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 6.000 liter minyak goreng untuk mendukung penanganan bencana di sejumlah wilayah NTT.

BULOG akan terus melakukan monitoring terhadap kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, dan pihak terkait lainnya.

Melalui penguatan stok, mobilisasi pangan, dan optimalisasi distribusi, BULOG memastikan kebutuhan beras masyarakat NTT tetap terpenuhi serta siap mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk dalam kondisi darurat akibat bencana alam. (*/di)

BULOG tak Hanya Jaga Ketersediaan Pangan, Stabilitas Harga tapi juga Miliki Tanggung Jawab Sosial

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG bersama Kodam XXII/Tambun Bungai menggelar operasi katarak gratis bagi 100 warga di Palangka Raya dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit TNI AD Tingkat IV Palangka Raya, Rabu (12/8/2026).

Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut memiliki makna istimewa karena dilaksanakan dalam dua momentum penting, yakni peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan hari jadi Kodam XXII/Tambun Bungai.

“Semangat kemerdekaan dan pengabdian menjadi landasan kuat bagi kita untuk terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya, dilansir MC Kota Palangka Raya.

Menurut Marga, kesehatan merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Penglihatan yang baik turut mendukung masyarakat dalam belajar, bekerja, beraktivitas, dan menjalani kehidupan secara mandiri.

Karena itu, upaya memulihkan kesehatan mata melalui operasi katarak dinilai menjadi bagian dari langkah nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai perusahaan negara yang menjalankan mandat pemerintah di bidang pangan, lanjut Marga, Perum BULOG tidak hanya berperan menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga, dan ketahanan pangan nasional, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

“Segala yang kami lakukan merupakan bagian dari ikhtiar menjalankan amanah negara, tidak hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam dimensi sosial dan kemanusiaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Staf Kodam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama Perum BULOG dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas institusi memiliki arti penting karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Palangka Raya dan sekitarnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perum BULOG atas kolaborasi dan kepedulian yang diwujudkan melalui kegiatan ini. Operasi katarak gratis ini tentu memberikan dampak yang sangat berarti bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini memiliki keterbatasan dalam memperoleh layanan kesehatan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 100 warga yang mengalami gangguan penglihatan memperoleh layanan operasi katarak tanpa biaya.

BULOG Bagi-bagi Paket Sembako

Selain pelayanan kesehatan, Perum BULOG juga menyalurkan 100 paket sembako kepada pasien operasi katarak. Setiap paket berisi beras premium kemasan lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram sebagai dukungan kebutuhan pangan selama masa pemulihan.

“Kami berharap setelah penglihatannya pulih, para penerima manfaat dapat kembali beraktivitas dengan lancar, meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hidup, serta mengurangi beban sosial dan ekonomi akibat keterbatasan penglihatan,” katanya.

Sinergi bersama Kodam XXII/Tambun Bungai tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BULOG untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat, tidak hanya melalui perannya dalam menjaga ketahanan pangan nasional, tetapi juga melalui dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat. (*)

Semester I 2026, Multiplier Effect BULOG Melesat Rp48,54 Triliun

JAYAKARTA NEWS— Nilai multiplier effect dari kegiatan pengadaan dan pengelolaan pangan BULOG tercatat sebesar Rp34,99 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp48,54 triliun pada Semester I 2026.

“Nilai tersebut menggambarkan luasnya aktivitas ekonomi yang bergerak melalui penyerapan hasil petani, pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga perdagangan pangan,” papar Dirut Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani.

Ia menjelaskan, penugasan pemerintah kepada BULOG tidak berhenti pada pengelolaan stok, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

Di sisi hulu, penyerapan hasil panen memberikan kepastian harga dan pasar bagi petani. Di sisi hilir, Program SPHP dan Bantuan Pangan menjaga akses masyarakat terhadap pangan sekaligus melindungi daya beli.

Ketika kegiatan produksi, pengolahan, penyimpanan, logistik, dan distribusi bergerak bersama, manfaat ekonominya akan meluas ke berbagai sektor.

Di sisi hilir, BULOG menjalankan Program SPHP untuk menjaga ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat. Harga maksimal beras SPHP di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi.

Sementara Rp13.100 per kilogram untuk wilayah Sumatera lainnya, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan; serta Rp13.500 per kilogram untuk Maluku dan Papua.

BULOG Salurkan 795,5 Juta Kg Beras SPHP Sepanjang 2025

Sepanjang 2025, BULOG telah menyalurkan 795,5 juta kilogram beras SPHP dan 719,3 juta kilogram Bantuan Pangan. Sementara itu, pada Semester I 2026, penyaluran mencapai 627,56 juta kilogram beras SPHP dan 676,28 juta kilogram Bantuan Pangan.

Penyaluran tersebut menghasilkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Program SPHP menciptakan penghematan belanja masyarakat sebesar Rp1,99 triliun pada 2025 dan Rp1,57 triliun pada Semester I 2026.

Sementara itu, Bantuan Pangan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat sebesar Rp11,96 triliun pada 2025 dan Rp11,24 triliun pada Semester I 2026.

Dengan demikian, jelas Rizal, manfaat ekonomi langsung dari Program SPHP dan Bantuan Pangan mencapai Rp13,95 triliun pada 2025 serta Rp12,81 triliun pada Semester I 2026. Secara kumulatif, kedua program tersebut memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat sebesar Rp26,76 triliun sepanjang 2025 hingga Semester I 2026.

“Multiplier effect tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pangan pemerintah melalui BULOG mampu membangun siklus ekonomi yang saling menguatkan. Petani memperoleh kepastian pasar, pelaku usaha pengolahan dan logistik mendapatkan ruang untuk berkembang, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap pangan dengan harga yang terjangkau.”

“Penugasan yang kami jalankan bukan hanya berkaitan dengan jumlah stok yang dikelola. Di dalamnya terdapat perlindungan kepada petani, aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha, stabilitas harga, pengendalian inflasi pangan, serta perlindungan terhadap pengeluaran rumah tangga. Semua manfaat tersebut menjadi bagian dari kontribusi BULOG terhadap perekonomian nasional,” lanjut Ahmad Rizal, dilansir Humas BULOG.

Ke depan, katanya lebih jauh, Perum BULOG akan terus meningkatkan efektivitas penyerapan hasil produksi dalam negeri, memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, menjaga kualitas pangan selama penyimpanan, serta memastikan penyaluran SPHP dan Bantuan Pangan berjalan tepat jumlah, tepat mutu, tepat harga, dan tepat sasaran.

Penguatan peran dari hulu hingga hilir, BULOG akan terus hadir sebagai instrumen strategis Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, mendukung kesejahteraan petani, melindungi daya beli masyarakat, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia. (*/di)

Kabar Baik! Mulai 17 Agustus Bantuan Pangan Beras Disalurkan, Setiap Penerima Dapat 10 Kg

JAYAKARTA NEWS— Kabar baik untuk masyarakat. Mulai 17 Agustus mendatang, Badan Pangan Nasional (Bapanas) merealisasi bantuan pangan beras guna memperkuat perlindungan sosial. Untuk itu Bapanas menugaskan Perum Bulog menyalurkan 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

Instruksi ini bukan sekadar program rutin. Dengan anggaran jumbo Rp17,52 triliun, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan jaring pengaman sosial benar-benar terasa di dapur rakyat.

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan setiap penerima akan memperoleh bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Penyaluran dilakukan sekaligus untuk tiga bulan alokasi agar bantuan dapat segera diterima masyarakat.

“Pemerintah menugaskan Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada 33.244.408 penerima masing-masing sebanyak 10 kilogram untuk alokasi Juli hingga September 2026,” ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).

Pemerintah juga memilih momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai waktu dimulainya penyaluran bantuan.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas, Rachmi Widiriani, mengatakan langkah tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan.

Penyaluran bantuan akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 17 Agustus 2026. Pemerintah berharap distribusi dapat berlangsung cepat dan menjangkau seluruh penerima sesuai target.

Pemerintah Gunakan Data DTSEN Versi Terbaru

Untuk memperluas akses masyarakat, pemerintah tidak hanya mengandalkan jaringan Perum Bulog, tetapi juga mengoptimalkan peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik penyaluran. Koperasi yang memiliki fasilitas memadai dan berada dekat dengan lokasi penerima bantuan akan dimanfaatkan agar distribusi lebih mudah, cepat, dan efisien.

Dalam memastikan bantuan tepat sasaran, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru yang telah diperbarui pada 10 Juli 2026. Basis data tersebut disusun melalui kerja sama antara Bapanas, Kementerian Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga penyaluran diharapkan semakin akurat.

Pemerintah juga meminta pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan Perum Bulog di masing-masing wilayah untuk memastikan seluruh proses distribusi berjalan lancar. Targetnya, penyaluran bantuan pangan tahap kedua dapat terealisasi 100 persen.

Program bantuan pangan beras tahap kedua merupakan salah satu arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat jaring pengamanan sosial. Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp17,52 triliun untuk mendukung penyaluran hampir satu juta ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

Sebelumnya, penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk alokasi Februari dan Maret 2026 telah menjangkau 33,14 juta keluarga atau sekitar 99,7 persen dari target. Sebanyak 664,88 ribu ton beras dan 132,97 ribu kiloliter minyak goreng telah berhasil disalurkan kepada masyarakat.

Jika diinginkan, saya juga dapat mengubahnya menjadi gaya berita kantor berita, siaran pers pemerintah, atau artikel media online yang lebih menarik dengan judul dan lead yang lebih kuat. (*/di)

Lima Wilayah BULOG Tembus 100 Persen Target Pengadaan

JAYAKARTA NEWS— Perum BULOG kembali mencatatkan capaian strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga 14 Juli 2026, BULOG berhasil menyerap 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri atau sekitar 85 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton.

Capaian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena lima wilayah kerja BULOG berhasil melampaui 100 persen target pengadaan, yakni Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali.

Di antara seluruh wilayah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian tersebut merupakan bukti nyata sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di berbagai sentra produksi nasional.

“Keberhasilan menyerap 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja keras seluruh insan BULOG bersama pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta para pelaku usaha penggilingan. Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal, dilansir Humas Perum BULOG.

Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani dan Mentan Amran/Foto: Humas BULOG

Penyerapan Gabah dan Beras Terus Berlangsung

Meski sejumlah wilayah telah menuntaskan target pengadaan, BULOG memastikan kegiatan penyerapan gabah dan beras petani masih terus berlangsung di seluruh wilayah produksi.

Optimalisasi jaringan pengadaan, kesiapan gudang, sarana pengolahan, serta kolaborasi dengan seluruh mitra akan terus diperkuat hingga target nasional tercapai.

“Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran BULOG akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia. Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Menurut Ahmad Rizal, penguatan stok melalui penyerapan produksi dalam negeri memberikan ruang yang semakin besar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani /Foto: Humas BULOG

Profesional, Transparan dan Akuntabel

BULOG juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan standar kualitas komoditas yang diserap. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan petani sekaligus memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah tetap kuat.

“BULOG di seluruh Indonesia akan terus bergerak hingga target nasional tercapai. Pengadaan ini bukan sekadar memenuhi angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen negara dalam melindungi petani, memperkuat cadangan pangan nasional, dan memastikan swasembada pangan Indonesia terus berkelanjutan,” ucapnya. (*/di)

Perkuat Identitas Produk Pangan Pemerintah, Dirut Bulog Usul Merek Beras SPHP Diganti Jadi ‘Beras Kita’

JAYAKARTA NEWS— Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan pergantian merek beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi ‘Beras Kita’ agar lebih mudah dikenali masyarakat sekaligus memperkuat identitas produk pangan pemerintah.

Rizal mengatakan usulan dengan konsep dua produk baru, yakni ‘Beras Kita Premium’ dan ‘Beras Kita Medium’ telah disampaikan kepada Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

“Kami sudah lapor ke Pak Mentan (Menteri Pertanian) rencana produk baru dari Bulog yaitu Beras Kita Premium dan Beras Kita Medium,” kata Rizal ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengembangan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang digelar Kementerian Pertanian di Jakarta, Kamis (9/7), dikutip dari Antara.

Rizal mengatakan penggunaan nama ‘Beras Kita’ terinspirasi dari produk pemerintah lain seperti ‘Minyakita’ dan ‘Gula Manis Kita’ yang dinilai lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Menurut dia, penyamaan identitas berbagai produk pangan pemerintah diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memudahkan konsumen mengenali produk yang dipasarkan melalui berbagai saluran distribusi.

Bulog menargetkan memproduksi sekitar 2 juta ton ‘Beras Kita’ untuk memenuhi kebutuhan pasar komersial setelah seluruh proses persetujuan pemerintah melalui Rapat Koordinasi Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Rizal menjelaskan tulisan SPHP tetap dicantumkan pada kemasan dalam ukuran lebih kecil, sedangkan Beras Kita menjadi identitas utama yang tampil pada bagian depan produk.

Ia berharap perubahan identitas tersebut membuat produk beras pemerintah lebih dekat dengan masyarakat tanpa mengubah fungsi utama sebagai instrumen menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Namun, harga beras itu masih menunggu keputusan pemerintah melalui Rakortas Kemenko Pangan

Foto: Instagram ahmadrizal.ramdhani

Bulog akan memasarkan ‘Beras Kita’ dalam kemasan 5 kilogram, namun tidak menutup kemungkinan menghadirkan ukuran lain sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen di pasar.

Rizal mengatakan fleksibilitas ukuran kemasan diperlukan agar produk pemerintah mampu menjangkau lebih banyak kalangan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan kebutuhan pasar nasional.

Varian Beras Kita Premium akan menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kadar air 14 persen dan pecahan 15 persen, yang diproses kembali melalui penyortiran dan pemolesan sehingga memenuhi standar kualitas beras premium.

Sementara itu, beras hasil penyerapan Bulog tetap berasal dari beras medium sebelum melalui proses peningkatan mutu untuk menghasilkan kualitas premium sesuai standar yang ditetapkan.

Bulog memastikan beras SPHP yang saat ini masih beredar tetap dipasarkan seperti biasa karena kualitas produknya tidak mengalami perubahan selama masa transisi menuju identitas baru.

Pergantian identitas produk hanya mencakup aspek kemasan dan merek, sedangkan mutu beras tetap dipertahankan sesuai standar pemerintah agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal.

Bulog berharap proses persetujuan pemerintah dapat segera rampung sehingga produksi dan distribusi Beras Kita dapat dimulai secepatnya untuk memperkuat pasokan beras nasional di pasaran. (Antara/di)

BULOG Dukung Gerakan Tanam Padi Serentak di Kawasan Cetak Sawah Merauke

JAYAKARTA NEWS— Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) DR Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, BULOG siap mendukung penuh keberhasilan program strategis pemerintah melalui penguatan penyerapan hasil panen petani dan pembangunan ekosistem pangan yang terintegrasi.

Menurutnya, peningkatan produksi harus diiringi dengan jaminan penyerapan agar petani memperoleh kepastian pasar dan harga yang layak.

Hal ini ditegaskannya terkait pelaksanaan Gerakan Tanam Padi Serentak yang dipimpin Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, di lokasi cetak sawah Desa Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Foto: Instagram ahmadrizal_ramdhani

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mempercepat pengembangan kawasan pangan nasional sekaligus memastikan peningkatan produksi pertanian diikuti dengan kesiapan penyerapan hasil panen guna memperkuat cadangan pangan pemerintah.

“Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat,” ujar Amran.

Pemerintah, ujarnya, hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden.

“Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera,” tambahnya. (*)