Jeritan Pedagang di Terminal Bratang Akibat PPKM Darurat

 Jeritan Pedagang di Terminal Bratang Akibat PPKM Darurat

JAYAKARTA NEWS – pelaksanaan PPKM Darurat yang diterapkan Pemerintah untuk menurunkan kasus Covid-19 ternyata membawa duka bagi sebagian masyarakat khususnya di Kota Surabaya.

Salah satunya adalah keluhan para pedagang makanan dan minuman yang melayani para sopir angkutan bis ataupun mikrolet serta penumpang sekarang gigit jari. Rejeki yang biasa didapat untuk kebutuhan rumah tangganya tidak tercukupi.

Bagaimana tidak, bis yang mengantar ke terminal pusat Bungurasih PP tidak boleh operasi sehingga mikrolet yang menunggu penumpang dari bis otomatis tidak ada.

Memang untuk mikrolet diperbolehkan operasi oleh Pemerintah setempat tetapi kalau tidak ada penumpang mau tidak mau para sopir menganggur. Kalau beroperasi juga belum tentu dapat penumpang sehingga para sopir tersebut lebih baik berhenti bekerja mengingat untuk jalan kendaraan butuh bensin.

Akibat rentetan dari itu semua kini jarang sekali penumpang ada di terminal Bratang. Biasanya sambil menunggu bis atau turun dari bis mereka istirahat sejenak di warung-warung resmi yang ada di terminal.

Sepinya para penumpang juga berimbas bagi para pedagang karena sejak tanggal 3 Juli lalu yakni saat diterapkan PPKM Darurat kondisi ini dirasakan semakin berat.

Salah seorang pedagang, Tukimun, menuturkan kepada Jayakartanews.com, kalau seperti ini diterus-teruskan ibarat ikan di akuarium dimasuki racun. “Gelagapan karena kalau ikan naik ke permukaan juga tidak bisa bernapas,” katanya Sabtu(17/7).

Dia berharap situasi ini cepat terkendali sehingga semuanya bisa normal kembali. “Kalau tetap saja saya disini menunggu siapa,” keluhnya.

Di terminal Bratang Surabaya ada 8 depot resmi yang berada di samping lokasi. Saat ini ada yang menutup usahanya karena jarang pembeli yang datang. Depot disana rata-rata berjualan makanan dan minuman. (poedji)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *