Longsor di Bogor, Banjir Bandang di Aceh

 Longsor di Bogor, Banjir Bandang di Aceh

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor dibantu Dinas PUPR Kab bogor, Babinsa, Aparat desa setempat, Linmas desa, Satpol PP, Babinmas dan masyarakat setempat melakukan evakuasi korban tanah longsor yang terjadi di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5) (BPBD Kabupaten Bogor)

JAYAKARTA NEWS— Curah hujan yang tinggi di Kabupaten Bogor menyebabnya terjadinya bencana tanah longsor di Desa Wangunjaya Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akibatnya, sejumlah warga mengalami luka-luka dan satu warga diduga meninggal tertimbun longsor. Sementara Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tenga, Provinsi Aceh, dilanda banjir bandang.

Informasi dari  Raditya Jati, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, menyebutkan, akibat longsor di Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/5), satu orang warga dilaporkan meninggal dunia.

Menurut laporan yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, jelas Raditya, satu warga tersebut diduga tertimbun material longsoran setinggi empat meter dan belum ditemukan.

Selain itu, bencana alam yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dan kontur tanah yang labil juga menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Mereka sudah mendapatkan penanganan medis.

Kemudian bencana tersebut juga mengakibatkan rumah milik 14 Kepala Keluarga (KK) dan 51 jiwa rusak berat, 1 majilis jami terancam dan 2 unit fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) juga rusak berat. Adapun sebanyak 69 KK/242 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan telah terjadi bencana alam banjir bandang di Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tenga, Provinsi Aceh, Rabu (13/1).

Peristiwa tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi ditambah kondisi tanah perbukitan yang labil. Akibatnya air beserta lumpur mengalir deras membawa material lain bahkan sejumlah kendaraan juga turut terseret.

Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi segera mengambil tindakan setelah mendapat laporan dengan menerjunkan tim untuk kaji cepat dan mendata korban jiwa serta kerugian. laporan.

“Kami sedang menunggu tim kaji cepat dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Aceh Tengah untuk mendata korban jiwa, rumah yang terdampak maupun dampak materil lainnya,” jelas Sunawardi sebagaimana dikutip dari laman bnpb.go.id

Dalam keterangan terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Tengah, Ishak menyebutkan bahwa bencana tersebut berdampak pada sedikitnya tiga desa yakni Kp. Paya Tumpi Baru, Kp. Paya Tumpi Induk dan Kp. Daling Bebese.

Selain itu banjir bandang juga menyebabkan ruas jalan Takengon menuju Bireun dan beberapa jalan di sekitarnya terputus. Pihaknya sedang berupaya membuka jalur tersebut agar akses jalan kembali normal.

“Pada saat ini kami sedang melakukan pembukaan jalan yang tertimbun (material lonsor) agar akses jalan kembali normal dan membentuk posko pengunsian untuk dua kampung, yakni Tumpi Induk dan Paya Tumpi Baru,” jelas Ishak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) sebanyak empat orang untuk membantu proses kaji cepat dan keperluan mendesak lainnya. ***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *