Jepang Permudah Ijin Residensial untuk Mahasiswa Inter

 Jepang Permudah Ijin Residensial untuk Mahasiswa Inter

ADA kabar yang melegakan dari Jepang. Ini terutama untuk para netizen yang berencana melanjutkan studi di negeri matahari terbit tersebut.

Kabar baiknya, Jepang berencana membuka jalur yang lebih luas untuk status residensial bagi mahasiswa internasional. Kemudahan ini segera diberikan kepada para calon mahasiswa di Jepang, setelah musim semi mendatang.

Dengan status residensial itu, mereka dimungkinkan untuk bekerja di bidang apa pun, setelah lulus selama mereka range pendapatannya sebesar 3 juta yen ($ 26.900) setahun.

Kebijakan Jepang ini dikeluarkan, menyusul  adanya tren kekurangan tenaga kerja yang memburuk, sehingga mengantar Jepang  untuk mengendurkan peraturan imigrasi lainnya untuk menarik dan mempertahankan bakat.

Warga asing lulusan  universitas di Jepang yang berusaha untuk tinggal di negara itu, selama ini menghadapi persyaratan residensi yang membatasi mereka untuk pekerjaan di bidang studi mereka. Namun di bawah program baru yang diusulkan, para lulusan akan dapat mengambil pekerjaan dalam pekerjaan berbahasa Jepang yang menyediakan tingkat pendapatan yang dibutuhkan.

Kementerian Kehakiman diharapkan mempertimbangkan beberapa proposal untuk menentukan status residensi baru, termasuk perubahan undang-undang imigrasi negara.

Aturan status residensi saat ini, yang membagi pelamar ke dalam kategori seperti teknik dan humaniora, telah dikritik karena membatasi pilihan pencari kerja.

Persyaratan pendapatan yang diusulkan sudah diterapkan pelamar untuk tempat tinggal permanen. Pendapatan tahunan rata-rata untuk karyawan sektor swasta yang bekerja satu hingga empat tahun di Jepang adalah 3,03 juta yen, demikian menurut sebuah studi pada tahun 2016 yang dilakukan oleh National Tax Agency.

Lulusan asing dari sekolah kejuruan lokal akan diizinkan untuk bekerja dalam berbagai pekerjaan terkait dengan budaya Jepang, seperti anime, manga dan makanan, jika mereka mempelajari keterampilan seperti itu di sekolah.

Dalam animasi, misalnya, mereka akan diizinkan untuk tidak hanya bekerja tingkat lanjut seperti desain, tetapi juga pekerjaan asisten seperti mewarnai latar belakang. Menerima beragam bakat akan membantu memajukan strategi soft-power Pemerintah Jepang.

Hanya 8.367 siswa internasional yang lulus dari universitas Jepang yang dipekerjakan untuk pekerjaan di negara itu pada tahun fiskal 2015. Ini menyumbang sekitar 35% dari semua lulusan asing – jauh di bawah setengah target pemerintah.

“Kami ingin menciptakan status residensi yang mencakup berbagai kegiatan yang lebih luas sehingga kebanyakan orang yang lulus dari universitas Jepang dapat menemukan pekerjaan dalam beberapa bentuk,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *