Presiden Hadiri FFI 2021: Ini Apresiasi, bukan Kompetisi

 Presiden Hadiri FFI 2021: Ini Apresiasi, bukan Kompetisi

Seluruh pekerja film ‘Penyalin Cahaya’ (foto:FFI)

JAYAKARTA NEWS – Mengusung tema ‘Sejarah Film dan Media Baru’  Festival Film Indonesia (FFI) 2021 yang digelar di Assembly Hall, JCC, Jakarta, berjalan lancar dan aman. Perayaan  FFI 2021 yang bertepatan dengan Hari Pahlawan adalah bentuk penghargaan dan dukungan kepada Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail sebagai pahlawan nasional yang acaranya di Istana Bogor pagi harinya.

Para artis film, nominee, juri akhir dan pembaca nominasi (foto kiriman Tommy F Awuy)

Gelaran  tahunan yang ikut dihadiri Presiden Joko Widodo bersama tiga Menteri Kabinetnya (Mendikbud Nadiem Makarim, Menparekraf Sandiaga Uno dan Menko Polhukam Mahfud MD) ini merupakan berbagai penghargaan yang diberikan publik dan insan film  atas pencapaian terbaik yang dihasilkan pekerja film tanah air selama setahun terakhir.

Dari 23 kategori, film ‘Penyalin Cahaya’ berhasil mengungguli unggulan lain dan menyabet 12 piala Citra dari 17 nominasi. Penghargaan tersebut antara lain direbut melalui film terbaik, sutradara (Wregas Banuteja), aktor utama (Chicco Kurniawan), aktor pendukung (Jerome Kurnia).

Sedangkan film ‘Yuni’ yang disebut bakal meraih film terbaik hanya memperoleh 1 Citra lewat kategori aktris utama wanita yaitu Arawinda Kirana. Dan film lain juga hanya mendapatkan 1 piala, Seperti ‘Ali dan Ratu Ratu Queens’, ‘Sobat Ambyar’ dll.

Penghargaan dedikasi seumur hidup untuk film (lifetime achievement) diberikan kepada Jajang C. Noer. Karier Jajang membentang selama enam dekade dengan berbagai prestasi gemilang.

Jelas, FFI digagas sebagai barometer perkembangan kualitas perfilman Indonesia. “FFI itu apresiasi, bukan kompetisi,” timpal Chicco Kurniawan, aktor utama pria terbaik FFI 2021. Lalu? (pik)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *