Jagung Manis Caringin

 Jagung Manis Caringin

Ladang jagung manis di area Villa Tjaringin, Bogor. (foto: monang sitohang)

Jayakarta News – Di antara kesejukan suasana Villa Tjaringin, Bogor, sesekali terdengar kicau burung di pepohonan yang rindang. Lokasi yang benar-benar nyaman dan jauh dari kebisingan ibukota.

Ada beberapa tanaman di lokasi ini: durian dan jagung manis jenis exotic yang saat itu ketepatan sedang dipanen. Awak Jayakarta News diajak melihat-lihat ladang jagung manis ditemani Dedi, salah seorang petani.

Di sepanjang perjalanan Dedi bercerita pengalaman bagaimana cara menanam jagung manis. Ia mengatakan, “Untuk menanam jagung manis bisa di lahan bekas sawah atau di lahan baru dengan membuat bedengan. Tetapi usahakan tanahnya mesti gembur.”

Kemudian, kalau di sini masuk musim tanam, ada istilah memanfaatkan atau menghemat lahan dan bekerja. Artinya di saat menanam jagung di dalam satu lubang dimanfaatkan juga menanam tanaman lain, seperti kangkung dan ketimun, khusus untuk ketimun dibuat tali dan penyangga, agar saat berbuah menjalar ke atas dan tidak menggangu ke tanaman lain.

Pola bercocok tanam seperti itu memiliki manfaat, pertama hemat lahan dan hemat tenaga. Selain itu juga praktis. Satu lahan bisa panen tiga kali, yaitu pertama bisa panen kangkung dalam jangka satu bulan, kemudian timun 42 hari lalu bisa dipanen dan terakhir jagung manis selama 75 hari baru bisa dipanen.

Dedi petani di Villa Caringin saat memperlihatkan satu lubang dalam satu galung ada tanaman jagung manis, kangkung dan ketimun. (Foto: Monang Sitohang)

“Jadi di satu lahan dalam perawatannya bisa sejalan mulai dari menanam sampai panen. Baik itu melakukan pemupukan, penyemprotan. Untuk penyemprotan kita harus rutin dua kali seminggu. Kemudian perawatan intens, itu penting diperhatikan, yaitu dimulai dari bibit ditanam hingga tumbuh biasanya seminggu, sejak itu sampai satu setengah bulan harus rutin dilakukan perawatannya.

Lalu untuk menanam jagung jarak satu lubang dengan lubang berikutnya 70 cm. Lalu panjang satu galung masing-masing 36 meter. Sedangkan tanaman jagung manis akan ada hama yang menyerang, yaitu ulat dan belalang. Mengantisipasinya lakukan penyemprotan.

Untuk pemupukan awal bisa menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran ayam dan kotoran sapi atau juga kambing, lalu pupuk urea gunanya untuk daun dan pohon, lalu untuk buah mengunakan phonska atau biasanya disebut pupuk NPK yang terdiri dari unsur hara makro seperti nitrogen (N), phosphor (P), kalium (K) dan sulfur (S) untuk buah.

Setelah tumbuh batang jagung manis akan tampak ada dua tangkai buah dalam satu batang. Tetapi hanya ada satu buah yang menjadi buah unggulan, sedangkan buah yang di satu tangkai itu tidak akan sempurna.

“Maka banyak digunakan untuk sayur. Dan biasanya disini disebut soleng. Jadi buah yang buat sayur ini jangan dibiarkan berlama-lama dibatang jagung atau dipelihara, sebab itu akan menggangu pertumbuhan buah unggulan. Jadi harus diputik sejak berumur dua bulan atau kurang dua bulan.” Ungkap Dedi, sambil menunjukkan soleng di salah satu batang jagung manis. (Monang Sitohang)

Dedi petani memperlihatkan kepada awak Jayakarta News,  salah satu buah dari batang jagung manis yang dibuat sayur. (Foto: Monang Sitohang)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *