Connect with us

Aksi Korporasi

PT Pupuk Indonesia Catat Pupuk Bersubsidi yang Sudah Tersalurkan Hampir 25 Ribu Ton

Published

on

PT Pupuk Indonesia Sebut Pupuk Bersubsidi yang Sudah Tersalurkan Hampir 25 Ribu Ton
Stok Pupuk Bersubsidi (dok Pupuk Indonesia)

JAYAKARTA NEWS – PT Pupuk Indonesia mencatat selama enam hari pertama Januari 2025 jumlah pupuk bersubsidi yang sudah tersalurkan hampir 25 ribu ton. Sedangkan  petani yang melakukan penebusan mencapai 80.337 orang dengan 91.913 transaksi.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi mengakui, antusiasme petani dalam menebus pupuk subsidi sangat luar biasa. Bahkan ada petani yang sudah melakukan penebusan pupuk pada dini hari pada 1 Januari 2025.

“Pada tanggal 1 Januari, kami mencatat terdapat 6.693 transaksi penebusan pupuk,” ujar Rahmad dalam keterangan resminya seperti dikutip Selasa (7/1/2025).

Rahmad menyebutkan, dari hampir 25 ribu ton pupuk bersubsidi yang sudah tersaluarkan  terdiri dari 14.632 ribu ton pupuk urea, 9.960 ton pupuk NPK, 60 ton NPK Kakao dan 130 ton pupuk organik.

Menurut Rahmad, kinerja penyaluran yang lebih baik pada awal 2025, tak terlepas dari upaya dan kerja keras, serta kolaborasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pupuk Indonesia.

Selama 2024, lanjut Rahmad, Kementan telah melakukan enam kali perubahan petunjuk teknis terkait penyaluran pupuk bersubsidi yang berimbas pada perbaikan tata kelola.

Di lain sisi, Pupuk Indonesia juga terus menyiapkan stok pupuk bersubsidi agar mencukupi kebutuhan pada masa tanam di awal tahun 2025.

Selain itu, Pupuk Indonesia terus mempersiapkan infrastruktur pendistribusian pupuk, seperti sistem digital yang andal dan dapat memudahkan petani menebus pupuk bersubsidi hanya menggunakan KTP.

“Semua capaian yang berhasil kita gapai pada 2024 dan awal 2025 ini merupakan hasil kolaborasi yang erat antara pemerintah dan Pupuk Indonesia. Sebagai produsen, Pupuk Indonesia amat mengapresiasi pemerintah yang bergerak cepat dalam memperbaiki tata kelola distribusi pupuk bersubsidi,” ujar Rahmad.

Rahmad berujar capaian pada awal tahun ini akan menjadi modal penting bagi penyaluran pupuk bersubsidi selama 2025. Terlebih, pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden yang akan lebih menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi. Dengan Perpres tersebut, penyaluran pupuk bersubsidi yang tadinya melibatkan banyak kementerian/lembaga akan lebih sederhana.

Rahmad mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menggenjot produksi agar bisa memenuhi alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton pada 2025.

Rahmad meminta petani tak perlu khawatir alokasi pupuk yang telah ditetapkan pemerintah itu berkurang karena fluktuasi harga bahan baku atau gas. Sebab penentuan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 tak lagi berdasarkan alokasi anggaran, melainkan volume pupuk yang telah ditetapkan pemerintah.

Dengan kebijakan baru ini, kata Rahmad, jumlah pupuk yang akan disalurkan ke petani dipastikan mencapai 9,55 juta ton dan tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi harga gas dan bahan baku pupuk lainnya.

“Kami berharap alokasi pupuk bersubsidi pada 2025 ini dapat mendukung program prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada pangan secepat-cepatnya,” tutup Rahmad. (yr)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement