• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Ramesan Dongeng dengan Diakritik

Ramesan Dongeng dengan Diakritik

Karya Terbaru R. Bambang Nursinggih, S.Sn

admin by admin
May 9, 2018
in Feature
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Buku “Dongeng Ramesan”, buku dongeng berbahsa Jawa, karya R. Bambang Nursinggih, S.Sn. Foto: Ist

DI sebuah grup whatsapp, seorang sahabat lama, R. Bambang Nursinggih, S.Sn tampak sedang berada dalam sebuah forum bedah buku. Penasaran dengan kegiatan yang ada dalam foto itu, segera saya japri yang bersangkutan, “Sugeng dalu mas Bambang. Minta keterangan acara njenengan yaaa, buat saya jadikan berita di www.jayakartanews.com.”

Tidak lama kemudian, Bambang pun menjawab, “Buku ramesan dongeng menika dongeng basa Jawi mawi ‘diakritik’ utawi tandha waos supados nggampilaken pamaos. Kejawi menika, saget negesi tembung kanthi trep lan leres. Isinipun 15 dongeng uger irah-irahan/judul wonten gambar tangan, jinurung/kata pengantar saking Kepala Balai Bahasa Yogyakarta. Oh inggih, dhimas ndika samenika mapan ing pundi? Saupami ing Ngayogya kula caosi.”

Ah… mas Bambang ini memang Jawa tulen. Sisi kejawaan saya dibuat gelagapan mendapat jawaban dalam bahasa Jawa yang begitu halus dan runut. Meski paham maksudnya, tetapi ketika harus menerjemahkan ke Bahasa Indonesia, ternyata sulit, sesulit membalik telapak kaki. Apa boleh buat, karena itulah inti dari pertanyaan saya terkait acara Bambang, mau tidak mau harus di-bahasa-Indonesia-kan.

Kalimat di atas, kurang lebih begini: “Buku Ramesan Dongeng ini (berisi) dongeng bahasa Jawa dengan ‘diakritik’ atau tanda baca supaya memudahkan pembaca. Selain itu, bisa memberi penegasan pada kalimat dengan pas dan benar. Isinya 15 dongeng dengan judul, gambar, kata pengantar dari Kepala Balai Bahasa Yogyakarta. Oh ya, Anda sekarang tinggal di mana? Kalau di Yogya, saya beri (buku ini).”

Suasana diskusi bedah buku “Ramesan Dongeng” karya R. Bambang Nursinggih, S.Sn. Foto: Ist

Lebih lanjut, masih dalam bahasa Jawa halus, lelaki kelahiran Madiun, 10 Desember 1952 itu menambahkan, diskusi buku Ramesan Dongeng, berlangsung Selasa (8/5), pukul 13.30 sampai selesai, di Lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta Jl. Letjen Suprapto No.33A, Ngampilan.

Buku Ramesan Dongeng itu ditulis menggunakan bahasa Jawa oleh R. Bambang Nursinggih, S.Sn dibahas oleh dua narasumber. Mereka adalah Dra. Suyami, M.Hum, (Balai Pelestarian Nilai Budaya DIY) dan Drs. Riyanta (Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta) dengan moderator Suwarta, S.Pd. (Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan). Acara bedah buku yang diikuti para TK dan SD itu berlangsung menggunakan bahasa Jawa.

Bambang Nursinggih sendiri seorang pensiunan, seniman, sastrawan, penari, pendongeng, penulis cerita anak, dan penggurit (penulis puisi bahasa Jawa). Karya buku Bambang Nursinggih sebelumnya, antara lain “Aja kok Ijoli Warisanku”, “Alam Desaku”, “Jogja Sinangling Gurit” (geguritan), “Dongeng Sato Kewan 1” (cetak ulang) dan “Ramesan Dongeng 1”. Di luar buku yang ia tulis sendiri, tercatat lebih dari 15 judul buku lain yang ia tulis bersama penulis lain.

Berkat konsistensi dan ketekunannya, Bambang Nursinggih meraih sejumlah penghargaan. Tahun 2015, ia tercatat sebagai penerima Hadiah Sastra Yasayo (Yayasan Sastra Yogyakarta) sebagai Sastrawan Jawa. Tahun 2017, tercatat sebagai “nomine” kategori Tokoh Penggerak Bahasa dan Sastra Jawa dari Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat ini, Bambang Nursinggih tercatat sebagai Ketua GPMB (Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca Provinsi DI Yogyakarta dan Ketua Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan. ***

R. Bambang Nursinggih, S.Sn (duduk kedua dari kiri) bersama para pembahas, moderator, dan peserta diskusi, bedah buku Ramesan Dongeng. Foto: Ist
Tags: bambang nursinggihbuku ramesan dongengdongeng bahasa jawajayakartanewsr bambang nursinggih ssnramesan dongeng
Previous Post

Potensi Devisa Asian Games Capai Rp 3,1 Triliun

Next Post

Kata Sainstis, Mustahil Ada Kehidupan setelah Kematian

admin

admin

Next Post
Kata Sainstis, Mustahil Ada Kehidupan setelah Kematian

Kata Sainstis, Mustahil Ada Kehidupan setelah Kematian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version