Kabar
Peluang Karier Perawat di Negeri Sakura: 105 CPMI Jalani Join Interview G to G Batch 20
JAYAKARTA NEWS— Langkah calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk meniti karier di Negeri Sakura kini semakin dekat. Sebanyak 105 kandidat Nurse (perawat) dan Careworker (perawat lansia) mengikuti proses Join Interview Program Economic Partnership Agreement (EPA) Government to Government (G to G) Jepang Batch 20 untuk Giat Penempatan Tahun 2027, yang digelar di Jakarta pada Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang difasilitasi oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) ini menghadirkan langsung 23 institusi pemberi kerja asal Jepang untuk bertatap muka dengan para kandidat.
Menteri P2MI, Mukhtarudin, yang meninjau langsung jalannya seleksi menegaskan bahwa transparansi sejak awal menjadi kunci utama kesuksesan penempatan tenaga kerja internasional.
“Tugas kita adalah mempersiapkan mereka agar betul-betul paham di mana akan bekerja dan apa pekerjaannya. Ibaratnya, jangan sampai ‘membeli kucing dalam karung’. Harus ada kecocokan dan keterbukaan dari awal agar terbangun kerja sama yang baik saat penempatan nanti,” tegas Mukhtarudin.
Dalam sesi wawancara ini, setiap pencari kerja diberikan kesempatan untuk memilih maksimal 10 institusi pemberi kerja. Mukhtarudin berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk menggali informasi detail mengenai tempat kerja dan hak-hak mereka.
Rangkaian join interview ini bukan sekadar ajang pencocokan kerja, melainkan langkah awal krusial bagi para CPMI untuk memantapkan mental, mengasah kompetensi, serta memahami budaya kerja profesional Jepang. Melalui program ini, Kementerian P2MI berharap para kandidat yang lolos kelak mampu membawa nama baik bangsa dan menunjukkan kualitas terbaik di sektor pelayanan kesehatan global. (*/di)
