Kabar
PPI Young Researcher Award 2026, Apresiasi Periset Muda dengan Karya Berdampak
- /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/sosialisasi.png&description=PPI Young Researcher Award 2026, Apresiasi Periset Muda dengan Karya Berdampak', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /home/jayakartanews.com/public_html/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://jayakartanews.com/wp-content/uploads/2026/08/sosialisasi.png&description=PPI Young Researcher Award 2026, Apresiasi Periset Muda dengan Karya Berdampak', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
JAYAKARTA NEWS – Perhimpunan Periset Indonesia (PPI) kembali menghadirkan Young Researcher Award (YRA) 2026 sebagai wadah apresiasi bagi periset muda Indonesia yang menghasilkan karya penelitian dan inovasi berdampak. Mengusung tema Bridging to the Nobel Prize atau Riset Berdampak, penghargaan ini mendorong para periset untuk menunjukkan kontribusi nyata melalui karya yang telah dihasilkan.
YRA 2026 terbuka bagi sejumlah kategori peserta, yaitu peneliti, perekayasa, dan dosen. Program ini memberikan ruang bagi para periset untuk mendapatkan apresiasi atas karya serta rekam jejak penelitian yang memiliki manfaat dan telah mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.
Ketua YRA PPI 2026, Nur Mahmudi Ismail, menyampaikan penyelenggaraan YRA 2026 menjadi wadah bagi periset muda untuk menunjukkan kontribusi melalui karya penelitian yang dihasilkan. Menurutnya, apresiasi terhadap periset muda juga penting untuk mendorong lahirnya penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“YRA 2026 menjadi ruang bagi periset muda untuk menunjukkan karya yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Nur dikutip dari Laman BRIN, Senin (24/8).
Proses pendaftaran YRA 2026 dijadwalkan dimulai pada 27 Agustus 2026 melalui tahap e-Registration. Pada tahap tersebut, peserta melakukan registrasi, mengajukan karya yang dihasilkan, mengunggah dokumen curriculum vitae (CV), serta melengkapi tulisan atau hasil karya terbaik yang dimiliki.
Setelah tahap pendaftaran, proses dilanjutkan dengan tahap Candidacy pada 27 September 2026. Tahap ini meliputi pengisian formulir dan evaluasi tahap pertama, validasi dokumen karya peserta, serta penentuan kandidat yang akan mengikuti proses selanjutnya hingga tahap final. Penilaian YRA 2026 tidak hanya melihat rekam jejak peserta, tetapi juga menekankan dampak dan pemanfaatan hasil karya.
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan, pemanfaatan atau penerapan hasil karya menjadi aspek dengan bobot terbesar, yakni 50 persen. Sementara itu, portofolio, riwayat hidup, dan pengalaman memiliki bobot 20 persen, sedangkan rekognisi atau pengakuan publik, masyarakat, komunitas, industri, dan pihak lainnya memiliki bobot 30 persen.
Melalui mekanisme tersebut, YRA 2026 menempatkan kebermanfaatan hasil riset sebagai salah satu aspek penting dalam menentukan penerima penghargaan. Dengan demikian, karya penelitian tidak hanya dinilai berdasarkan capaian akademis, tetapi juga berdasarkan sejauh mana hasilnya dapat dimanfaatkan dan memberikan dampak.
Rangkaian YRA 2026 akan berlanjut hingga Awarding Ceremony pada Desember 2026. Tahapan tersebut mencakup wawancara finalis, pengumuman pemenang, keputusan akhir penjurian, serta pemberian apresiasi dan penghargaan kepada para penerima YRA. Informasi lebih lanjut mengenai YRA 2026 dapat dilihat pada tautan berikut: https://sites.google.com/view/periset-indonesia-award/beranda***/mel
