Semesta Berkembang Menjadi Aku

 Semesta Berkembang Menjadi Aku

Seni dan budaya tampaknya makin diminati anak muda. Barangkali, aktivitas di bidang seni dan budaya ini merupakan ekspresi anak muda dalam mencari identitas, atau sekadar mencari tempat berteduh dari panasnya realitas sosial di masyarakat. Melalui seni dan budaya, mereka bisa mengasah rasa sehingga tak sampai kehilangan jiwa kemanusiaan.

Salah satu agenda seni budaya yang diminati anak muda daerah, khususnya Semarang dan sekitarnya adalah Ruang Berkembang. Selasa 6 November 2018 lalu, Ruang Berkembang bekerjasama dengan Lodji Londo Coffee kembali menggelar jagongan budaya dengan tajuk ‘Menjelma Menjadi Aku’. Acara ini berlangsung di halaman Lodji Londo Coffee, Jl. Kaprawiran No 98 Sidorejo, Bergas, Semarang.

Seniman dalang Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo menyambut baik jagongan budaya ini. “Selamat untuk Ruang Berkembang, semoga dengan Ruang Berkembang ini aku tidak berkembang menjadi semesta, tetapi dengan Ruang Berkembang ini semesta berkembang menjadi aku,” katanya.

Menurut Latto Moga Uchikawa, penggagas tema diskusi, jagongan budaya ini berupaya untuk memeriksa ulang ruang dan waktu, serta mengingatkan kembali kepada publik bahwa salah satu substansi penting dari kehadiran Ruang Berkembang adalah problem sensibilitasnya dalam meneropong gejala dan dinamika sosial yang tengah terjadi di lingkungan sekitarnya. Sejumlah seniman merasa ada desakan untuk mengekspresikan karya seni mereka melalui jagongan budaya. Karya-karya mereka lahir karena adanya problem internal maupun eksternal. “Seniman seperti memiliki antena yang memantau dan memberi sinyal kreatif ketika menyaksikan ada masalah dalam kondisi sosial di luar dirinya. Itu problem internal seniman. Sedangkan problem eksternalnya realitas sosial yang ada memang bermasalah dan tepat untuk dijadikan subyek kreatif karya seninya,” kata Uchi.

Jagongan budaya yang digelar Ruang Berkembang kali ini diantaranya menampilkan monolog, stand up comedy Ungaran, musik akustik, secret guest star, free jamming dkk. Seluruh peserta jagongan  budaya ini akan mendapatkan sajian kopi gratis.

Ketua penyelenggara jagongan budaya Surya Budi Naratama mengatakan, Ruang Berkembang ini sebagai media dan ruang yang membuka wawasan tentang keberagaman dan kebangsaan. Presentasi karya-karya dengan merespon “Aku”, diharapkan publik dapat mengapresiasi Ruang Berkembang ini dan memperoleh suatu penyadaran tentang filosofi dari “Aku” itu sendiri yang dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, melalui eksplorasi media atau Ruang Berkembang, diharapkan masyarakat terinspirasi dan termotivasi untuk menciptakan karya-karya baru yang orisinil, sehingga dapat menjadikan Indonesia lebih baik.  (laksmi wuryaningtyas)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *