Puisi Purnama di Bulan Juli

 Puisi Purnama di Bulan Juli

Sutirman Eka Ardhana dan Umi Kulsum.

JAYAKARTA NEWS – Sastra Bulan Purnama edisi 130 akan digelar Sabtu, 23 Juli 2022 pukul 15.00 di Pendapa Tembi Rumah Budaya, Jl.Parangtritis Km 8,5, Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Enam penyair akan tampil dalam acara yang diberi tajuk ‘Puisi Purnama di Bulan Juli’.

Enam  Penyair yang akan membacakan karyanya adalah, Dedet Setiaidi (Magelang), dan lima penyair Yogya: Afnan Malay, Syam Chandra, Sutirman Eka Ardhana dan Umi Kulsum. Selain mereka, akan tampil pembaca tamu, Sri Surya Widati, Bupati Bantul periode 2010-2015, Dwi Pudyaningsih, istri Wakil Bupati Bantul, Dhanu Priya Prabowo, ahli sastra Jawa, R. Toto Sugiarta, jurnalis, novelis dan Meuz Prast, perupa.

Merjuddin

Para penyair yang akan tampil dari generasi usia yang berbeda. Sutirman Eka Ardhana dan Merjuddin sejak tahun 1970-an sudah mulai menulis, dan keduanya ikut Persada Studi Klub (PSK) asuhan Umbu Landu Paranggi. Akhir tahun 1970an Eka menjadi redaktur rubrik ‘Renas’ harian Berita Nasional, rubrik sastra yang menjadi ajang calon-calon penyair berproses.

Sedangkan, Marjuddin aktif di PSK tidak lama, karena keburu bubar. Umbu, pengasuhnya meninggalkan Yogya, dan pindah ke Bali. Marjuddin belajar di IKIP Negeri Karangmalang, sekarang Universitas Negeri Yogyakarta. Proses kepenyairannya antara lain dilalui lewat rubrik Renas asuhan Eka Ardhana. Keduanya usianya selisih 1 tahun. Eka kelahiran tahun 1953, Marjuddin kelahiran tahun 1954.

Tiga penyair lain, Afnan Malay, Dedet Setiadi dan Syam Chandra seangkatan. Ketiganya pertengahan tahun 1980-an sudah aktif menulis puisi, dan di tahun 1990an, keduanya termasuk penyair produktif dan saling berkompetisi bersama penyair-penyair lain untuk berlomba puisinya dimuat di media cetak, baik media lokal maupun media nasional.

Syam Chandra dan Dedet Setiadi

Penyair yang lebih muda dari lima penyair lainnya, Umi Kulsum. Ia, mulai terlihat dalam pergaulan kepenyairan tahun 2000-an, dan rajin menulis puisi. Sampai sekarang ia tidak lelah menulis puisi.

Enam penyair di atas, semuanya telah memiliki buku puisi tunggal karyanya. Selain itu, puisi-puisi mereka dipublikasikan dalam bentuk antologi puisi bersama penyair Indonesia lain. Menyangkut Sutirman Eka Ardhana, selain dikenal sebagai penyair, dia juga tekun menjalani profesi wartawan. Dua bidang penulisan di tempuh: jurnalis dan sastra.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro menyebutkan, enam penyair yang ditampilkan ini bukan wajah baru di komunitas Sastra Bulan Purnama (SBP). “Bahkan Umi Kulsum sejak lama ikut membantu sebagai MC setiap Sastra Bulan Purnama digelar,” ujar Ons Untoro.

Afnan Malay

Masing-masing penyair, selain membacakan puisi karyanya, puisinya juga akan dibacakan oleh sahabatnya, yang aktif di sastra seperti Dhanu Priyo Prabowo, ahli sastra Jawa, R.Totok Sugiarta, novelis dan cerpenis, serta seorang perupa, Meuz Prast.

“Selama ini, Sastra Bulan Purnama (SBP), yang sudah  jalan lebih dari 10 tahun, memang selalu menampilkan para pecinta puisi untuk tampil ikut membacakan puisi karya penyair yang sedang ditampilkan dalam SBP,” ujar Ons Untoro. (pr)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.