Sudah 7.570 Kasus Positif Covid-19 di Jatim

 Sudah 7.570 Kasus Positif Covid-19 di Jatim

Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi. (foto: poedji)

Jayakarta News – Jumlah kasus positif Covid-19 semalam (13/6  2020) di Jatim bertambah 240 orang. Total kasus positif Covid-19 secara kumulatif sejak 17 Maret 2020 lalu tercatat 7.570 kasus. 

“Angka kasus konfirmasi bertambah cukup tinggi, yakni sebesar 240 kasus baru sehingga total  7.570. Terbesar masih Kota Surabaya dengan 86 kasus baru,” ungkap Koordinator Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain Kota Surabaya, penambahan positif baru terbanyak kedua ada di Tulungagung dengan 27 kasus, disusul Jombang 22 kasus, Gresik 17 kasus, Sidoarjo 14 kasus, Kab Malang 11 kasus, Bangkalan sembilan kasus, dan Kab Pasuruan delapan kasus.

Dari Banyuwangi tercatat tujuh kasus, Bojonegoro enam kasus, Sampang enam kasus, Kota Malang lima kasus, Jenber empat kasus, dan Kota Mojokerto tiga kasus. Dari Kab Probolinggo, Situbondo, dan Sumenep masing-masingdua kasus, serta Kab Blitar dan Kota Kediri, masing-masing satu kasus positif baru.

Peningkatan angka kesembuhan kini juga tercatat sebanyak 75 orang. Dari jumlah tersebut 40 dari Surabaya, 11 dari Tulungagung, lima dari Bangkalan, empat dari Kab Kediri, tiga dari Lumajang, tiga dari Kab Probolinggo, dua dari Bondowoso, dua dari Kab Mojokerto, dua dari Kota Malang, satu dari Jombang, dan satu dari Sampang.

Untuk jumlah pasien positif yang meninggal tercatat ada 13 orang. Terbanyak yakni tiga kasus di Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan. Lalu ada dua kasus di Sampang, satu di Sidoarjo, dan satu dari Kota Malang.

Joni yang juga menjabat Dirut RSU dr Soetomo itu menjelaskan, potensi penyebaran di Jatim masih sangat tinggi. Apalagi, kata dia, seluruh daerah saat ini mulai menerapkan masa transisi new normal.

Namun, lanjut dia, masa transisi itu bukan sebagai ajang untuk euforia katena angka orang tanpa gejala (OTG) yang berkeliaran masih sangat banyak. Jumlah OTG kini tercatat ada 26.181 orang dan masih berpotensi naik status menjadi positif.

Selain itu tercatat sebanyak 26.287 orang dalam pemantauan (ODP) di mana di antaranya ada 4.037 yang masih dalam pemantauan. Tercatat pula, masih ada 8.147 pasien dalam pengawasan (PDP), sedangkat yang masih dalam perawatan ada sebanyak 3.793 orang.

“Makanya ini yang perlu diperhatikan betul oleh masyarakat, protokol kesehatan ini harus betul-betul diterapkan dengan disiplin. Seperti pakai masker dan physical distancing ini yang sulit tapi harus dilakukan,” pungkasnya. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *