Connect with us

Riset

BRIN dan UNIMA Perkuat Kolaborasi Riset untuk Implan Tulang

Published

on

(Foto: BRIN)

JAYAKARTA NEWS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Komposit dan Biomaterial (PR KB) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado (UNIMA) berkolaborasi untuk memperkuat riset komposit dan biomaterial bidang kesehatan.

Dikutip dari Laman BRIN, Selasa (14/4/2026), di samping itu guna mengoptimalkan pelapisan hidroksiapatit pada paduan titanium Ti29Nb13Ta4.6Zr, dengan metode high velocity oxygen fuel (HVOF) untuk implan tulang.

Kepala Pusat Riset Komposit dan Biomaterial BRIN Nendar Herdianto menjelaskan, kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya. “Penguatan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini sebagai langkah strategis untuk memperluas cakupan riset sekaligus meningkatkan sinergi antarlembaga,” ujarnya setelah pelaksanaan Penandatanganan PKS antara PR KB BRIN dengan UNIMA di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie Serpong, Jumat (10/04).

Ia berharap, kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan yang tercantum dalam perjanjian, tetapi juga dapat berkembang ke berbagai topik riset lain, serta melibatkan pusat riset lain di lingkungan BRIN. 

“BRIN menjadi fasilitator dan jembatan kolaborasi riset dan inovasi, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kami membuka peluang seluas-luasnya termasuk bagi UNIMA, untuk bersama-sama mengembangkan riset dan inovasi,” ujar Nendar.

Dia menjelaskan, BRIN merupakan lembaga hasil integrasi berbagai institusi riset nasional yang terbagi dalam fungsi manajemen riset dan organisasi riset. Pusat Riset Komposit dan Biomaterial (PR KB) BRIN berada di bawah Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material yang menaungi 11 pusat riset dengan beragam fokus, mulai dari teknologi mineral hingga biomaterial.

“PR KB BRIN memiliki lima kelompok riset utama, yaitu material komposit untuk aplikasi struktur, biomaterial tulang dan gigi, keramik maju dan komposit biomedis, teknologi permukaan dan pelapisan, serta teknologi karet. Saat ini, lebih dari 40 peneliti mendukung kegiatan riset, yang sebagian besar berlatar belakang rekayasa, dengan capaian publikasi ilmiah yang terus berkembang,” bebernya.

Dirinya menambahkan, BRIN juga membuka berbagai skema kolaborasi, antara lain pendanaan melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), serta pengembangan sumber daya manusia melalui magang riset. “Kami juga menerima mahasiswa untuk melakukan tugas akhir, hingga program Degree by Research (DbR) untuk jenjang magister dan doktor. Program tersebut diharapkan menjadi jalur pengembangan talenta riset secara berkelanjutan,” paparnya.

Sementara itu Dekan Fakultas Teknik UNIMA, Hendro Maxwell Sumual menyampaikan, kerja sama ini menjadi langkah awal yang strategis untuk memperluas kolaborasi dengan BRIN. Ia menekankan pentingnya riset sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus mengakui keterbatasan fasilitas riset di daerah.

“Kami sangat membutuhkan kolaborasi dengan BRIN, terutama dalam pemanfaatan fasilitas riset yang canggih. Mahasiswa kami bahkan telah memanfaatkan peralatan seperti nanoindentor di BRIN,” ujarnya.

Ia mengatakan, Fakultas Teknik UNIMA memiliki berbagai program studi yang membutuhkan dukungan riset. “Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan penelitian, termasuk menjawab tantangan dan potensi di Sulawesi Utara,” pungkasnya.

Melalui penandatanganan PKS, kedua pihak sepakat memperkuat sinergi riset, khususnya pada bidang pelapisan material, serta membuka peluang kerja sama di bidang lainnya. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat ditingkatkan ke tingkat universitas melalui nota kesepahaman (MoU).

Kerja sama BRIN dan UNIMA menjadi langkah konkret dalam mendorong pemerataan riset dan inovasi di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi antara lembaga riset dan perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi berbasis sains dan teknologi bagi pembangunan nasional.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement