Tags : bambang nursinggih

Feature

Djaka Lodang, Menolak Jadi Pecundang

Jayakarta News – Hidup segan mati tak mau, begitulah nasih sejumlah majalah berbahasa Jawa. Kondisi yang kurang lebih sama, juga dialami oleh majalah berbahasa Jawa Djaka Lodang. Meski begitu, majalah yang terbit di Yogyakarta ini menolak jadi pecundang. Terbit 1 Juni 1971, artinya saat ini sudah berusaia 49 tahun. Momentum jelang setengah abad, majalah itu […]Read More

Feature

Kidung Pisungsung, sebuah Sastra Mantra Corona

Jayakarta News – Penggiat sastra mantra Jawa, R. Bambang Nursinggih, S.Sn seperti biasa, dengan bahasa Jawa halusnya hari ini (28/4/2020) berkirim pesan WhatsApp, “Punten dalem sewu menika kula kintuni gurit kangge waosan, gurit menika badhe kagiyaraken ing RRI Pro4 Yogyakarta mangke dalu.” Jika diartikan, kurang lebih, “Mohon maaf, ini saya kirimi gurit (puisi berbahasa Jawa) […]Read More

Kabar

Dhahar Kembul Jenang Lemu di Malam Tirakatan Harlah Pancasila

YOGYA kota budaya. Malam Tirakatan Hari Lahir Pancasila, Kamis (31/5) pun sarat ritual budaya. Acara yang digelar mulai pukul 20.00 WIB itu, tak pelak menjadi kegiatan kebangsaan yang dikemas secara menarik. Tak heran jika wisatawan pun antusias mengikuti, bahkan terlibat dalam acara yang digelar di Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta. Acara yang digelar Komunitas Perempuan […]Read More

Feature

Ramesan Dongeng dengan Diakritik

DI sebuah grup whatsapp, seorang sahabat lama, R. Bambang Nursinggih, S.Sn tampak sedang berada dalam sebuah forum bedah buku. Penasaran dengan kegiatan yang ada dalam foto itu, segera saya japri yang bersangkutan, “Sugeng dalu mas Bambang. Minta keterangan acara njenengan yaaa, buat saya jadikan berita di www.jayakartanews.com.” Tidak lama kemudian, Bambang pun menjawab, “Buku ramesan […]Read More