Ekonomi & Bisnis
Mendag Optimistis Nilai Transaksi Harbolnas 2026 Meningkat 5—10 Persen
JAYAKARTA NEWS – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso optimistis akan tercapainya peningkatan nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun ini sebesar 5—10 persen dari tahun lalu.
Mendag Budi mendorong “Kick-off Road to Harbolnas 2026” sebagai momentum penyebaran informasi yang lebih masif tentang kampanye belanja daring tersebut.
“Kami harap nilai transaksi pada Harbolnas 2026 dapat meningkat 5—10 persen dibandingkan capaian Harbolnas tahun lalu,” Mendag Budi, Kamis (27/8/2026).
Mendag mengatakan, pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam berbagai bentuk aktivasi, kampanye, maupun program promosi selama rangkaian Road to Harbolnas 2026 agar dapat semakin memperkuat gaung Harbolnas 2026.
Mendag juga menekankan, Harbolnas 2026 menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV sekaligus menjadi stimulus peningkatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Mendag pun berharap Harbolnas dapat terus dikembangkan hingga menjadi kampanye nasional yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan.
Tahun ini, Harbolnas 2026 memperluas cakupannya tidak hanya untuk barang, tetapi juga untuk produk jasa dan layanan jasa.
Strategi ini, menurut Budi, sejalan dengan perkembangan pemanfaatan platform digital oleh konsumen untuk memperoleh berbagai produk dan layanan jasa.
“Hal ini sejalan dengan perkembangan pemanfaatan platform digital oleh konsumen untuk memperoleh berbagai produk dan layanan jasa seperti akomodasi, tiket transportasi, dan lain sebagainya,” ungkap Mendag.
Platform yang berpartisipasi pada Harbolnas 2026 juga turut diperluas dan tidak hanya terkonsentrasi di lokapasar (marketplace).
Tahun ini, Harbolnas 2026 melibatkan lebih banyak platform dalam ekosistem perdagangan digital seperti Online Travel Agent (OTA), ride-hailing, social commerce, hingga berbagai platform perdagangan dan layanan digital.
Perluasan cakupan tersebut merupakan bagian dari implementasi “Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan melalui Sistem Elektronik”. Permendag terbaru tentang PMSE ini mengakomodasi perkembangan berbagai model bisnis perdagangan melalui sarana elektronik (PMSE).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto, menyampaikan, momentum Kick-off Road to Harbolnas 2026 ini menunjukkan upaya pemerintah untuk terus memperkuat ekosistem digital, termasuk niaga elektronik (e-commerce).
“Pemerintah terus mendukung penguatan ekosistem niaga elektronik melalui berbagai penyusunan regulasi, penyediaan infrastruktur digital, serta fasilitasi kolaborasi niaga elektronik yang melibatkan UMKM, asosiasi industri, dan konsumen,” kata Airlangga.
Tahun lalu, Harbolnas 2025 berhasil membukukan transaksi senilai Rp36,4 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan Harbolnas 2024 dengan nilai transaksi Rp31,2 triliun.
Sebanyak 45 persen atau transaksi senilai Rp16,6 triliun pada Harbolnas 2025 merupakan kontribusi transaksi produk lokal.
Tiga kategori teratas yang diminati konsumen adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri, serta produk makanan dan minuman. (yog).
