Problem Laten Lalu-lintas Kota Medan

 Problem Laten Lalu-lintas Kota Medan
Syukrinaldi pemerhati transportasi yang juga Ketua Lembaga Studi dan Advokasi Transportasi Sumatera Utara. (Foto. Monang Sitohang)

Jayakarta News – Semua pelalu-lintas menginginkan kenyamanan dan kelancaran berkendara. Persoalannya, kondisi itu tidak akan tercipta dengan sendirinya, tanpa peran serta pengguna jalan raya. Demikian diungkapkan pemerhati transportasi Syukrinaldi, yang juga Ketua Lembaga Studi dan Advokasi Transportasi Sumatera Utara, di kediaman Jl Karya Wisata, Komplek Rispa, Medan Johor, baru-baru ini.

Ia mengatakan hal pertama yang perlu diketahui para pengendara, bahwa di jalan bukan hanya ada diri sendiri, melainkan banyak orang lain yang juga turut menggunakan maka disebut sebagai fasilitas umum. Dan itu penting untuk diingat.

“Artinya ktia tidak bisa sesuka hati di jalan, sebab ada hak orang lain juga yang perlu dihargai. Dan setiap negera di dunia ini pasti memiliki aturan masing-masing dalam berlalu lintas, seperti di Indonesia perarturaan itu telah diatur, begitu juga hak pejalan kaki juga telah diatur dalam Pasal 131 melalui UU LLAJ No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas,” ujar Syukri yang telah memasuki purna bakti dari Akademi Tehnik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Medan beberapa tahun lalu.

Jadi untuk mengantisipasi kemacetan dan kesemrawutan itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, karena tidak mungkin rasa kenyamanan berlalu lintas di jalan itu bisa hadir begitu saja tanpa diciptakan, dan itu bukan hanya tugas kepolisian dan dinas perhubungan saja melainkan tanggung jawab bersama atas kesadaran bersama untuk demi kenyamanan. Kecelakaan yang terjadi di jalan itu faktor penyebabnya adalah human error, karena kendaraan ini dibawa ke jurang pun mau, karena orang pengendara yang mengendalikannya.

Yang Penting Diperhatikan

Perlu dan penting diperhatikan bagi pengendara untuk mengetahui serta memahami etika serta aturan tertib berlalu lintas di jalan. Sebab efek ketidakdisplinan itu banyak menimbulkan kerugian diri sendiri juga orang banyak. Contohnya rugi diwaktu, materi ketika adanya kecelakaan bahkan keselamatan jiwa dan lainnya.

“Jadi ketika hendak bepergian dengan kendaraan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, seperti memeriksa keadaan mesin, kelengkapan suratnya dan lainnya. Kenapa harus dilengkapi surat kendaraan? Terlepas dari siapa pun diri kita, apabila ada pemeriksaan atau razia yang dipertanyakan adalah kelengkapan suratnya, terutama SIM.  Dan seandainya tidak lengkap akan menghambat perjalanan,” jelas Syukri.

Kemudian lanjut Syukri lagi, ada beberapa hal yang sangat penting dihindari ketika berlalu lintas di jalan, yaitu seperti menggunakan handphone, melawan arus (arah), berkendaraan di trotoar, sebab itu hak pejalan kaki, lalu membuang sampah sembarangan ketika mengendarai, hindari bersepeda motor lebih dari dua orang apa lagi sambil mengendong anak, karena itu sangat berbahaya, kemudian melanggar rambu-rambu lalu lintas dan jangan sampai menggunakan klakson berlebihan di lampu merah, karena itu sangat mengangu sebab kebutuhaan pengendara tentu sama ingin cepat. Mana mungkin orang mau berjam-jam di lampu merah kecuali ketika mobil mogok.

Syukrinaldi, Ketua Lembaga Studi dan Advokasi Transportasi Sumatera Utara bersama temannya. (Foto. Ist)

Sosok Bakal Calon Walikota

Jadi ketika berbicara kemajuan atau perubahan transportasi di suatu daerah, maka tidak luput dari pemimpinnya juga. Seberapa peduli dengan perkembangan infrastruktur dan kondisi lalulintasnya. Dan mau tidak mau harus mengilas balik kembali pada tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti Kota Medan selama kurun waktu sepuluh tahun ini saya perhatikan tidak banyak perubahan dalam perkembangan transportasinya, juga infrastrukturnya sehingga waktu itu saya memprediksikan jika tidak ada perubahan maka kondisi lalu-lintas Kota Medan akan semrawut, sebab kajian pertambahan penduduk dan pembangunannya otomatis menambah pengguna jalan. Artinya ruang jalan akan berkurang, sedangkan fisik jalan jarang mengalami perubahan dalam arti pelebaran,” ungkap Syukri yang memiliki keahlian melukis juga koleksi batu cincin.

Maka berharap untuk Walikota Medan periode 2020-2025 harus memiliki pengetahuan dan potensi untuk dapat mengubah kenyamanan berlalu lintas. “Dan di antara beberapa kandidat yang nama-namanya sudah muncul saya perhatikan, saya cendrung dan tertarik dengan DR. H. Edy Ikhsan SH, MA yang memiliki slogan Medan Lebih Manusiawi,” ujar Syukri.

Kenapa slogan itu menarik? Karena di dalam berlalu lintas banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan dan kelangsungan orang banyak. Salah satu contoh, mementingkan diri sendiri di jalan lalu sampai mengabaikan kepentingan hak orang banyak maka itu bisa dikatakan tidak manusiawi.

Mengapa dikatakan seperti itu, karena berbicara kelancaran dan keselamatan transportasi berdampak terhadap jiwa manusia. Di dalam berlalu lintas memiliki tujuan dari transportasi adalah mengenai keselamatan jiwa, baik itu transportasi laut, udara dan darat semua mementingkan keselamatan, maka di dalam motto ada lima citra perhubungan tujuannya untuk keselamatan.

Kemudian kata manusiawi jika dikaitkan ke fasilitas sarana dan prasarana yang masih banyak hambatan, seperti jalan berlubang, badan jalan yang terpakai menjadi pelataran parkir, misalkan jalan sudah diperlebar, maka hak orang banyak untuk dapat melaluinya, tetapi datang yang memiliki kepentingan pribadi kemudian dipersempit dibuat untuk lahan parkir, padahal tujuannya untuk ruang gerak kendaraan semakin terarah atau juga menambah kapasitas debit daya tampung kendaraan yang melintas, otomatis akan mengurai kemacetan.

Jadi kinerja petugas juga harus ditingkatkan, dan semua elemen juga turut memperhatikan ini. sesuai dengan bidangnya, jika walikota saja sendiri bekerja tanpa ada yang membidangi, dan tidak ada yang memperhatikan juga memberi masukan, atau setelah diberikan masukan tidak ada respone, bagaimana mau maksimal.

“Maka harapannya saya, semoga Edy Ikhsan dapat terpilih menjadi walikota Medan nantinya, dan apa yang menjadi slogannya dapat terpenuhi, dan membawa perubahan-perubahan untuk Kota Medan lebih baik. Dan saya atas nama keluarga akan turut mendukung, jika dibutuhkan sepenuhnya, maju terus Bung Edy Ikhsan,” tutup Syukri. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *