SIPA 2020 Hari Kedua: Seru!

 SIPA 2020 Hari Kedua: Seru!

Prehistoric Body Theatre – Collaboration of USA & Indonesia. (foto: SIPA 2020)

Jayakarta News – Pandemi Covid-19 tidak mampu membendung laju penyelenggaraan Solo International Performing Arts (SIPA). SIPA ke-12 tahun 2020, tetap digelar dengan adaptasi pandemi. Salah satunya, penyelenggaraan festival secara virtual, melalui live streaming YouTube Channel: SIPA FESTIVAL.

Tahun ini adalah gelar ke-12, sejak SIPA pertama kali digagas oleh Joko Widodo (Walikota Solo ketika itu), tahun 2009. Akun YouTube SIPA FESTIVAL sejak tanggal 10 hingga 12 September menyajikan rangkaian performance dari delegasi dalam dan luar negeri.

Mengusung tagline “Recognition and Acceleration”, hari kedua SIPA menampilkan seniman dan komunitas global melalui seni pertunjukan daring. Terdapat 3 delegasi yang menampilkan karyanya secara live di lokasi yaitu Prehistoric Body Theatre dan Mekratingrum Hapsari serta Bobby Ari Setiawan yang merupakan delegasi dari Solo.

“Ini baru pertama kali pentas streaming dari panggung seperti ini. Biasanya saya menampilkan prosesi Indonesia. Banyak teman dari negara saya sendiri, dari luar belum pernah melihat secara live streaming. Sesuatu yang seru,” ujar Ari Rudenko, delegasi dari Prehistoric Body Theatre, Collaboration of USA & Indonesia.

Tidak hanya Prehistoric Body Theatre, pagelaran hari kedua SIPA 2020 juga dimeriahkan delegasi lai seperti Tranze Danza Contemporánea dari Mexico, Gao Weijie dari People’s Republic of China,Vnam Band dari Vietnam dan lain-lain. Kemeriahan hari kedua SIPA 2020 ditutup dengan pengumuman pemenang lomba TikTok.

Mekratingrum Hapsari – Solo. (foto: SIPA 2020)

Berikut penampil SIPA 2020 hari kedua, 11 September 2020:

1. Tranze Danza Contemporánea – Mexico (Karya :Detached)
2. Alisa Soelaeman – Jakarta (Karya: “Crossover: Time”)
3. Gao Weijie – People’s Republic of China (Karya: Si Shu)
4. Vnam Band – Vietnam (Karya : Trong Com & Savage Love by Jason Derulo)
5. Rambat Yulianingsih – Solo (Karya : Kasetya Jati)
6. FiTA Theatre Production, UiTM – Malaysia ( Karya : Mask and Chair)
7. Karen Keyhani – Iran (Karya : “And his cuff was damped with tears” for Strings Quartet)
8. Damri Aprizal (Dam Dans Studio) – Banyuasin, Sumatera Selatan (Karya : Lentek)
9. Sur Mesure – Belgium (Karya : Fillage)
10. Gena Tango – Republic of Korea (Karya : Sweet Tango Cat & Mouse)
11. Prehistoric Body Theater – Collaboration Work of USA & Indonesia (Karya : Stone Garuda)
12. Kang Sun OK Dance Company, Republic of Korea
13. Janis Brenner & Dancers – USA (Karya : Heart Strings)
14. Memet Chairul Slamet (Gangsadewa Ensamble) – Yogyakarta (Karya :“NEW PRIMITIVE – STONE MUSIC”)
15. Mekratingrum Hapsari – Solo (Karya : Selanjutnya)
16. Boby Ari Setiawan – Solo (Karya : Likat)
17. Chong Kee Yoong – Malaysia (Karya : Yuan Yun)
18. Putri Arum Tineung – Kabupaten Bandung Barat. (*/rr)

Simak bagi yang belum menyimak:

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *