Kaketsugi: Teknik Memperbaiki Kain yang Tak Terlihat dari Jepang

 Kaketsugi: Teknik Memperbaiki Kain yang Tak Terlihat dari Jepang

Kaketsugi, teknik memperbaiki kain yang luar biasa dari Jepang. Bekas perbaikan yang tak terlihat, seolah tak pernah rusak. (Oddity Central)

JAYAKARTA NEWS – Kaketsugi, secara harfiah berarti ‘memperbaiki tak terlihat’ dalam bahasa Jepang. Ini adalah teknik memperbaiki kain yang luar biasa dari Jepang yang melibatkan perbaikan kain yang rusak ke titik di mana Anda bahkan tidak tahu itu pernah rusak.

Dengan adanya pergantian mode yang lebih populer dan cepat, mungkin menambal kain yang rusak tidak diperlukan lagi. Seperti kaus kaki yang robek tinggal buang dan ganti baru.

Pakaian sehari-hari yang sedikit koyak dan kancingnya terlepas, bisa saja tidak perlu diperbaiki lagi. Perbaikan yang sedikit mungkin akan meninggalkan jejak di baju tersebut.

Tapi bagaimana dengan pakaian khusus, apa yang terjadi ketika sesuatu yang benar-benar istimewa dan sayang di hati kita menjadi rusak? Anda tidak bisa begitu saja mengganti sesuatu yang bernilai sentimental, tetapi Anda juga tidak bisa memakainya dengan adanya koyak walaupun sedikit.  Di sinilah seni magis kaketsugi masuk dan dibutuhkan.

Dilansir dari Odditycentral Sabtu (23/7/22), seperti namanya, teknik menambal kain yang unik ini adalah tentang memperbaiki kerusakan seperti lubang pada kain atau benang yang sobek sedemikian rupa sehingga garmen tersebut terlihat seperti baru.

Beberapa tahun yang lalu, sebuah laporan berita tentang kaketsugi oleh stasiun TV Korea Selatan SBS menjadi viral. Ini berfokus pada karya pengrajin Jepang Takao Matsumoto, yang telah menggunakan teknik untuk memulihkan pakaian selama lebih dari 55 tahun.

Meskipun Matsumoto bukan satu-satunya yang berpengalaman dalam seni kaketsugi – stasiun NHK Jepang menampilkan tim ayah-anak, Kataoka Tesshu dan Goto Yoshiko, tahun lalu – jumlah ahli seperti itu tidak diragukan lagi akan berkurang.

Kaketsugi adalah proses melelahkan yang dimulai dengan mengeluarkan sepotong kecil kain dari dalam garmen, di mana ketidakhadirannya tidak akan diperhatikan.

Kaketsugi  (Oddity Central)

Potongan ini kemudian disikat dengan larutan berbasis aseton yang membuat penghapusan benang individu sedikit lebih mudah. Memisahkan potongan kain menjadi beberapa helai benang mungkin merupakan bagian yang paling melelahkan dari kaketsugi.

Akan tetapi para ahli kerajinan ini mengklaim bahwa menggunakan kain yang sama persis dengan yang digunakan untuk membuat garmen sangat penting untuk membuat perbaikan benar-benar tidak terlihat pada akhirnya.

Benang yang baru diperoleh kemudian dijahit dengan hati-hati di atas lubang atau area yang rusak pada garmen, dari berbagai arah, dan dari kedua sisi kain.

Setelah proses menjahit selesai, ikatan perekat diterapkan di atas area yang diperbaiki, dan sisa benang digunakan untuk menutupi kerusakan secara menyeluruh.

Akhirnya, area yang diperbaiki dengan kaketsugi disetrika. Hal itu membantu menghaluskan semuanya dan pada titik ini, hampir tidak mungkin untuk melihat di mana lubang itu berada. Pakaian itu terlihat seperti baru.

Menariknya, perbaikan tak terlihat bekerja dengan baik pada lubang kecil dengan ukuran hanya beberapa milimeter, seperti pada lubang besar dengan diameter lebih dari 3 sentimeter. Hanya saja area rusak yang besar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaikinya, sehingga semakin besar lubangnya maka semakin mahal biaya perbaikannya.

Menurut situs web Kimono Totonoe, sebuah perusahaan yang mengklaim mempekerjakan master kaketsugi, harga perbaikan mulai dari 136 dolar sekitar  Rp 2 juta ditambah pengiriman untuk lubang berdiameter hingga 0,5 cm dan naik menjadi 362 dolar sekitar Rp 5,4 juta plus pengiriman untuk lubang hingga 3 cm.

Harga yang berbeda-beda itu memang tergantung pada kain dan kerumitan pekerjaan. Kelihatan memang mahal, namun teknik ini biasanya digunakan untuk pakaian yang penuh dengan kenangan. (melva)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.