Unilever Indonesia Jual Bisnis Teh SariWangi ke Group Jarum

JAYAKARTA NEWS – Unilever Indonesia telah mencapai kesepakatan untuk menjual bisnis teh di Indonesia kepada group Jarum.

Di bawah merek SariWangi, teh celup ini bakal menjadi milik PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan Fast Moving Consumer Goods lokal yang tengah berkembang pesat.

“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Presiden Direktur Unilever Indonesia Benjie Yap dalam keterangan resminya Rabu (7/1/2025).

Langkah ini, tambah Benjie, sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen Unilever untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.

Divestasi ini merupakan bagian dari strategi Unilever dalam mengoptimalkan portofolio, selaras dengan fokus perusahaan pada kategori yang lebih sedikit tetapi memiliki skala besar serta peluang pertumbuhan berkelanjutan, guna mendukung penciptaan nilai jangka panjang.

Transaksi ini akan selesai setelah seluruh persyaratan penutupan yang umum terpenuhi, dan diperkirakan selesai pada semester pertama tahun 2026.

Unilever Indonesia mengakuisisi SariWangi pada tahun 1989 dari Johan Alexander Supit sebagai pendiri PT Sariwangi Agricultural Estate Agency. Kala itu merek SariWangi dikenal sebagai pelopor teh celup di Tanah Air.

Meski merek SariWangi telah berpindah kepemilikan, pengusaha asal Tondano, Sulawesi Utara itu tetap melanjutkan tetap bisnis tehnya di bawah bendera PT Sariwangi AEA. Hasil penjualan merek Sariwangi itu digunakan J. A Supit untuk mengembangkan usaha di sektor hulu.

Pada 1990, J. A Supit membeli lahan pabrik di Citeureup, Jawa Barat. Dua tahun kemudian, dia pun menambah pabrik di Gunung Putri, Bogor, untuk memperkuat kapasitas produksi dan pengolahan teh.

Ekspansi usaha berlanjut pada 2002 dengan pembelian kebun teh seluas sekitar 4.000 hektare. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi integrasi usaha dari hulu hingga hilir.

Rupanya perjalanan sang pelopor teh celup di Indonesia itu harus terhenti ketika Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menyatakan PT Sariwangi AEA pailit dalam sidangnya pada 2018. (yog)

Petani Sawit Swadaya Raih Sertifikasi RSPO melalui Program SMILE

JAYAKARTA NEWS –  Petani swadaya binaan Asian Agri, Apical, dan Kao Corporation berhasil menerima sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada Konferensi Tahunan RSPO (RT2025) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5 November 2025 lalu.

“Keberhasilan ini menjadi tonggak penting melalui program kolaboratif SMILE (SMallholder Inclusion for Better Livelihood & Empowerment),” ungkap Head of Sustainability Asian Agri, Ivan Novrizaldie dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).

Ivan menekankan pentingnya kemitraan tersebut. Asian Agri memberikan pelatihan langsung tentang praktik budidaya yang baik dan membantu petani mempersiapkan diri untuk sertifikasi keberlanjutan.

“Setiap dari kita memiliki peran yang krusial, namun komitmen bersama terhadap petani lah yang benar-benar membuat program ini berhasil,” ujar Ivan.

Kepala Kelompok Petani Wahyu Agung, Bambang Guntoro mengaku awalnya banyak yang meragukan program SMILE ini. Baginya pengalaman tersebut mengubah kepercayaan yang lebih luas saat para petani kecil mulai melihat hasil nyata.

“Tetapi ketika manfaatnya mulai terlihat, semakin banyak petani yang bergabung pada fase kedua,” ujar Bambang.

Hal serupa diungkapkan, Kepala Kelompok Petani Perkumpulan Berkah Mulia Tani Eka Chandra, yang menekankan ketekunan di balik pencapaian ini.

“Kesuksesan ini adalah kemampuan untuk terus maju dan mengatasi satu kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan semangat,” ujar Eka.

Eka menambahkan bahwa tanpa dukungan dari program SMILE, akan jauh lebih sulit bagi petani untuk tetap konsisten menghadapi setiap tantangan.

Head of Sustainability Apical, Tor Mooi See, menekankan bahwa upaya ini bersifat berkelanjutan.

 “Bagi kami, keberlanjutan adalah perjalanan yang terus berlangsung, yang kami jalani bersama mitra, pemasok, dan petani plasma,” ujar Tor Mooi.

Perjalanan ini, kata Tor Mooi See, dibentuk oleh rantai pasok yang transformatif, yang mengedepankan prinsip sirkular, inklusif, dan pertumbuhan bersama.

“Dengan bekerja sama erat dengan petani, kami menciptakan perubahan positif yang bertahan lama, dari lahan hingga pasar,” jelas Tor Mooi See.

Berdasarkan komitmen ini, Apical akan terus mendorong penggunaan kredit RSPO dari petani plasma dalam beberapa bulan ke depan, sebagai upaya memperkuat dukungan jangka panjang bagi petani independen yang bersertifikasi.

Kao Corporation menegaskan hal yang sama, menyoroti bagaimana kolaborasi melalui SMILE juga memperkuat fondasi praktik sourcing yang bertanggung jawab di seluruh rantai nilai.

“Kao menyambut pencapaian ini. Rantai pasok yang andal dan dapat dilacak membantu kami mempertahankan standar produk tinggi yang diharapkan pelanggan, dan kemitraan seperti SMILE memberi kami keyakinan untuk terus berinovasi sekaligus menghadirkan kualitas yang konsisten,” ujar Terasawa Kenji, Vice President, Procurement Strategic Sourcing, Raw Materials, Global Kao Corporation.

Konferensi Tahunan RSPO merupakan ajang global penting yang mempertemukan para pemangku kepentingan dari seluruh rantai pasok kelapa sawit, mulai dari pekebun, pengolah, dan pedagang hingga produsen barang konsumen, LSM, serta pemerintah.

Sertifikasi menjadi langkah penting bagi para petani swadaya di Sumatra Utara, Riau, dan Jambi.

Secara keseluruhan, keempat kelompok ini mewakili 1.078 petani yang mengelola total area tersertifikasi seluas 2.804 hektare.

Empat kelompok petani kini telah meraih sertifikasi, yaitu Perkumpulan Tani Maju Badang Sepakat, Perkumpulan Asosiasi Bentang Alam, Koperasi Produsen Perkebunan Kelapa Sawit Wahyu Agung, dan Perkumpulan Berkah Mulia Tani.

Kemajuan yang dicapai tahun ini menunjukkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar upaya masing-masing. Hasil ini lahir dari kolaborasi yang terjalin dalam program SMILE.

Sejak diluncurkan pada 2020, program SMILE telah memberikan pelatihan berharga bagi petani plasma untuk meningkatkan produktivitas, mengelola lahan secara bertanggung jawab, dan memenuhi standar keberlanjutan internasional.

Hingga 2030, program ini menargetkan pemberdayaan 5.000 petani swadaya melalui peningkatan hasil panen, peningkatan pendapatan, dan pencapaian sertifikasi RSPO.

Hingga saat ini, lebih dari 4.000 petani di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi telah mengikuti program ini, dengan 2.834 di antaranya sudah menerima sertifikasi RSPO per Oktober 2025. (yog)

Pupuk Kaltim Kurangi Impor Soda Ash untuk Tekan Impor

JAYAKARTA NEWS – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengurangi ketergantungan impor soda ash untuk menekan impor dan memperkuat kemandirian industri pupuk nasional melalui jual-beli soda ash.

Dalam Nota Kesepahaman (MoU) perjanjian jual-beli soda ash Pupuk Kaltim dengan PT Pertamina Petrochemical Trading menjadi langkah awal kerja sama strategis dari pabrik yang saat ini tengah dibangun Pupuk Kaltim.

“Kami mengapresiasi dukungan dari Pertamina Petrochemical dan meyakini pabrik soda ash akan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem industri nasional,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal dalam keterangannya dikutip Sabtu (15/11/2025).

Menurut Gusrizal, dimulainya kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi dalam memperkuat hilirisasi dan kemandirian industri nasional yang sejalan dengan visi Asta Cita pemerintah.

Selain itu, tambah Gusrizal, penandatanganan MoU ini menjadi langkah nyata kolaborasi strategis lintas sektor dalam mendukung hilirisasi.

Perjanjian ini juga menjadi komitmen bersama dalam memperkuat kemandirian industri nasional dengan mengurangi ketergantungan impor soda ash sebagai bahan baku yang penting bagi industri keramik, detergen, kaca, panel surya dan industri lainnya.

Lebih lanjut Gusrizal juga mengatakan, kerja sama ini sekaligus memperkuat kepastian pasar domestik bagi pabrik soda ash Pupuk Kaltim ketika kelak sudah beroperasi.

Didukung jaringan distribusi Pertamina Petrochemical Trading yang luas, produk soda ash akan dipasarkan secara optimal di dalam negeri guna mendukung program hilirisasi pemerintah, serta mendorong terwujudnya kemandirian industri nasional.

“Kerja sama ini diharapkan menjadi landasan penting bagi terbentuknya ekosistem industri kimia nasional yang berdaya saing global, efisien dan berkelanjutan, sekaligus mendukung target Net Zero Emission (NZE) tahun 2060 melalui pemanfaatan teknologi hijau dan prinsip ekonomi sirkular,” kata Gusrizal.

Direktur Utama Pertamina Petrochemical Trading, Oos Kosasih mengatakan, kerja sama ini menjadi bentuk nyata sinergi dalam mendukung kemandirian industri berbasis bahan baku yang diproduksi di dalam negeri.

“Kolaborasi dan sinergi ini selaras dengan misi Bapak Presiden, untuk bagaimana caranya agar kita dapat menurunkan angka importasi,” ujar Kosasih.

Pupuk Kaltim sebagai bagian dari Pupuk Indonesia Group sebelumnya telah resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia di kawasan industri Kaltim Industrial Estate (KIE) di Kota Bontang, Kalimantan Timur pada 31 Oktober 2025.

Dengan kapasitas 300.000 ton per tahun, pabrik yang ditargetkan selesai dibangun pada Maret 2028 ini diperkirakan mampu memenuhi 30 persen kebutuhan soda ash nasional yang selama ini bergantung pada impor.

Selain memperkuat hilirisasi, pembangunan pabrik soda ash menjadi strategi diversifikasi usaha Pupuk kaltim yang berbasis produk ramah lingkungan.

Pabrik soda ash menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan emisi karbon dioksida (C02) dari fasilitas produksi eksisting. Ketika beroperasi, pabrik ini diproyeksikan mampu menyerap 174.000 CO2 per tahun sebagai salah satu bahan baku pembuatan soda ash.

Selain itu, pabrik soda ash Pupuk Kaltim juga akan menghasilkan produk samping berupa amonium klorida sebanyak 300.000 ton per tahun. Amonium klorida merupakan salah satu bahan baku pembuatan pupuk yang penting untuk mendukung swasembada pangan. (yog)

Pertamina Olah Minyak Jelantah untuk Pesawat

JAYAKARTA NEWS – PT Pertamina (Persero) berhasil mengolah minyak jelantah (used cooking oil/UCO) menjadi bahan baku untuk pesawat. Produk bernama Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) ini menjadi salah satu produk energi hijau Pertamina.

“Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar. Pertamina mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara,” ungkap Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan, Selasa (12/8/2025). 

Menurut Irawan, SAF berbahan baku minyak jelantah ini menjadi milestone penting dalam mendukung pengembangan energi hijau, untuk mendorong percepatan ketahanan energi nasional.

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menambahkan, produksi SAF menunjukkan langkah penting dalam mendukung target dekarbonisasi global sekaligus komitmen nasional menuju NZE 2060.  

“Pengembangan energi hijau tidak luput dari keberanian, prinsip, dan komitmen dari working level hingga top manajemen bahwa kita sepakat dengan terobosan-terobosan yang strategis, sesuai dengan perkembangan pasar, bisnis yang profitable, dan berkelanjutan,” ujar Oki Muraza.

Proses produksi UCO SAF dilakukan dengan katalis Merah Putih, yang juga merupakan hasil formulasi Pertamina bersama Institut Teknologi Bandung.

Produk SAF yang dihasilkan ini telah memenuhi standar internasional ASTM D1655 dan DefStan 91-091, menjadikan Pertamina SAF sebagai produk pertama di Asia Tenggara yang bersertifikat resmi. 

Pertamina juga berhasil menginisiasi dan menjajaki seluruh ekosistem SAF yang telah tersertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) dari hulu hingga hilir.

Sebagai kontribusi Pertamina pada HUT ke-80 RI mendatang, Pertamina telah menyiapkan sekitar 32 kilo liter Pertamina SAF berbahan baku minyak jelantah ini pada salah satu penerbangan Pelita Air, pada pertengahan Agustus. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, pengembangan energi hijau merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ganda yang dijalankan Pertamina. Tujuannya selain untuk ketahanan energi sekaligus mengembangkan industri dalam negeri. 

“Sebagai BUMN Energi, Pertamina memiliki posisi strategis sebagai penjaga ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tandas Fadjar.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memperluas ekosistem penyediaan feedstock Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) dengan mengedepankan konsep ekonomi sirkular yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Melalui program pengumpulan minyak jelantah yang terintegrasi dengan aplikasi MyPertamina dan penempatan di lokasi-lokasi strategis Pertamina, Pertamina Patra Niaga mendorong masyarakat menjadi bagian dari rantai pasok energi bersih sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menjelaskan, dalam ekosistem SAF di Pertamina, Pertamina Patra Niaga berperan menyediakan feedstock dengan mengumpulkan minyak jelantah melalui dua jalur, yaitu jaringan ritel dan kemitraan kolektif atau industri.

“Melalui jalur ritel, kami mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga yang saat ini sudah dilakukan di 10 titik seperti di SPBU,” ujar Ega.

Rencana ini, lanjut Ega, akan diperluas dengan menambah 25 titik lagi sehingga masyarakat dapat lebih mudah menyerahkan minyak jelantahnya.

Sementara untuk jalur kemitraan akan memanfaatkan kolaborasi kemitraan dengan asosiasi. “Potensi ini bisa berkembang menjadi gerakan nasional dan membangun peluang ekonomi masyarakat,” jelas Ega.

Sejak diluncurkan pada Desember 2024 hingga Juli 2025, program pengumpulan minyak jelantah ini telah berhasil mengajak partisipasi masyarakat untuk mengumpulkan lebih dari 86 ribu liter minyak jelantah rumah tangga dan melibatkan 2.443 masyarakat di 10 lokasi di Indonesia.

Saat ini, titik-titik pengumpulan minyak jelantah berada di SPBU COCO MT Haryono, SPBU COCO Kalimalang, RS Pelni, RS Pusat Pertamina, Kantor Pertamina Patra Niaga, SPBU COCO BSD City, SPBU COCO Dago Bandung, SPBU COCO Semarang, Pertamina Coop Mart Plaju, dan Sport Centre Plaju. (yog)

DSNG Catat Pertumbuhan Laba Paruh Pertama Terutama dari Sawit

JAYAKARTA NEWS – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), perusahaan yang bergerak di bidang kelapa sawit, produk kayu, dan energi terbarukan, mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 80 persen year-on-year (YoY) pada paruh pertama 2025 menjadi Rp915 miliar.

Capaian ini terutama didorong peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga penjualan (average selling price/ASP) CPO. Segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama terhadap pendapatan Perseroan sebesar 89 persen, diikuti oleh produk kayu 10 persen, dan energi terbarukan 1 persen.

Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo, menjelaskan bahwa kenaikan volume penjualan CPO selaras dengan meningkatnya produksi tandan buah segar (TBS) yang tumbuh 3,9 persen YoY menjadi 1,1 juta ton.

Sementara itu, ASP CPO meningkat menjadi Rp14.575 per kilogram (kg) atau meningkat 19,3 persen YoY, yang turut mengangkat kinerja laba Perseroan.

“Kami memperkirakan harga CPO akan tetap bertahan karena permintaan CPO masih cukup baik, dari dalam negeri seiring implementasi program B40, maupun dari pasar ekspor utama seperti India dan Tiongkok,” ujar Andrianto dalam keterangan resminya, Rabu (30/7/2025).

Dari sisi produktivitas, segmen kelapa sawit menunjukkan pertumbuhan positif dengan peningkatan produksi TBS dari kebun inti maupun plasma.

Hal ini berkontribusi terhadap kenaikan produksi CPO sebesar 4,9 persen YoY. Kualitas produk kelapa kelapa sawit juga terjaga dengan tingkat Free Fatty Acid (FFA) dan Oil Extraction Rate (OER) yang stabil, masing-masing di level 3 persen dan 23 persen.

Pada segmen produk kayu, kinerja Perseroan terus mengalami perbaikan, seiring dengan pulihnya permintaan global, terutama dari Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.

Hingga akhir Juni 2025, DSNG mencatatkan pendapatan dari segmen ini sebesar Rp621 miliar atau tumbuh 11 persen YoY.

Produk wood panel mencatatkan peningkatan volume penjualan sebesar 12,4 persen YoY menjadi 62 ribu m³, dengan ASP yang turun tipis 1,4 persen menjadi USD358,20/m³.

Sementara itu, produk engineered flooring mencatatkan pertumbuhan volume penjualan sebesar 5,2 persen YoY menjadi 325 ribu m², dengan ASP naik 10,9 persen YoY menjadi USD33,72/m².

Dari segmen energi terbarukan, DSNG membukukan pendapatan sebesar Rp66 miliar, berasal dari ekspor cangkang sawit dan wood pellet ke Jepang, serta sebagian kecil penjualan domestik.

Penurunan volume ekspor cangkang tercatat pada semester ini akibat pergeseran jadwal pengiriman ekspor ke semester kedua seiring dinamika permintaan di fasilitas pembangkit Jepang.

Secara keseluruhan, total aset DSNG naik 0,8 persen YoY menjadi Rp17,5 triliun dari sebelumnya Rp17,4 triliun. Di sisi lain, liabilitas menurun sekitar 7 persen YoY seiring pelunasan utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp10,6 triliun atau tumbuh 6,7 persen YoY. (yog)

Harga Saham Meroket, PGUN Milik Anak Haji Isam Disuspend BEI

JAYAKARTA NEWS – Harga saham meroket hingga 24,5 persen, emiten PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) disuspend atau distop Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk transaksinya selanjutnya.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) pada tanggal 29 Juli 2025,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dalam keterangan resminya, Senin (28/7/2025).

BEI dalam pengumuman resminya itu juga menyatakan penghentian sementara PGUN melantai di bursa dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor.

BEI menyatakan, penghentian sementara perdagangan saham PGUN tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham PT Pradiksi Gunatama Tbk.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,” sebut BEI dalam pengumumannya.

Sebelum itu, otoritas BEI telah memantau secara khusus pergerakan melesatnya saham Pradiksi Gunatama (PGUN) yang melesat hingga 24,59 persen dengan nilai saham Rp 1.140 pada Senin (28/7/2025).

Penghentian perdagangan saham perusahaan perkebunan kelapa sawit milik anak Haji Isam itu dipicu meroketnya harga saham dalam sebulan terakhir mencapai 111,11 persen.

Harga saham yang dicapai PGUN di level Rp1.140 merupakan harga tertinggi yang diraih sepanjang tahun berjalan 2025. Pada Januari 2023, saham PGUN pernah menyentuh level tertinggi di Rp1.350, yang kala itu membuat nilai kepemilikan keduanya mencapai sekitar Rp5,94 triliun.

Meroketnya harga saham PGUN diduga kuat setelah BEI merilis  kinerja keuangan pada Jumat (25/4/2025). Dalam laporan itu disebutkan, laba bersih PGUN naik signifikan tahun berjalan 883,76 persen menjadi Rp 45,45 miliar pada semester I-2025. Sedangkan pada periode sama tahun hanya Rp 4,62 miliar.

Rilis laporan kinerja keuangan itu juga disebutkan, peningkatan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih perseroan dari Rp 139,17 miliar menjadi Rp 175,69 miliar. Sebaliknya beban pokok penjualan justru turun dari Rp 115,47 miliar menjadi Rp 108,63 miliar.

Peningkatan laba tersebut berdampak positif terhadap laba bersih per saham PGUN dari semula Rp 0,81 menjadi Rp 7,92 per saham. Sedangkan total aset perseroan relative stabil level Rp 2,63 triliun dan kewajiban turun menjadi Rp 794,74 miliar.

PT Pradiksi Gunatama Tbk berdiri 1995 merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Kecamatan Batu Engau, kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur dengan luas ijin usaha mencapai 22.500 hektare (ha).

Saat ini luasan tertanam telah mencapai 12.800 ha dengan areal tanaman menghasilkan seluas 11.800 ha serta didukung satu unit Pabrik kelapa sawit kapasitas 60 ton perjam extendable ke 90 ton per jam.

Diperkirakan dari melambungnya harga saham, nilai kekayaan anak Haji Isam yakni Liana Saputri dan Jhony Saputra anak Haji Isam ini melonjak Rp990,08 miliar pada hari itu seiring harga saham menembus level Rp1.140 per saham.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, Jhony dan Liana tercatat memiliki saham PGUN melalui dua entitas, yaitu PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, dengan total kepemilikan mencapai 4,40 miliar saham atau sekitar 76,69 persen dari total saham beredar.

Jhony Saputra, pemuda Gen Z lulusan SMA Al Azhar Pusat tahun 2018, telah mengantongi berbagai pengalaman memimpin sejumlah perusahaan. Jhony juga tercatat sebagai pemilik sekaligus pemegang saham PT Modal Harapan Bangsa sejak 2018, serta memiliki kepemilikan di PT Surya Mega Adiperkasa sejak 2020.


Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 Juni 2025, penjualan bersih PGUN di semester I/2025 meningkat 48,92 persen year on year (YoY), dari Rp258,63 miliar menjadi Rp385,17 miliar di paruh pertama 2025.

Pendapatan PGUN diperoleh dari penjualan minyak kelapa sawit sebesar Rp332,19 miliar, naik 39,62 persen dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp237,92 miliar.

Sedangkan penjualan inti kelapa sawit juga tercatat naik 181,47 persen menjadi Rp52,40 miliar dari sebelumnya Rp18,61 miliar. Sementara penjualan cangkang tercatat turun menjadi Rp571,13 juta dari sebelumnya Rp2,09 miliar.

Berdasarkan pelanggan, penjualan terbesar PGUN adalah kepada PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) yang merupakan perusahaan afiliasi perseroan, yang meningkat hingga 39,62 persen secara tahunan menjadi Rp332,19 miliar pada semester I/2025. (yog)

Astra Agro Catat Kinerja Positif Selama 2024

JAYAKARTA NEWS – PT Astra Agro Lestari Tbk atau (Astra Agro) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2024 sehingga mampu melakukan pembagian dividen yang maksimal ke seluruh pemegang saham.

Hal tersebut diungkapkan dalam Public Expose (Pubex) tahunan yang digelar usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra pada Senin (28/4/2024).

“Kenaikan harga telah mendorong revenue kami naik 5 persen year on year (yoy) menjadi Rp21,82 triliun dengan laba bersih Perseroan meningkat 9 persen dari Rp1,06 triliun menjadi Rp1,15 triliun pada tahun 2024,” ungkap Direktur Perseroan, Tingning Sukowignjo dalam keterangan resminya, Senin (28/4/2025).

Selain itu, kata Tingning, Astra Agro juga juga melakukan efisiensi biaya, peningkatan keunggulan operasional, dan inovasi dalam proses produksi yang dijalankan secara konsisten sebagai bagian dari pembenahan berkelanjutan telah membuat Perseroan mampu memetik hasil yang lebih maksimal.

Sebagai informasi, harga rata-rata CPO di pasar Rotterdam mengalami peningkatan sebesar 12 persen dari US$964/ton pada tahun 2023 menjadi US$1.084/ton sepanjang tahun 2024.

Peningkatan harga global berdampak positif bagi harga rata-rata CPO perusahaan yang ikut meningkat sebesar 15,6 persen di tahun 2024 menjadi Rp12.883/kg dari Rp11.142/kg pada tahun 2023.

Di sisi lain, harga rata-rata minyak kedelai (soy oil) mengalami penurunan pada tahun lalu, karena jumlah produksi yang naik bila dibandingkan minyak nabati lainnya sehingga menciptakan pasar minyak nabati global menjadi lebih kompetitif.

Sepanjang tahun 2024, sebut Tingning, penjualan Astra Agro sebesar 69 persen ditujukan dari pasar domestik. Hal tersebut sejalan dengan komitmen untuk mensukseskan program pemerintah khususnya dalam memenuhi pasokan minyak sawit domestik melalui kebijakan Domestic Market Obligations (DMO).

Sedangkan 31 persen penjualan Astra Agro untuk memenuhi kebutuhan global melalui pasar ekspor ke berbagai negara, diantaranya ke China, India, Korea Selatan, dan Pakistan.

Atas kinerja Perseroan yang solid, dalam RUPST tersebut para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih perseroan yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp1,1 triliun.

Selain itu disetujui pula pembagian dividen sebesar Rp515,8 miliar atau setara dengan Rp268 per lembar saham. Pada tanggal 24 Oktober 2024, Perseroan telah melakukan pembayaran dividen interim sebesar Rp161,7 miliar yang setara dengan Rp84 per lembar saham. Sisanya sebesar Rp354,1 miliar atau setara dengan Rp184 per lembar saham akan dibayarkan pada tanggal 28 Mei 2025 pada pemegang saham.

RUPST 2025, terdapat perubahan susunan anggota Direksi Perseroan, yaitu Santosa menduduki Presiden Komisaris Perseroan menggantikan Chiew Sin Cheok. 

Demikian juga pada anggota direksi lainnya, antara lain Djap Tet Fa ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Santosa, Veronica Lusi Herdiyanti ditunjuk untuk menggantikan Djap Tet Fa selaku Direksi, Bandung Sahari menggantikan M. Hadi Sugeng Wahyudiono selaku Direksi Perseroan yang memasuki masa pensiun. (yog)

Pada RUPST tahun ini, Astra Agro mengumumkan perubahan susunan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:

Presiden Komisaris : Santosa

Komisaris : Johannes Loman

Komisaris : Aridono Sukmanto

Komisaris : Ratna Wardhani

Presiden Direktur : Djap Tet Fa

Direktur : Tingning Sukowignjo

Direktur : Widayanto

Direktur : Eko Prasetyo

Direktur : Arief Catur Irawan

Direktur : Veronica Lusi Herdiyanti

Direktur : Bandung Sahari

Program Makmur Pupuk Indonesia Sentuh Hingga 128 Ribu Petani

JAYAKARTA NEWS – Hingga kuartal I 2025, program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (MAKMUR) yang digagas PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menjangkau 151 ribu hektare (ha) lahan pertanian dan melibatkan lebih dari 128 ribu petani di berbagai wilayah Indonesia.

Program yang telah digagas sejak 2021 ini merupakan salah satu wujud komitmen Pupuk Indonesia dalam mendukung visi pemerintah mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Kami percaya, produktivitas pertanian tidak bergantung hanya pada kuantitas penggunaan pupuk, tetapi pada bagaimana petani dibekali dengan teknologi, pengetahuan, dan dukungan yang tepat, terutama cara menggunakan pupuk yang benar. Melalui MAKMUR, kami ingin memastikan panen lebih optimal dari lahan yang sama,” ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, Senin, (14/4/2025).

Wijaya mengatakan, program MAKMUR turut melibatkan berbagai BUMN lain dalam pengembangan ekosistem pertanian yang utuh. Sinergi ini mencakup dukungan dari perusahaan pembiayaan, agro-input, asuransi, listrik dan pengairan, dan offtaker hasil panen.

Menurut Wijaya, kolaborasi yang juga didukung Kementerian Pertanian ini memperkuat daya saing petani sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Wijaya mengatakan, keberhasilan program MAKMUR adalah hasil dari kerja sama berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian.

“Kami percaya, untuk membangun pertanian yang kuat, tidak cukup hanya dari sisi produksi. Diperlukan sinergi menyeluruh—dari pembiayaan hingga offtaker. Ke depan,” ujar Wijaya.

Wijaya menambahkan, pihaknya akan terus mengembangkan program Makmur ke berbagai wilayah agar semakin banyak petani yang mendapatkan manfaatnya.

Kamaludin, petani dari Desa Leuwidingding, Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, lewat program MAKMUR petani mendapatkan pengetahuan lebih mendalam tentang pengolahan tanah hingga penerapan teknologi yang membantu produktivitas pertanian.

“Manfaat dari kami bergabung MAKMUR itu pertama kami mendapatkan pengetahuan mengolah tanah, serta teknologi,” ungkap Kamaludin.

Salah satu contohnya, kata Kamaludin, lewat program MAKMUR petani di desanya mulai beralih dari penggunaan pompa BBM ke pompa listrik untuk mengairi sawah. Perubahan ini, menurut Kamaludin, membuat petani dapat menghemat biaya untuk mengairi sawah dari biasanya Rp 3,6 juta per bulan, menjadi hanya Rp 500-600 ribu per bulan.”Kalau pakai pompa BBM itu saat musim tanam ke-3 selama 3 bulan biasanya kami menghabiskan Rp 3,6 juta untuk membeli BBM, sedangkan kalau pakai pompa listrik hanya menghabiskan RP 500-600 ribu, jadi kami bisa menghemat Rp 3 juta per masa tanam,” jelas Kamaludin.Selain rekomendasi mengenai pengairan, Kamaludin mengatakan petani juga mendapatkan pendampingan mengenai pemupukan dalam program MAKMUR. Menurut Kamaludin, pendampingan mengenai pemupukan itu membuat produktivitas petani meningkat dari biasanya 5 ton menjadi sekitar 7 ton per panen.“Produktivitas padi itu naik dari 5 ton jadi 6,5 hingga 7 ton. Terima kasih Pupuk Indonesia dan program MAKMUR,” ujar Kamaludin. (yog)

Astra Agro Beri Bantuan Benih Padi Gogo kepada Petani Cianjur

JAYAKARTA NEWS – PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) memberikan bantuan benih padi gogo untuk lahan seluas 100 hektare kepada beberapa kelompok tani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Bantuan ini untuk mendorong program ketahanan pangan pemerintah sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

Penanaman padi gogo di Cianjur akan berlangsung di tujuh lokasi berbeda, seperti Desa Kanoman, Desa Cigea, dan Desa Cibokor. Astra Agro bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian untuk menentukan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang akan menjadi penerima bantuan.

Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Heru Tri Widarto mengungkapkan, penanaman padi gogo antara Astra Agro sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan Gapoktan di Cianjur merupakan kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan swasembada pangan secepatnya.

“Kami sangat mengapresiasi peran sektor swasta dalam mendukung petani melalui berbagai inisiatif seperti ini,” ujar Heru seperti dikutip Sabtu (15/3/2025).

Menurut Heru, kerja sama antara pemerintah dan perusahaan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di lahan kering yang membutuhkan inovasi dan pendampingan khusus.

Heru mengatakan, budidaya padi gogo di lahan kering merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan total luasan di seluruh Indonesia mencapai 500 ribu hektare.

Heru berharap benih yang ditabur oleh petani dapat memberikan hasil yang melimpah dan berkah bagi masyarakat desa setempat.

“Kami juga menggugah kepada perusahaan perkebunan yang lainnya ayo kita berkontribusi untuk pencapaian suasembada pangan khususnya beras dan menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Heru.

Sementara itu, Vice President Research and Development Astra Agro Cahyo Wibowo mengatakan, Perseroan telah melakukan penanaman padi gogo secara serentak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Sebagai seorang peneliti, menurut Cahyo, padi gogo dapat menambah jumlah produksi beras di lokasi lahan kering atau sebagai tanaman tumpang sari.

“Kami melakukan penanaman padi gogo seluas 100 hektar pada tujuh Desa berbeda di Kabupaten Cianjur. Kami berharap bantuan benih dan sebagainya dapat menambah produksi beras di Cianjur dan menambah kesejahteraan para petani di desa-desa tersebut,” ujar Cahyo.

Vice President Investor Relations & Public Affairs Astra Agro Fenny Sofyan mengatakan, perseroan memiliki komitmen untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan program Ketahanan Pangan Nasional. Hal itu sejalan dengan misi perusahaan untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan serta kesejahteraan bangsa.

“Motto perusahaan kami adalah Prosper With The Nation, sehingga kami perlu berkontribusi dalam penanaman padi gogo sebagai bentuk komitmen kami untuk ikut menyejahterakan bangsa,” ungkap Fenny.

Selain itu, lanjut Fenny, pihaknya juga telah melakukan penanaman jagung secara serentak untuk menjaga ketahanan pangan beberapa waktu lalu.

Dewan Pembina Pelayanan Sentra Agribisnis Terpadu (PESAT) Nurjaya mengatakan, padi gogo adalah warisan budaya yang sedang dihidupkan kembali di Bumi Parahyangan atau daerah Jawa Barat.

Menurut Nurjaya, penanaman padi gogo dapat membantu program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan dalam komoditi beras.

“Kami belajar banyak dari desa adat, Kasepuhan Ciptagelar, yang memiliki stok beras melimpah untuk puluhan tahun ke depan,” ujar Nurjaya.

Nurjaya berharap dengan penanaman padi gogo saat ini, menjadi solusi untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya daerah Cianjur dan sekitarnya.

PESAT, kata Nurjaya, melakukan pendampingan dalam proses budidaya padi gogo bersama Gapoktan Sukatani menaungi 1.400 petani, di Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat.

Ketika panen Nurjaya mengatakan, organisasinya akan menjadi off taker bagi hasil panen para petani. Dengan begitu, menciptakan skema agribisnis yang berkelanjutan. (yer)

Asian Agri dan Apical Optimis Capai Target Keberlanjutan 2030

JAYAKARTA NEWS – Asian Agri, salah satu perusahaan kelapa sawit terbesar di Indonesia dan Apical, optimis mencapai target keberlanjutan pada 2030. Komitmen prinsip berkelanjutan yang bertanggungjawab tetap dikedepankan.

Director of Corporate Affairs RGE Palm Business Johan Kurniawan mengatakan, komitmen keberlanjutan kedua perusahaan selaras dengan pedoman Pembangunan Berkelanjutan PBB (UNSDGs) yang diimplementasikan dengan berpegang pada filosofi usaha RGE yakni 5Cs – Good for Community, Country, Climate, Customer, dan Company.

Johan mengungkapkan, nilai strategis komoditas kelapa sawit merupakan elemen kunci perekonomian nasional mulai dari kontribusi devisa hingga penyedia lapangan kerja.

Menurut Johan, keberadaan industri sawit merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kesejahteraan petani rakyat khususnya yang tergabung dalam program kemitraan dan inti plasma.

Sebagai produsen dan pengolah minyak sawit, kata Johan, Asian Agri dan Apical beroperasi dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan yang bertanggungjawab sehingga produk yang dihasilkan mendatangkan kebermanfaatan.

“Mulai dari kebutuhan domestik rumah tangga seperti minyak goreng hingga bahan bakar, singkatnya #DariDapurSampaiAvtur,” urai Johan, Jumat (14/3/2025).

Sebagai rangkaian menuju industri sawit berkelanjutan, Asian Agri meluncurkan komitmen dan juga strategi jangka panjang yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu Kemitraan Dengan Petani, Pertumbuhan Inklusif, Iklim Positif dan Produksi yang Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan.

“Asian Agri percaya bahwa keberadaan perusahaan memiliki tujuan memberikan nilai positif bagi petani, masyarakat, dan juga lingkungan,”ujar Johan.

Setelah dua tahun berjalan, kata Johan, Asian Agri mencatatkan perkembangan yang relatif positif, terutama pada Pilar Kemitraan dengan Petani dan Pilar Pertumbuhan Inklusif. Beberapa target pada kedua pilar ini telah berkembang dengan sangat baik sesuai dengan yang diharapkan.

Sustainability Manager Asian Agri Leonardo Yapardi mengatakan, petani kelapa sawit memegang peranan yang penting dalam keberlanjutan Asian Agri.

Untuk itu, lanjut Leo, pihaknya memiliki komitmen untuk mensertifikasi semua petani mitra dengan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tahun 2025.Hingga 2024, lanjut Leo, Asian Agri telah membantu 11 KUD memperoleh sertifikasi ISPO atau setara 49 persen dari target. 

“Melalui semangat #BermitraLebihBaik, Asian Agri mendorong KUD untuk memulai proses sertifikasi sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kewajiban ISPO di tahun 2025,” papar Leo.

Pada Pilar Pertumbuhan Inklusif Asian Agri 2030 telah menyentuh 34 persen target dalam bentuk pelatihan vokasi kepada lebih dari 1.700 orang, mendukung pembentukan UMKM di 54 desa dari total 159 desa di sekitar daerah operasional yang terletak di Sumatra Utara, Riau dan Jambi.

“Kemudian, melalui program bag-to-school, Asian Agri 2030 juga telah mendistribusikan lebih dari 1.300 paket pendidikan kepada murid-murid SD, SMP, SMA, dimana target kami adalah sebanyak 5.000 murid,” ujar Leo.

Leo menambahkan bahwa Asian Agri akan terus melakukan serangkaian program dan inisiatif dengan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait agar memastikan pencapaian target di tahun 2030. “

“Kami optimis dapat mencapai seluruh target tersebut dalam lima tahun kedepan,” kata Leo.

Memasuki tahun ketiga, Apical 2030 mencatatkan beberapa kemajuan positif atas target-targetnya, dalam Pilar Kemajuan inklusif, Apical telah menjangkau 12 desa di Aceh Singkil dan 3 desa di Kutai Timur dari target 30 desa untuk program Sustainable Living Villages (SLV) atau Desa Berkelanjutan.

Selain memberdayakan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mendorong inklusi, SLV juga mendorong petani untuk memiliki pendapatan alternatif, seperti budidaya madu Trigona di Aceh Singkil dan budidaya kakao di Kutai Timur.

Sustainability Manager Apical Hendra Hosea mengatakan, melalui program SLV, pihaknya berkomitmen membantu petani swadaya dalam mewujudkan perkebunan sawit berkelanjutan.

Salah satunya, kata Hendra, melalui pelatihan cara berkebun yang sesuai dengan prinsip berkelanjutan agar petani mendapatkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) dan akses fasilitas pengembangan dari pemerintah yang merupakan dasar menuju ISPO dan RSPO.

Kemajuan positif juga terlihat dari target dukungan kepada 5.000 petani swadaya untuk mendapatkan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) pada 2030.

 “Sejauh ini, implementasi Apical2030 masih on target. Untuk Pilar Kemitraan Transformatif, di mana target kolaborasi dengan para pemasok untuk mencapai NDPE sebesar 100 persen, kini kami telah mencapai 93 persen,” jelas Hendra. 

Secara garis besar, lanjut Hendra, saat ini sudah 68 persen terealisasi, sedangkan untuk Pilar Aksi Iklim, yang mana ditargetkan untuk mengurangi 50 persen intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) pada tahun 2030. 

“Kini kami berhasil menurunkan 21 persen GRK. Untuk Pilar Inovasi Hijau, kami memanfaatkan inovasi untuk operasi yang semakin berkelanjutan. Hingga saat ini, sekitar 87 persen sudah terealisasi dan 13 persen masih on progress,” tambah Hendra. (yer)