Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Berkebaya, Indah dan Mudah - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Fashion

Berkebaya, Indah dan Mudah

Published

on

SEBAGIAN perempuan beranggapan mengenakan kain kebaya hanya cocok digunakan saat menghadiri resepsi pernikahan atau acara resmi. Ada pula yang menganggap hanya bagi mereka yang usianya sudah lebih dari separuh abad.

Tapi kini anggapan tersebut dibantah kaum perempuan baik orang per orang maupun yang tergabung dalam komunitas. Bahwa berkain dan berkebaya atau berkebaya dipadupadankan dengan sarung kini sudah biasa dan cocok digunakan untuk kegiatan sehari hari.

Di antaranya Komunitas Cinta Berkain (KCB) yang belum lama ini merayakan ulang tahun ketiga, di Jakarta.”Berkebaya bukan sesuatu yang ribet, yang menjadikan perempuan sulit bergerak. Tanpa meninggalkan pakem, perempuan Indonesia memakai kebaya tetap bisa leluasa beraktifitas. Berkebaya pun tidak meninggalkan modernitas,” ungkap Fika Sumbogo, salah satu anggota KCB.

Hal senada diutarakan Rahmi Hidayati, ketua panitia acara diskusi bertema ‘Mencintai Indonesia dengan Berkebaya’. “Dengan berkebaya menjadikan perempuan Indonesia lebih dari sekadar modern, tetapi menjadikan perempuan modern kembali ke akarnya, yakni sebagai wanita Indonesia yang berbudaya, berjati diri, dan berkelas, bukan pengekor budaya bangsa lain.”

Harus diakui perempuan Indonesia kini lebih memilih pakaian yang praktis, sehingga perempuan berkebaya menjadi pemandangan yang langka. “Ini yang menjadikan Indonesia seperti kehilangan sebagian jati dirinya,” lanjut Rahmi belum lama ini di kantor Kemendikbud Jakarta.

Rasa keprihatinan ini yang mendasari sejumlah perempuan Indonesia membentuk komunitas perempuan berkebaya dengan tujuan menjaga dan melestarikan busana kebaya agar kembali dicintai dan dikenakan sehari-hari. Komunitas ini menggelar 1000 Perempuan Berkebaya, sebagai upaya mengajak perempuan Indonesia, tidak saja mencintai kebaya sebagai busana nasional, tetapi juga melestarikannya agar tetap terjaga dan dicintai oleh anak cucu pewaris Indonesia.

Busana tradisional ini merupakan warisan leluhur yang dikenakan oleh perempuan Indonesia sejak dulu di berbagai daerah, seperti Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Ambon.

Acara yang disertai diskusi dengan pembicara antara lain Prof. Dr. Edi Sedyawati (sejarawan), Musa Widyatmodjo (designer) dan Siska Sarwono (praktisi). Ketiganya mengupas masalah kebaya sesuai bidang masing-masing. Diharapkan dengan perhelatan ini akan mendorong pemerintah lebih peduli lagi terhadap kelestarian kebaya, dengan cara mengenalkannya sejak dini di bangku-bangku sekolah melalui kurikulum pendidikan kebudayaan.***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement