Pemprov DKI Lakukan Imunisasi Difteri Ulang

 Pemprov DKI Lakukan Imunisasi Difteri Ulang

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, akan mengeluarkan instruksi gubernur kepada seluruh kepala daerah hingga RT/RW untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari imunisasi difteri ini. Sebab, penularan penyakit ini di Jakarta terus meningkat dan cukup mengkhawatirkan.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyebut, akan dikeluarkan instruksir gubernur kepada seluruh kepala daerah hingga RT/RW untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan dari imunisasi Difteri ini . Pasalnya, kata Anies, penularan penyakit ini di Jakarta terus meningkat dan cukup mengkhawatirkan.

Dalam empat tahun terakhir ini kasus difteri terus meningkat di DKI. Di 2014 baru dilaporkan 4 kasus difteri, tapi kemudian terus meningkat 9 kasus pada 2015, 17 kasus di 2016 dan menjadi 26 kasus di 2017 per hari ini. Dengan angka kematian di 2016 sebanyak 1 orang, dan 2017 adalah 2 orang. Kasus tertinggi ditemukan di Jakarta Utara sebanyak 52%, sedangkan Kepulauan Seribu belum ditemukan kasus.

Umumnya, kata Anies, kejadian Difteri menimpa anak usia 5-15 tahun, lalu sepertiga kasus terjadi pada kelompok umur 5 tahun, dan 16% di atas usia 15 tahun. Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang penularannya tergolong sangat tinggi di DKI Jakarta, karena dipicu kepadatan dan mobilisasi penduduk. Masa inkubasinya 2-3 hari dan menular selama 2-4 minggu. Pemprov DKI menargetkan 2,9 juta penduduk mendapatkan imunisasi ulang difteri.

Perhatian yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta itu dilakukan dengan merespon cepat terhadap penyebaran penyakit difteri saat ini, dengan mulai melakukan imunisasi massal difteri atau Outbreak Respons Imunisation (ORI). Imunisasi dilakukan secara serentak di dua wilayah, Yakni Jakarta Utara dan Jakarta Barat, yang dimulai Senin (11/12).

Pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menghadiri hari pertama pemberian vaksin difteri di SMA Negeri 33 Jakarta, Jalan Kamal Muara, Jakarta Barat, pagi tadi.

Anies mengatakan, imunisasi ulang di dua wilayah ini akan menyasar 1,2 juta penduduk berusia 1-19 tahun. Pemberian imunisasi difteri ini akan diberikan dalam tiga putaran, yakni hari ini, kemudian diulang pada 11 Januari 2018, dan ketiga kalinya di 11 Juli 2018. ORI ini akan dilakukan di sekolahTK, PAUD, SD, SMP, SMA, dan sederajat serta perguruan tinggi.

Ditambahkannya, imunisasi juga dilakukan di fasilitas kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, rumah sakit umum daerah, dan tempat lain, seperti daycare, apartemen, dan rumah susun. Total sasaran yang akan mendapat imunisasi di seluruh wilayah DKI sebanyak 2,9 juta penduduk.

“Kami imbau kepada para orang tua, juga guru-guru untuk mendukung imunisasi ulang ini sukses. Kami tidak ingin mendengar kabar adanya penolakan. Kami dengar KLB difteri ini terjadi karena adanya penolakan imunisasi,” ujar Anies di lokasi. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *