Pemerintah Bersinergi demi Menjaga Keanekaragaman Hayati

 Pemerintah Bersinergi demi Menjaga Keanekaragaman Hayati

(Foto:Istimewa)

JAYAKARTA NEWS – Dalam rangka memahami lebih lanjut urgensi terkait Jenis Asing Invasif (JAI), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, beserta LIPI mengadakan Webinar Dampak Jenis Asing Invasif Terhadap Ekosistem Indonesia secara daring pada (10/8/2021).

“Ada empat tantangan global utama menurut survei UNESCO pada tahun 2021, dimana perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati dunia menduduki peringkat pertama,” buka Asisten Deputi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Konservasi Sumber Daya Alam, Saleh Nugrahadi. Semakin tingginya laju hilangnya keanekaragaman hayati juga semakin intensif karena adanya berbagai tekanan prinsip, dimana salah satunya merupakan Jenis Asing Invasif (Invasive Alien Species – IAS).

JAI merupakan jenis spesies maupun subspesies ataupun berada di tingkatan takson yang lebih rendah, yang berada diluar tempat penyebaran alaminya baik pada masa lalu atau masa kini dan mengganggu serta mengancam keanekaragaman hayati. “Dampak penyebaran spesies invasif ini tidak hanya memberikan dampak bagi ekologi lingkungan hidup, tetapi juga bagi ekonomi, kesehatan masyarakat, dan politik,” imbuh Asdep Saleh.

 “JAI dapat menyebabkan kerugian besar bagi manusia dan alam, dimana Pemerintah Indonesia tentu harus menindaklanjuti hal ini dan telah diatur pula dalam UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem yang juga menjadi dasar dalam mengatur kebijakan JAI yang begitu diperlukan di Indonesia,” imbuhnya. Diperlukan payung hukum atau pedoman yang lebih jelas dan lebih dikembangkan agar semua instansi dan kementerian lembaga terkait serta pelaku lapangan dapat menciptakan sinergi dan menjadikan JAI sebagai hal yang perlu diketahui dengan baik.

Isu JAI merupakan isu lintas sektor yang kini semakin mengemuka, dan harus mendapatkan perhatian, disamping isu perubahan iklim, terutama pada saat pandemi Covid-19 ini. “Diperlukan koordinasi dan sinergi lintas sektor, dan perlu adanya pemetaan peran dari masing-masing aktor dalam pengelolaan JAI di Indonesia ini,” tambah Asdep Saleh. Sosialisasi tentang JAI ini harus mampu menyentuh masyarakat dan memberikan pengetahuan terkait JAI tersebut.

Webinar ini menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan dan mencapai 400 lebih peserta walaupun diselenggarakan secara virtual. Webinar juga turut mengundang berbagai pakar sebagai narasumber yaitu Dr. Amir Hamidy, M.Sc, Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, M.Sc., Prof. Dr. Ngakan Putu Oka, M.Sc., dan Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah M.Phill. Webinar ini berlangsung secara dua arah dengan dua sesi dan memberikan banyak masukan baik bagi seluruh pihak.

Diharapkan kedepannya forum-forum yang memfokuskan pembahasan JAI dan terus menjaga keanekaragaman hayati nusantara.(*/mel)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *