Menuju 1.000 Tempat Tidur bagi Pasien Corona

 Menuju 1.000 Tempat Tidur bagi Pasien Corona

Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo. (foto: BNPB)

Jayakarta News – Salah satu cerita sukses China mengatasi wabah Covid-19, adalah penyediaan rumah sakit khusus untuk menangani masyarakatnya yang kena terjang virus itu. Di samping, tentu saja, berbagai upaya lain yang terbilang spartan dan totalitas.

Posisi per hari ini (18/3/2020), Indonesia sedang menuju ke penyediaan 1.000 tempat tidur bagi masyarakat yang terpapar virus Covid-19. Pencapaian tersebut, tak lepas dari totalitas Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo.

Bersama para pihak yang berkompeten, Doni Monardo terlibat aktif menyiapkan karantina bagi 249 WNI di Pulau Natuna. Mereka adalah WNI yang dipulangkan dari China. Setelah dua minggu karantina, semua dinyatakan sehat, dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Pekerjaan itu dilanjutkan dengan menyiapkan Pulau Sebaru Kecil bagi 188 WNI dari Kapal World Dream. Tugas dan perhatiannya semakin intens saat Presiden Joko Widodo menunjuknya menjadi pemegang tongkat komando penanganan wabah Covid-19.

“Sudah empat malam ini Pak Doni bermalam di kantor BNPB demi efisiensi waktu, dari pada bolak ke rumah kantor,” ujar Egy Massadiah Tenaga Ahli BNPB yang menemani Doni Monardo di kantor BNPB.

Kabar terbaru, disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Dalam teleconference di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (18/3/2020), ia megabarkan hasil pertemuannya dengan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi).

Ditambahkan, ada tiga rumah sakit swasta yang sudah mendedikasikan seluruh kapasitas tempat tidurnya dengan total sekitar 300 tempat tidur untuk penanganan Covid-19. Tiga rumah sakit itu adalah RS Siloam Kelapa Dua (Tangerang), RS Mitra Keluarga Jatiasih (Bekasi), dan RS Hermina Karawang.

“Ketiga rumah sakit ini nanti akan didedikasikan untuk merawat semua kasus Covid-19. Sementara kasus-kasus yang lain akan dipindah ke rumah sakit yang lain,” katanya.

Bukan hanya itu, komitman serupa juga datang dari jaringan laboratorium. Jejaring laboratorium yang bisa digunakan untuk melakukan pemeriksaan virus Covid-19 adalah jejaring Laboratorium Siloam, Kalbe, dan Laboratorium Bunda Grup.

“Ini yang menggembirakan untuk kita sehingga diharapkan dengan cara ini maka deteksi dini penemuan cepat kasus, dapat dilaksanakan dengan maksimal,” ucapnya.

Kemudian Asosiasi Rumah Sakit Swasta dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia memiliki komitmen yang tinggi mendedikasikan seluruh sarana dan prasarananya untuk digunakan masyarakat mendapatkan layanan perawatan pemeriksaan Covid-19. “Dengan begitu, tidak lagi terpaku pada rumah sakit-rumah sakit rujukan,” ujar Achmad Yurianto.

Kabar baik juga datang dari bos Lippo Group, James Riady. Pihaknya tengah mempersiapkan dua rumah sakit, yang sedianya didedikasikan juga bagi penanganan Covid-19. Saat ini, pihaknya sedang menunggu izin operasional. Jika kedua rumah sakit itu sudah beroperasi, maka total akan tersedia 1.000 tempat tidur bagi penanganan Covid-19. (rr)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *