Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf Sebut Kuliner Nusantara Perlu Diperluas Pasarnya ke Internasional
JAYAKARTA NEWS – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menyebut kuliner nusantara menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya dan tradisi Indonesia yang perlu diperluas pasarnya.
“Kuliner merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang merepresentasikan budaya, tradisi, dan kreativitas Indonesia,” ungkap Menteri Ekraf, Rabu (29/7/2026).
Melalui program S’RASA, lanjut Menkteri Ekraf, kolaborasi menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa Nusantara sekaligus memperluas pengenalan produk dan jenama kuliner Indonesia di pasar internasional.
Teuku Riefky menegaskan bahwa penetrasi produk kuliner lokal di pasar internasional memerlukan sinergi dan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.
Menurut Menteri Ekraf, kekayaan kuliner tidak hanya merepresentasikan identitas budaya, tetapi juga harus memberikan nilai tambah ekonomi yang konkret bagi para pelaku kreatif.
Lebih lanjut, Menteri Ekraf menjelaskan bahwa skema kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner untuk mengeksplorasi kemitraan strategis dengan para importir, distributor, dan calon mitra bisnis global melalui berbagai sarana fasilitasi yang disiapkan Kementerian Ekraf.
“Kementerian Ekraf terus menghadirkan fasilitasi promosi, partisipasi pada pameran internasional, dan business matching sebagai upaya mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan pasar global,” ujar Teuku Riefky.
Kolaborasi seperti ini, kata Menteri Ekraf, menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses pasar bagi produk dan jenama kuliner Indonesia.
Kementerian Ekraf/Badan Ekonomi Kreatif mendukung penuh penyelenggaraan Indonesia Summer Cooking Experience yang digagas oleh Kementerian Perdagangan RI di Ron Gastrobar, Amsterdam, Belanda.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional S’RASA (Rasa Rempah Indonesia) yang dirancang sebagai ruang pengenalan kuliner Nusantara sekaligus menjembatani pelaku usaha internasional dengan produk pangan dan jenama (brand) kuliner unggulan Indonesia.
Indonesia Summer Cooking Experience dikemas sebagai agenda business engagement interaktif yang mengintegrasikan hands-on cooking experience, shared dining, pameran produk, dan business networking.
Kegiatan ini dihadiri para pelaku usaha kuliner berbasis di Belanda, importir produk Indonesia, distributor bumbu masak, hingga perwakilan jaringan ritel lokal seperti Warung Barokah (Amsterdam) dan Toko Kalimantan (Zaandam).
Program S’RASA merupakan bentuk transformasi dari gerakan gastrodiplomasi Indonesia Spice Up the World (ISUTW) yang telah diluncurkan sejak Agustus 2025.
Program ini melibatkan sinergi enam kementerian/lembaga yang terikat dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), di mana Kementerian Ekraf mengambil peran strategis melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain.
Dalam kerangka kerja sama ini, Kementerian Ekraf berfokus pada fasilitasi promosi, partisipasi pameran global, business matching, serta penguatan rantai pasok dan jejaring industri bagi jenama-jenama binaan. (yog)
