Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Trimatra untuk Pendidikan Nasional - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Kabar

Trimatra untuk Pendidikan Nasional

Published

on

JAYAKARTA NEWS—Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) akan mengadakan Fokus Diskusi Kelompok (FDK) ke-5 dari rangkaian diskusi bertema besar ‘Pendidikan Sebagai Penjuru Dalam Membangun Warganegara Unggul’ di Apartmen Sultan, Rabu (11/12/2019).

Diskusi kali ini masih membahas masalah kurikulum dengan mengangkat isu Trimatra (Etika, Logika, Kebangsaan) sebagai masukan bagi perbaikan Sistim Pendidikan Nasional kita.

Sejumlah tokoh akan hadir dalam diskusi ini, di antaranya Pontjo Sutowo (Aliansi Kebangsaan), Bambang Pharma (YSNB), wakil BSNP, wakil Puskur dan Wakil Kemenag serta para pakar pendidikan yang sangat konsen menyempurnakan standar pendidikan nasional.

Menurut Pontjo Sutowo, permasalahan praksis pendidikan di Indonesia cukup banyak dan dilematis. Pertama, permasalahan mental bangsa yang sudah menjadi permasalahan besar sehingga perlu program revolusi mental untuk memperbaikinya.

Kedua, permasalahan defisit ideologi sehingga diperlukan usaha untuk tetap mendudukkan Pancasila dengan membentuk lembaga BPIP. Masalah ideologi tentu menyangkut masalah nasionalisme/kebangsaan.

Ketiga, permasalahan penurunan kecerdasan. Indikatornya berupa rendahnya hasil uji PISA 2019 yang baru diumumkan beberapa hari lalu.

Keempat, permasalahan terlalu banyaknya pelajaran yang mengakibatkan siswa-siswa kita menanggung beban berlebihan.

Atas beberapa masalah tersebut, YSNB lewat jubirnya Bambang Pharma memandang perlu mengusulkan rasionalisasi kurikulum dengan mengajukan konsep Trimatra (Etika, Logika, Kebangsaan) pada Pendidikan Dasar dan Menengah. Sehingga kurikulum inti di Indonesia adalah Agama-Etika-Logika-Kebangsaan.

Berbeda dengan beberapa negara lain yang tidak menempatkan Agama dalam kurikulumnya, kita menempatkannya karena Agama selain berhubungan dengan etika juga berhubungan dengan nasionalisme yang ditandai pada alinea 2 UUD 1945. Kalimat itu menyatakan merdeka atas rahmat Tuhan YME. Maka dari itu sangat mengherankan jika Kebangsaan dipertentangkan dengan Keagamaan.

Sementara Logika atau Kecerdasan yang terdiri dari Sains-Matematika-Literasi-Bahasa yang mengindikasikan kemampuan bernalar dalam jangka panjang harus terus diperbaiki agar hasilnya maksimal.

Sisanya, kita perlu gerakan-gerakan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk terus digulirkan (contohnya Gernas Pemberantasan Buta Matematika).

Gerakan dan usulan yang terangkum dalam trimatra ini diharapkan bisa mengejar ketertinggalan kita sehingga pendidikan kita mampu mencetak warganegara unggul.***/sm

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement