Jangan Cabut Vetiver

 Jangan Cabut Vetiver

Presiden Joko Widodo menanam vetiver (akar wangi) untuk mencegah longsor, di Sukajaya, Kabupaten Bogor. (foto: BNPB)

Jayakarta News – Presiden Joko Widodo menyeru kepada peserta Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 di Sentul Internasional Convention Center agar masyarakat semakin sadar mencegah bencana. “Lebih mengkhawatirkan karena bencana semakin meningkat akibat perubahan iklim dan perilaku manusia.

Banyak ancaman bencana rutin berulang terjadi,” ujar Presiden saat memberikan sambutan di hadapan 10.000 peserta Rakornas Penanggulangan Bencana 2020 di Sentul, Selasa (4/2/2020).

Seperti biasa, mengenakan kemeja putih bersepatu kets Joko Widodo saat memasuki ruangan SICC tidak langsung duduk melainkan berjabat tangan dengan peserta yang duduk di bagian bawah tribun. Sementara peserta yang duduk di bagian atas dengan suara cukup jelas melontarkan “naik..naik,” berharap Presiden mengunjungi juga peserta yang duduk di bagian atas.

Orang nomor satu ini tampaknya dirasa dekat dengan masyarakat luas. Tidak saja banyak yang ingin bersalaman bahkan kedekatan pimpinan dan rakyat nya ini juga membuat seorang peserta langsung bereaksi ketika Joko Widodo menyebutkan murahnya harga tanaman vetiver per batangnya. Namun Joko Widodo membalasnya tak kalah membuat peserta riuh karena kata Joko Widodo, “Yang bilang mahal, sini, saya kasih sepeda,” tukas Joko Widodo disambut tertawa hadirin.

Pamor Joko Widodo selama ini membuat banyak masyarakat ingin lebih dekat. Tak heran jika selama Presiden Joko Widodo memberikan sambutan, gawai peserta menyorot Joko Widodo yang berada di podium dan merekam semua ucapan Joko Widodo.

Pada akhir sambutan Joko Widodo berpesan kepada semua kepala daerah untuk mengenalkan dan mendistribusikan tanaman vetiver untuk penahan longsor agar bencana longsor bisa dicegah minimal dikurangi.

Sebelumnya pada Senin (3/2/2020) dari keterangan Agus Wibowo Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB menyebutkan Presiden Joko Widodo melakukan penanaman vetiver bersama warga di lokasi lereng longsoran Desa Pasirmadang, Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Penanaman tersebut juga dilakukan bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dan Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Dengan mengucap bissmillahirrohmanirrohim, mari memulai lakukan penanaman vetiver,” ucap Presiden Jokowi mengawali penanaman.

Kepala BNPB Doni Monardo, termasuk yang mendampingi Presiden Joko Widodo menanam vetiver di Sukajaya, Bogor. (foto: BNPB)

Penanaman rumput vetiver itu dilakukan sebagai upaya reforestasi dan perbaikan struktur tanah sekaligus untuk mengurangi erosi dan tanah longsor. Hal itu menjadi penting mengingat wilayah Sukajaya terdampak longsor paling parah yang terjadi pada awal Januari 2020 lalu.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi meminta kepada warga agar tidak mencabut vetiver agar kegunaannya bisa dirasakan dalam jangka panjang, terutama dalam mencegah terjadinya longsor dan kerusakan lingkungan.

“Jangan dicabut ya. Karena banyak memberikan manfaat, khususnya untuk mencegah longsor,” pinta Jokowi.

Selain vetiver, beberapa jenis tanaman berakar kuat dan memiliki nilai produktif juga ditanam sebagai bagian dari “Vetiver System”. Jenis-jenis tanaman ini meliputi flamboyan, durian, belimbing, alpukat, manii, soren, kayu putih, bukaliptus, puspa, kisireum dan sebagainya.

Vetiver system merupakan metode penguatan struktur tanah secara alami menggunakan rumput vetiver dan beberapa jenis tanaman kuat lainnya. Sistem penanamannya sendiri dilakukan secara berselang-seling antara vetiver dan jenis tanaman lain dengan jarak kurang lebih satu meter.

Vetiver, jenis rumput dengan nama latin Chrysophogon Zizaionide itu menjadi salah satu solusi untuk menguatkan struktur tanah melalui akarnya yang dapat tumbuh hingga kedalaman 5 meter. Bentuk kombinasi vetiver dengan tanaman keras berakar kuat akan membuat struktur tanah menjadi lebih kokoh layaknya pondasi alami sehingga dapat meminimalisir proses deforestasi dan erosi serta mencegah terjadinya longsor.

Sebelum melakukan penanaman vetiver di Pasirmadang, Presiden Jokowi sebelumnya juga meninjau Desa Harkat Jaya yang menjadi salah satu wilayah dengan kerusakan terparah akibat bencana longsor.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Harkat Jaya dan Pasirmadang wilayah administrasi Kecamatan Sukajaya merupakan kali keduanya pascalongsor pada awal Januari 2020 lalu. Apa yang dilakukan presiden bersama unsur Pentahelix (pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi, media massa) pada hari ini sekaligus menindaklanjuti daripada solusi yang telah diputuskan pada pertemuan dengan Kepala Daerah dalam mengatasi dan menanggulangi bencana banjir dan longsor pada Rabu (8/1) lalu. (a. soetopo)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *