• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Friday, October 2, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Kaum Seniman, Budayawan dan Cendekiawan Prihatin Masyarakat Terpecah-belah

Kaum Seniman, Budayawan dan Cendekiawan Prihatin Masyarakat Terpecah-belah

admin by admin
March 14, 2019
in Entertainment
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Para seniman,budayawan dan cendekiawan ungkap keprihatinan–foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—Sekelompok  seniman, budayawan, cendekiawan dan intelektual kampus mengimbau dan mengeluarkan pernyataan prihatin. Menyikapi keadaan dan situasi kehidupan sosial dan politik belakangan yang dampaknya masyarakat terbelah menjadi dua kubu yang siap berperang.

Perpecahan kelompok masyarakat yang didasari oleh perbedaan suku, agama/keyakinan hingga pilihan politik yang terjadi sampai pada tingkat personal dan hubungan keluarga/rumah tangga.

Konflik horisontal dan vertikal akibat perpecahan hingga pada tingkatan fisik yang melibatkan bukan saja sesama anggota perkauman/adat, tapi juga antara sahabat, hingga anggota keluarga.

Lalu, apa obatnya ?

“Obatnya bukan politik dan ekonomi, tapi budaya.,” ujar budayawan Radhar Panca Dahana dengan suara lantang di Wapress (Warung Apresiasi), Bulungan, Jakarta Selatan, belum lama ini. Radhar Panca Dahana mengatasnamakan penggagas Mufakat Budaya Indonesia (MBI).

Dikatakan Radhar yang akan menjadi salah seorang panelis debat dalami Debat Cawapres Minggu (17/3) di Hotel Sultan, Jakarta mewakili unsur sastrawan/budayawan, syahwat kuasa politik  dan ekonomi yang kerap tak terkendali dimana rakyat pada umumnya kemudian terpengaruh secara negatif, sifatnya destruktif bagi kemasalahatan bangsa.

“Kita bangkitkan lagi ruang-ruang kebudayaan. Kita harus berani melawan praktik segregasi, politik identitas dan xenophobia,” kali ini ikut bicara Doktor filsafat, Donny Gahral Ardian. Ditegaskannya, kaum seniman, budayawan, cendekiawan, pendidik dan wartawan harus bersatu dan memberi ‘ruh’ pada Kebudayaan Indonesia.

Bagi siapa pun yang menganggap dirinya warga dari negara Indonesia atau rakyat dari negeri ini memiliki imperasi untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan warisan kepulauan ini.

“Sebagai makhluk budaya, dalam arti semua orang terlibat dalam semua produk budaya bangsa ini, juga wajib menjaga dan mengembangkan kebudayaan yang dalam kurun waktu sangat panjang membuat bangsa kita dinamis dalam membentuk karakter dan jati diri serta tidak xenophobia atau takut pada perbedaan dan keasingan,” papar Donny Gahral Ardian.

Maka, bagi siapa pun yang melakukan khianat atau ingkar dari keadaban publik, sebaiknya mengoreksi diri secara sungguh-sungguh, atau jika tidak dapat, segera melucuti dari seluruh atribut kebangsaan dan kewarganegaraannya sebagai konsekuensi.

Niniek L Karim, artis teater/film juga ikut bicara. “Kita wajib menjaga kewarasan di tengah suasana yang sakit ini,” tegas Niniek yang juga psikolog/pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sementara budayawan dan aktor teater/film Adi Kurdi meminta agar menghentikan praktik diskursif, ujaran bahasa, sikap hingga tindakan yang terbukti berpotensi merusak dan membusukkan tata hubungan sosial, kultural masyarakat Indonesia yang sudah susah payah dibangun oleh leluhur kita bersama.

Renny Djajoesman, rocker wanita, selain membaca puisi, juga menegaskan bahwa kebudayaan belakangan tampak lemah dan kita harus memberikan energi baru. Hadir di Wapress antara lain Niniek L Karim, Anto Baret, Tony Q, Syahnagra, Suhadi Senjaya, Dindon WS dll.

Olivia Zalianty, anggota dan aktifis MBI termuda, atlet wushu wanita, singkat berpendapat. “Masih adakah cinta di hati kita,” ucapnya.

Ya, masih adakah cinta di hati kita ? (pik)

Tags: budayawanjayakartanewsjayakartanews.comMufakat Budaya Indonesiaseniman
Previous Post

5 Pertanda Stres Sudah Berat

Next Post

Pasar Seni Ancol Gelar ‘Tribute to Chrisye’, Nonton yukkk

admin

admin

Next Post
Pasar Seni Ancol Gelar ‘Tribute to Chrisye’, Nonton yukkk

Pasar Seni Ancol Gelar ‘Tribute to Chrisye’, Nonton yukkk

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version