Hasil Panen Dikemas, Harga Tawar Lebih Baik

 Hasil Panen Dikemas, Harga Tawar Lebih Baik

Kusnadi, Dedi dan lainnya, beserta awak Jayakartanews.com. ada diantara jagung-jagung manis yang baru dipanen untuk dibersihkan sebelum dikemas. (Foto. Monang Sitohang)

Jayakarta News – Jagung manis yang baru dipanen jika langsung dijual tanpa dikemas maka harga relatif rendah. Jadi untuk mendulang tinggi nilai harga hasil panen ke nilai tawar lebih baik maka harus dikemas atau di-packing dengan rapi dan menarik. Seperti hal yang dilakukan petani jagung manis dengan pelaku usaha atau mitra petani di Villa Caringin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (26/6).

Berkesempatan di pagi itu awak Jayakarta News menyaksikan kegiatan pengemasan hasil panen jagung manis di salah satu joglo Villa Caringin, dari awal sampai selesai.

Oleh Dedi dan Kusnadi selaku petani hasil panen jagung dikemas. Caranya dimulai dari jagung manis yang telah dikumpulkan itu dibersihkan kulitnya dikupas lalu serabutnya. Kemudian ujung pangkal bawah jagung dipotong setelah bersih dibelah dua.

Namun ada juga sebagian jagungnya dibersihkan kulit, serabut, ujung dan pangkal bawah dibuang, tetapi kulitnya ada disisakan sebagai pembungkus lalu dipotong sedikit di ujungnya. Khusus jagung seperti ini hanya dikemas langsung menggunakan plastik di dalam satu kemasan ada dua bonggol.

Jagung manis yang telah dibersihkan lalu dipipil sebelum dikemas sesuai kemasan. (Foto. Monang Sitohang)

Kemudian jagung manis yang tadi sudah bersih lalu dibawa ke meja selanjutnya, untuk pengerjaan tahap berikutnya. Oleh sejumlah wanita yang sudah siap dengan peralatannya jagung-jagung itu dipipil, yaitu bijinya dilepaskan semua dari bonggolnya. Saat itu tampak mereka melakukan dengan rapi, memakai masker, sarung tangan lalu menjaga kebersihan, dan mengikuti protokol kesehatan di era Covid-19.

Lalu masuk ke tahap berikutnya, yaitu pengemasan – packing. Jadi biji-biji jagung yang sudah dipipil tadi dimasukkan ke dalam mangkuk (cup) kecil sesuai dengan takaran. Ada juga dikemas dalam plastik kiloan.

“Jadi setelah jagung manis di-packing, bukan dibiarkan begitu saja, tetapi divakum kembali lalu di-shield, karena perlu diperhatikan kepadatan juga hawanya. Jadi alatnya juga bisa menyedot udara dan alatnya akan berbunyi jika suhunya sudah pas. Gunanya agar lebih tahan lama,” ujar Ruth ketika sedang melakukan packing, vacuum, dan shield.

Ibu Ruth sedang menimbang jagung manis yang sudah dipipil, yang akan dikemas ke dalam mangkuk (cup) kecil. (Foto: Monang Sitohang)

Memang jika sudah dilakukan packing harga jagung manis bukan hanya meningkat bahkan bisa tahan sekitar 6 bulan bahkan lebih asal dikerjakan dengan baik. Dalam satu kilo packing jagung manis bisa sekitar 8 – 9 bonggol jagung.

“Jadi memang, hasil panen petani jika tidak dikemas tidak memiliki nilai harga jual, biasa saja sesuai pasarannya. Tetapi jika hasil panen di Villa Caringin ini kita kemas, sesuai dengan takaran dan ukurannya, harganya nilai jual pun bisa lebih tinggi,” jelas Ruth yang sudah menjalani usaha ini belasan tahun.

Misalkan harga jagung manis begitu panen langsung jual, harga per kilogram akan dibandrol kurang lebih sekitar Rp 4.500. Tetapi ketika sudah dikemas nilai jual harganya pun bisa mencapai sekitar Rp 25.000. (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *