Kabar
Wamen Dzulfikar Monitoring Program SMK Go Global di Politeknik ATI Makassar
- /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2026-08-24-031014.png&description=Wamen Dzulfikar Monitoring Program SMK Go Global di Politeknik ATI Makassar', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/Screenshot-2026-08-24-031014.png&description=Wamen Dzulfikar Monitoring Program SMK Go Global di Politeknik ATI Makassar', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
JAYAKARTA NEWS— Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, melakukan monitoring pelaksanaan Program SMK Go Global di Politeknik ATI Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/8/2026).
Monitoring tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan program sekaligus melakukan pengecekan terhadap kesiapan fasilitas, sarana, dan prasarana yang mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global.
Kegiatan monitoring difokuskan pada pengecekan fasilitas dan sarana prasarana yang menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Program SMK Go Global. Kesiapan fasilitas menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan peserta memperoleh proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Wamen P2MI menekankan pentingnya penguatan kompetensi bagi generasi muda sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
Menurutnya, dunia kerja global membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan, tetapi juga mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri serta kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.
“Yang pertama harus punya skill. Yang kedua, kalau sudah seperti yang ada di luar negeri, sesuatu yang lain yang ada di Jepang, maka juga harus punya kemampuan,” ujar Wamen P2MI Dzulfikar, dilansir Humas KP2MI.
Wamen P2MI Dzulfikar juga mendorong peserta didik untuk tidak berhenti mengembangkan kemampuan pada satu bidang. Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut generasi muda untuk terus belajar, memperluas pengalaman, serta meningkatkan kompetensi. “Jangan mantap di satu,” pesan Dzulfikar Ahmad.
Kemampuan Bahasa
Selain keterampilan teknis, Dzulfikar menilai kemampuan bahasa menjadi salah satu bekal penting bagi calon Pekerja Migran Indonesia. Kemampuan berkomunikasi akan membantu pekerja beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan sosial di negara penempatan.
Ia juga mengingatkan bahwa kompetensi harus berjalan beriringan dengan karakter dan moral. Menurutnya, kecerdasan dan keterampilan yang dimiliki seseorang harus disertai integritas dan kematangan moral agar mampu menjadi modal dalam menjalankan aktivitas dan profesi.
“Yang menyelamatkan Anda di mana Anda bekerja, beraktivitas, berprofesi adalah kematangan moral,” tegasnya. (*/di)
