Nail Blockchain Hadir di Indonesia

 Nail Blockchain Hadir di Indonesia

Perusahaan Venture Capital dan Project Incubator asal Jepang, Nail Blockchain resmi memperkenalkan diri ke Indonesia dengan menggelar “Seminar Project Nail Coin Tour Negara G20”.  Indonesia menjadi negara tujuan ketiga Nail Blockchain setelah Jepang, Korea Selatan untuk memperkenalkan bisnis mereka.

Acara tersebut merupakan upaya Nail Blockchain mengedukasi para pelaku usaha terkait potensi penggunaan teknologi blockchain di Indonesia sebagai teknologi masa depan dengan sistem kerja yang transparan, dan efisien.

Dengan memanfaatkan blockchain, bitcoin menjadi mata uang digital pertama yang mampu mengatasi double-spending tanpa memerlukan otoritas tepercaya dan telah menjadi inspirasi bagi banyak aplikasi lainnya.

Walaupun pada awalnya teknologi blockchain diterapkan untuk mata uang digital atau cryptocurrency, seiring berjalannya waktu disadari bahwa blockchain memiliki potensi yang jauh lebih luas untuk diterapkan di sektor lain.

Takahashi Akihiro selaku CEO Nail Blockchain memandang Indonesia memiliki pasar yang cukup potensial untuk menerapkan teknologi blockchain. “Indonesia bisa menerapkan teknologi blockchain, tapi harus ada beberapa pengertian yang harus dipahami oleh pasar dalam negeri mengenai blockchain,” katanya di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Sesuai data World Bank, dengan PDB sebesar 1.015 miliar dollar AS di tahun 2017, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dan merupakan ekonomi terbesar ke-10 di antara negara-negara G-20. Ekonomi Indonesia diproyeksikan akan terus bertumbuh menjadi sebesar 1.150 miliar dollar AS pada tahun 2020.

Pemerintah telah menargetkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN dengan proyeksi nilai transaksi sebesar 130 miliar dollar AS.

Berdasarkan data “We Are Social” pada Januari 2018, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 265,4 juta jiwa, sedangkan pengguna telepon aktif sebesar 177,9 Juta, pengguna media sosial aktif sebesar 130 Juta dan pengguna internet aktif sebesar 132,7 Juta. Dengan demikian Indonesia merupakan negara terbesar ketiga di Asia yang penduduknya telah menggunakan koneksi Internet dan smartphone.

Ditambahkan Takahashi, tentu sebagai negara yang memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar, Indonesia sangat mungkin untuk mengimplementasikan teknologi blockchain sebagai salah satu main driver untuk percepatan pencapaian target pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. 

Menurutnya, Nail adalah program global, oleh karena itu sangat diharapkan banyak orang Indonesia menggunakan Nail sebagai alternatif investasi. “Kami punya harapan yang tinggi di pasar Indonesia,” terangnya.

Selain memperkanlkan bisnisnya di Indonesia, Nail Blockchain memiliki pilot project membangun pusat-pusat inkubator blockchain dan IT project di beberapa negara, tak terkecuali Indonesia.

Selain itu, salah satu group holding mereka (Nail Blockchain) adalah perusahaan Venture Capital (VC) yang selalu menyuntikkan dana-nya untuk startup-startup kecil dan pemula yang potensial, khususnya di bidang IT Teknologi dan blockchain. “Jenis startup inilah yang potensinya cukup menjanjikan keuntungan besar,” imbuh Takahashi.

Takahashi berharap Seminar Project Nail Coin Tour Negara G20 ini dapat memberikan pemahaman yang baik untuk semua stakeholder dan menjadikan Nail Blockchain sebagai salah satu alternatif investasi baru perusahaan-perusahaan besar Indonesia. (nanang s)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *